HEADLINE NEWS

Kategori

Sidang Korupsi Pengerjan TSS &TRB Madina, Nama Bupati Kembali Disebut, Peghubung KY Lakukan Pantauan



Kabar 24 Jam.Com
Jumat 21/02/2020
Medan-Sidang kasus korupsi pengerjaan obyek wisata Taman Sirisiri Syariah (TSS) dan Taman Raja Batu (TRB), Kabupaten Madina Kabupaten Madina dengan tiga orang terdakwa kembali bergulir di Ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Adapun ketiga terdakwa yakni masing-masing, Syahruddin selaku Plt Kadis PUPR Kabupaten Madina, Hj Lianawaty Siregar selaku PPK pada Bidang Tata Ruang dan Pertamanan Dinas PU Kabupaten Madina TA 2017 dan Nazaruddin Sitorus selaku PPK TA 2016, dinyatakan terbukti bersalah secara melawan hukum bertindak secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama melakukan korupsi.

Dalam sidang yang beragenda mendengarkan keterangan saksi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Polim Siregar kepada Hakim Ketua Irwan Effendi Nasution menyebutkan seharusnya pada sidang lanjutan ini JPU menghadirkan tiga saksi. 

"Namun yang mulia hanya
satu orang saksi bisa datang yakni Syamsul selaku koordinator supir pada pengerjaan obyek wisataTaman Sirisiri Syariah (TSS) dan Taman Raja Batu (TRB) Kabupaten Madina 2017,"sebut JPU Polim Siregar pada Hakim Ketua Irwan Effendi Nasution 

Sementara dalam kesaksinya
Syamsul mengungkapkan,selain sebagai koordinator para supir, dia juga sebagai supir ‘dump truck’ yang mengangkut material ke lokasi pekerjaan taman wisata.

Menjawab pertanyaan JPU,
dirinya bekerja atas perintah
terdakwa Syahruddin selaku
Plt Kadis maupun Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) di Dinas
PUPR Madina, sebagai atasannya langsung.

Selain itu dalam keterangan
saksi juga terungkap, ketika saksi ditugaskan mengangkut material ke lokasi pekerjaan taman wisata, saksi beberapa kali melihat Bupati Madina H Dahlan Nasution memantau pelaksanaan pekerjaan.

Ditanya Majelis Hakim, soal apakah ada surut perintah, dengan tegas saksi menjawab tidak ada surat perintah dari siapapun.

"Tidak ada surat perintah apa pun yang saya terima baik itu dari Pak Kadis (terdakwa Syahruddin-) atau dari kepala UPT. Saya sama kawan-kawan hanya bekerja," kata Syamsul menjawab pertanyaan Hakim Ketua Irwan Effendi Nasution.

Ketika dikonfrontir, terdakwa Syahruddin membenarkan tidak adanya lampiran surat perintah untuk para supir yang mengangkut material.

"Semuanya perintah lisan dari Pak Bupati yang mulia,"tegas terdakwa didampingi anggota tim penasihat hukum (PH) Guntur.

Usai mendengarkan kerangan saksi, Majelis Hakim Irwan Effendi Nasution langsung mengetukkan palunya sembari menyebut sidang ditunda hingga pekan depan dengan agenda keterang saksi yang akan di hadirkan JPU

Ditempat terpisah usai persidangan, ketua tim PH terdakwa, Dr Adimansar menyebutkan, perkara korupsi yang menjerat kliennya cenderung ‘dikorbankan’. Dari fakta di persidangan, dia (Bupati H Dahlan Nasution) yang punya kerja. "Klien kami hanya 'dikorbankan' Bupati H Dahlan Nasution yang punya kerja,"jelas PH terdakwa .

Pantauan diruang sidang terlihat beberapa personel dari Penghubung Komisi Yudisial (KY) Kanwil Sumut,  tampak memantau sejumlah persidangan di PN Medan. 

Ada pun beberapa Asisten Penghubung KY yang memantau adalah Muhrizal dan Elisabet Manurung, tampak duduk di bangku pengunjung sidang di Ruang Kartika PN Medan.

Sedangkan seorang wanita rekan mereka yang duduk di barisan depan pengunjung sidang tampak tekun merekam persidangan perkara korupsi mantan Plt Kadis PUPR Kabupaten Madina Syahruddin.

"Biasa lah Bang. Mantau-mantau saja kita,” kata Muhrizal datar sembari tersenyum ketika disapa awak media.

Sebelumnya dalam dakwaan JPU, menyabutkan terdakwa I Syahruddin selaku Plt Kadis PUPR Kabupaten Madina bertindak secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama dengan terdakwa II Hj Lianawaty Siregar selaku PPK pada Bidang Tata Ruang dan Pertamanan Dinas PU Kabupaten Madina TA 2017 dan Nazaruddin Sitorus (terdakwa III) selaku PPK TA 2016 terbukti melawan hukum yakni memperkaya diri sendiri, orang lain dan atau korporasi.

Mengakibatkan kerugian keuangan negara. Hasil audit akuntan publik Tarmizi Achmad terdapat kerugian negara sebesar Rp5,2 miliar.

Selain juga diketahui pada tahun 2016, Bupati Mandailing Natal Drs H Dahlan Hasan Nasution mempunyai gagasan untuk membangun kawasan wisata dan tempat upacara yang letaknya di kawasan perkantoran Pemkab Madina di Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan Kabupaten Madina.

Bupati memerintahkan tiga kadis yakni Dinas PUPR, Dinas Perkim, dan Dispora secara bersama-sama merancang dan mewujudkan gagasannya. Namun bangunan-bangunan yang berdiri di TSS dan TRB tersebut berada di sempadan sungai dan tidak diperbolehkan(Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *