HEADLINE NEWS

Kategori

Sebarkan Pesan dan Foto Hoax, Korban Peluru Nyasar, Seorang Mahasiswa Dituntut 1 Tahun Penjara


Kabar24Jam.Com
Sabtu22/02/2020
Medan-Fajar Mursalin (20)seorang mahasiswa yang dijadikan terdakwa
menyebarkan berita Hoax dan menyesatkan ke beberapa grup media sosial WhatsApp,terkait aksi demo pengesahan RUU KPK di Kantor DPRD Sumut pada tahun 2019 lalu dituntut dengan hukuman Satu tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU)
Victor Nelson dalam nota tuntutannya 
mengatakan, bahwa terdakwa dengan sengaja tanpa hak menyebarkan berita bohong, menyesatkan, mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik, dikarnamengirimkan pesan dan foto seorang laki-laki terbaring tak berdaya dalam kondisi ditandu. 

"Pesan dan foto yang disebarkan terdakwa bertuliskan Korban peluru nyasar Mahasiswa Fakultas Hukum UMSU Adinda Anies Akarni. Kejadian tadi sore dan dirawat di rumah sakit Putri Hijau Medan) ke beberapa grup media sosial WhatsApp," sebut JPU  Victor Nelson kepada hadapan Majelis Hakimdiketuai, Erintuah Damanik,di Ruang Cakra VI, Kemari sore

JPU Victor Nelson menyatakan perbuatan terdakwa terbukti bersalah sebagaimana diatur dalam pasal 45 A ayat1 jo Pasal 28 ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik," tutup Jaksa. 

"Meminta kepada ketua Majelis 
Hakim yang menangani perkara
ini, untuk menghukum terdakwa Fajar Mursalin selama satu tahun penjara,"
sebutJaksa Penuntut Umum (JPU)
kepada Ketua Majelis Hakim yang diketuai, Erintuah Damanik di Ruang Cakra VI, Kemarin sore.

Setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU).Victor Nelson membacakan tuntutannya, Ketua Majelis Hakim Erintuah Damanik, menunda sidang dan akan dilanjutkan pekan depan

"Sidang kita tunda sampai
pekan depan dengan agenda pembelan terdakwa,"sebut Majelis Hakim Erintuah Damanik.

Sebelumnya Jaksa Penuntut
Umum (JPU) Victor Nelson dalam dakwaannya mengatakan, bahwa terdakwa dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong (Hoax) dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik, mengirimkan pesan dan foto seseorang laki-laki terbaring tak berdaya yang dalam kondisi ditandu. 

"Pesan dan foto yang di sebarkan terdakwa bertuliskan (Korban peluru nyasar Mahasiswa Fakultas Hukum UMSU Adinda Anies Akarni. Kejadian tadi sore dan dirawat di rumah sakit Putri Hijau Medan) ke beberapa grup media sosial WhatsApp," terang Jaksa di hadapan Majelis Hakim yang diketuai, Erintuah Damanik, di Ruang Cakra VI, Kemarin sore

Disebutkan JPU, awal mula kasus, lanjut Jaksa, pada hari Jumat tanggal 27 September 2019 sekira pukul 16.00 WIB terjadi peristiwa unjuk rasa yang dilakukan oleh kalangan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi termasuk UMSU yang dilakukan di Gedung DPR Sumut dimana di beberapa titik di depan Kantor DPRD Sumut dan di depan Kantor KODIM Medan terlihat beberapa mahasiswa yang berorasi. 

"Pada Jam17.30 WIB situasi tidak terkendali dan terjadilah kericuhan yang mengakibatkan pihak aparat keamanan melakukan tindakan pengamanan dengan melakukan tembakan gas air mata dan water-canon," ucap JPU

Lebih jauh JPU menyebutkan, pada waktu terdakwa yang saat itu berada di dalam angkutan umum dari UMSU menuju tempat pelatihan di Jalan Demak dan saat itu angkutan umum yang ditumpangi oleh terdakwa berpapasan dengan rombongan mahasiswa yang berjalan dengan cara berkonvoi dari arah kantor DPRD Sumut. 

"Selanjutnya terdakwa melihat berita di salah satu media sosial bahwa mahasiswa UMSU benar turut dalam aksi unjuk rasa pada tanggal 27 September 2019 tersebut," kata Nelson

Nelson menambahkan, Pada Jam 20.48 WIB, terdakwa melihat ada pesan yang masuk ke dalam grup WhatsApp yang berisikan foto seorang laki-laki terbaring tak berdaya yang dalam kondisi ditandu selanjutnya diserta dengan tulisan 
“Korban peluru nyasar Mahasiswa Fakultas Hukum UMSU Adinda Anies Akarni. Kejadian tadi sore dan dirawat di Rumah Sakit (RS)Putri Hijau Medan"

Selanjutnya pada Jam 21.10 Wib, dengan sengaja dan sadar serta tanpa terlebih dahulu melakukan cek kebenaran berita atau informasi tersebut. Terdakwa langsung melakukan penyalinan (copy) dan membagikan isi (konten) berita tersebut ke beberapa grup WhatsApp yang diikuti oleh terdakwa

"Akibat perbuatan terdakwa tersebut mengakibatkan kerugian bagi konsumen. Selanjutnya pada hari Sabtu tanggal 28 September 2019 terdakwa diamankan oleh pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut,"pungkas JPU (Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *