HEADLINE NEWS

Mahasiswa Cantik Ini Diadili Karena Diduga Menipu Uang Rp150 Juta


Kabar24Jam.Com
Selasa 04/02~2020
Medan- Ardis Mulianita Laia (23) Mahasiswa Cantik terdakwa kasus penipuan Rp150 juta dengan modus menanamkan modal saham Forex (Jual Beli Mata Uang Online) terdiam dikursi pesakitan mendengar dakwan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Ruang Cakra IX Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (4/2) sore

Pantauan di ruang sidang sasaat sebelum agenda pesidangan dimulai, Penasehat Hukum dari terdakwa Ardis meminta agar baju tahanan yang digunakan oleh Ardis dilepaskan.

Penasehat Hukum terdakwa beralasan Ardis masih berstatus mahasiswa dan sedang mengerjakan Skripsi. 

"Interupsi yang mulia, saya memohon agar baju tahanan client terdakwa dilepaskan. Sebab terdakwa sedang mengerjakan skripsi dan hal itu tidak sesuai dengan Undang-Undang pasal 1," ujar Penasihat hukum terdakwa

Namun permintaan  itu lansung ditolak mentah-mentah oleh JPU, sebab kata JPU, dikhawatirkan terdakwa melarikan diri dan baju tahan yang di kenakan terdakwa menjadi pembeda dari pengunjung sidang. 

"Mohon maaf yang mulia, bila dilepas baju tahanan, dikhawatirkan terdakwa melarikan diri. Selain itu baju tahanan yang kenakan terdakwa sebagai pembeda antara tahanan dan pengunjung sidang," potong JPU. 

Sedangkan Majelis Hakim yang diketahui Gosen Butarbutar langsung menyetujui apa yang disampaikan JPU. "Ya benar kata JPU,sebab agar ada pembeda antara terdakwa dan pengunjung biasa," bilang Hakim sembari menganjurkan JPU untuk lanjut sidang 

Diketahui di hadapan Majelis Hakim, dalam dakwaannya JPU mengatakan bahwa awalnya sekitar bulan Juli tahun 2016 di rumah saksi Agus Slamat Zai yang bertempat di Jalan Beo No.248, Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan terdakwa Ardis menawarkan dan menjanjikan keuntungan kepada saksi korban Yusnita Zai  jika saksi korban menanamkan saham di PT. Best Profit Futures, 

Kedatangan terdakwa kerumah korban Yusnita untuk menjelaskan cara kerja aplikasi, setelah mendapatkan penjelasan dari terdakwa, Yunita tertarik dan menyetujui untuk masuk menjadi nasabah di PT Best Profit Futures. 

"Keesokan harinya terdakwa dan saksi Agus pergi ke Kantor PT. Best Profit Futures untuk membuka akun dan terdakwa yang mengurus pembuatan akun hingga selesai.
Selanjutnya Yusnita melakukan transfer uang sebesar Rp 100 juta ke rekening PT. Best Profit Futures," ujar JPU. 

Setelah resmi menjadi nasabah dan mendapatkan akunnya, Yusnita (korban) sebelum pulang kekampung halamannya, di Torganda Desa Aek Korsik, Kecamatan Aek Kuo Kabupaten Labuhan Batu Utara 
bersama Agus kembali ke PT. Best Profit Futures untuk mengambil sertifikat akunnya sehingga terdakwa sudah resmi menjadi nasabah PT. Best Profit Futures

Namun sekira bulan Agustus 2016, Yusnita mendatangi Kantor PT. Best Profit Futures, untuk menutup akun miliknya, karena di tempat tinggalnya tidak ada jaringan internet, sehingga korban tidak bisa menggunakan akunnya, dan meminta uang
saksi korban sebanyak Rp 100 juta 

Setelah Yusnita keluar dari PT Best Profit Futures dan uang Rp 100 Juta telah di kembalikan, terdakwa Ardis membujuk korban untuk kembali menjadi nasabah, namun kali ini terdakwa Ardis yang mengelola akun miliknya dan korban percaya.

Selanjutnya  pada tanggal 21 September 2016, korban mentransferkan uang sebesar Rp 50 juta kerekening terdakwa Ardis, berselang beberapa hari pada tanggal 28 September 2016 saksi korban kembali mentransferkan uang sebesar Rp 50 Juta ke rekening terdakwa Ardis, sehingga total jumlah uang yang telah ditransfer oleh saksi korban menjadi Rp 100 juta. 

Tak sampai disit pada akhir bulan Desember 2016, terdakwa menelpon saksi korban dengan mengatakan agar terdakwa mengirim lagi uang Rp50 juga agar bisa di tarik Rp 100 juta

Singkat cerita janji terdakwa akan mengembalilan modal dan keuntungan terdakwa berdalih dan selalu memberi alasan tak pasti.

Namun terakhir handphone
terdakwa tidak pernah aktif lagi 
dan saksi korban sudah beberapa kali berusaha mencari hanya saja terdakwa tidak dapat ditemui 

Hingga akhirnya korban melaporkan terdakwa ke polisi." Perbuatan terdakwa terbukti bersalah sebagaimana diatur dan diancam pidana menurut Pasal 372
KUHPidana,"ucap JPU

Usai mendengarkan dakwaan JPU, lalu Majelis Haki menunda sidang dan akan di lanjutkan pekan depan (Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *