HEADLINE NEWS

Kategori

Sebarkan Pesan dan Foto Hoax Korban Peluru Nyasar Pemuda 20 Tahun Diadili



Kanar24Jam.Com
Sabtu 01/02/2020
Medan- Masih ingit dengan,
aksi demo terkait pengesahan
RUU KPK di Kantor DPRD Sumut
pada tahun 2019 lalu. Ternyata ada
lho seorang pemuda menyebarkan pesan dan foto Hoax, yang diketahui seorang mahasiswa bernama Fajar Mursalin (20) dan kini  telah dijadikan terdakwa untuk diadili di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Victor Nelson dalam dakwaannya mengatakan, bahwa terdakwa dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong (Hoax) dan menyesatkan yang mengakibat
kan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik, mengirimkan pesan dan foto seseorang laki-laki terbaring tak berdaya yang dalam kondisi ditandu. 

"Pesan dan foto yang di sebarkan terdakwa bertuliskan (Korban peluru nyasar Mahasiswa Fakultas Hukum UMSU Adinda Anies Akarni. Kejadian tadi sore dan dirawat di rumah sakit Putri Hijau Medan) ke beberapa grup media sosial WhatsApp," terang Jaksa di hadapan Majelis Hakim yang diketuai, Erintuah Damanik, di Ruang Cakra VI, Kemarin sore

Disebutkan JPU, awal mula kasus, lanjut Jaksa, pada hari Jumat tanggal 27 September 2019 sekira pukul 16.00 WIB terjadi peristiwa unjuk rasa yang dilakukan oleh kalangan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi termasuk UMSU yang dilakukan di Gedung DPR Sumut dimana di beberapa titik di depan Kantor DPRD Sumut dan di depan Kantor KODIM Medan terlihat beberapa mahasiswa yang berorasi. 

"Pada Jam17.30 WIB situasi tidak terkendali dan terjadilah kericuhan yang mengakibatkan pihak aparat keamanan melakukan tindakan pengamanan dengan melakukan tembakan gas air mata dan water-canon," ucap JPU

Lebih jauh JPU menyebutkan, pada waktu terdakwa yang saat itu berada di dalam angkutan umum dari UMSU menuju tempat pelatihan di Jalan Demak dan saat itu angkutan umum yang ditumpangi oleh terdakwa berpapasan dengan rombongan mahasiswa yang berjalan dengan cara berkonvoi dari arah kantor DPRD Sumut. 

"Selanjutnya terdakwa melihat berita di salah satu media sosial bahwa mahasiswa UMSU benar turut dalam aksi unjuk rasa pada tanggal 27 September 2019 tersebut," kata Nelson

Nelson menambahkan, Pada Jam 20.48 WIB, terdakwa melihat ada pesan yang masuk ke dalam grup WhatsApp yang berisikan foto seorang laki-laki terbaring tak berdaya yang dalam kondisi ditandu selanjutnya diserta dengan tulisan “Korban peluru nyasar Mahasiswa Fakultas Hukum UMSU Adinda Anies Akarni. Kejadian tadi sore dan dirawat di Rumah Sakit (RS)Putri Hijau Medan"

"Selanjutnya pada Jam 21.10 Wib, dengan sengaja dan sadar serta tanpa terlebih dahulu melakukan cek kebenaran berita atau informasi tersebut. Terdakwa langsung melakukan penyalinan (copy) dan membagikan isi (konten) berita tersebut ke beberapa grup WhatsApp yang diikuti oleh terdakwa," ujarnya. 

Dalam dakwaanya, JPU kembali mengatakan, akibat perbuatan  terdakwa mengakibatkan kerugian bagi konsumen atau orang lain

Selanjutnya pada hari Sabtu tanggal
28 September 2019 terdakwa diamankan oleh pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut. 

"Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 45 A ayat 1 jo Pasal 28 ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik," tutup Jaksa. (Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *