HEADLINE NEWS

Kategori

Pikul 1,8 Kg Sabu Anak Batu Bara Pasrah Divonis 16 Tahun Penjara



Kabar24Jam.Com
Kamis27/02/2020
Medan-Eko Setiawan Nurhuda (33) Warga Tanjung Gading Blok S, Desa Perkebunan Sipare-Pare, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara terdakwa kasus Narkoba jenis sabu seberat 1,8 Kg (1.806,7 gram.)pasrahbdivonis 16 tahun penjara  dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan kurangan

"Menjatuhkan dan hukuman terdakwa Eko Setiawan Nurhuda dengan hukuman penjara selama 16 tahun penjara dan denda Rp1 miliar dengan ketentuan apabila tidak dibayar digantikan dengan hukuman 3 bulan penjara," tegas Majelis Hakim yang diketuai Tengku Oyong SH MH di ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri Medan. Selasa (25/02) sore.

Dalam putusannya, Majelis Hakim menyatakan  terdakwa Eko terbukti bersalah melanggar Pasal 114 (2)UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana dakwaan primair.

"Terdakwa secara tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I dalam bentuk  bukan tanaman lebih dari 5 gram," tegas majelis hakim yang diketuai Tengku Oyong SH MH.

Majelis Hakim menyebutkan hal yang memberatkan dan meringankan. Yang memberatkan, kata hakim, perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah dalam pemberantasan narkotika, dan melakukan pemufakatan jahat.

"Sedangkan hal yang meringankan terdakwa karena bersikap sopan selama di persidangan dan belum pernah dihukum," ucap majelis hakim Tengku Oyong.

Menanggapi putusan tersebut, terdakwa melalui penasihat hukumnya maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rita Suryani Sinulingga SH menyatakan pikir-pikir.

Putusan majelis hakim lebih rendah dari tuntutan JPU Rita Suryani Sinulingga SH yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman 18 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara.

Pantauan di ruang sidang selama Majelis Jakim membacakan putusannya, terdakwa Eko yang duduk di kursi pesakitan tampak pasrah dan lebih banyak menundukkan kepalanya.

 Sebalumnya mengutip dakwaan JPU Rita Suryani Sinulingga SH mengatakan kasus bermula pada hari Selasa tanggal 13 Agustus 2019 sekira Pukul 08.00 WIB, terdakwa Eko dihubungi oleh Aan (DPO) disuruh menjemput sabu dengan upah sebesar Rp1 juta.

"Atas perintah Aan, terdakwa Eko pergi ke warung di Pagurawan menggunakan sepeda motor. Setelah tiba di warung  yang  dijanjikan, terdakwa dihubungi oleh orang yang tidak dikenal terdakwa Eko dan menghampirinya dengan memberikan 1 buah tas yang berisikan sabu.

Setelah menerima sabu, terdakwa pulang menuju rumah, pada saat di tengah perjalanan tepatnya di Jalan Acces Road Inalum Kecamatan Medang Deras, Kelurahan Durian, Kabupaten Batu Bara tiba-tiba petugas ke polisisan dari Ditresnarkoba Polda Sumut.

"Saat petugas melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan terdakwa, di temukan satu buah tas kain yang didalamnya berisi 2 bungkus kemasan teh cina warna Merah yang didalamnya berisi sabu 1.806,7 gram," ucap JPU Rita.

Lanjut dikatakan Jaksa Rita, setelah petugas menemukan barang bukti sabu, terdakwa Eko mengakui bahwa sabu tersebut akan dibawa ke rumahnya.

"Namun terdakwa Eko belum mengetahui kepada siapa akan diserahkan, terdakwa hanya menunggu perintah dari Aan (DPO) setelah sampai dirumah lah terdakwa Eko akan mengabari Aaa," ucap JPU Rita.

Selanjutnya petugas kepolisian membawa terdakwa Eko beserta barang bukti ke Direktorat Narkoba Polda Sumut untuk proses lanjut.(Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *