HEADLINE NEWS

Kategori

Korupsi Taman Wisata TRB dan TSS, Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution Jadi Saksi


Kabar 24Jam.Com
Sabtu29/02/2020
Medan-Bupati Kab. Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution, akhirnya datang memenuhi panggilan Jaksa untuk menjadi saksi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan objek wisata Taman Raja Batu (TRB)dan Tapian Siri-siri (TSS) Syariah, di Ruang  Kartika Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kemari siang

Kedatangan orang nomor satu di Kapaten Madina ini guna
memberikan kesaksian untuk terdakwa, Syahruddin selaku Plt. Kadis PUPR Madina, Hj. Lianawaty Siregar dan Nazaruddin Sitorus selaku PPK.

Dalam keterangannya di hadapan Majelis Hakim diketuai Irwan Effendi, Bupati Dahlan dengan rinci menjelaskan perihal keberadaan bangunan TRB dan TSS. Dahlan menyebut,  kalaun dirinya yang menggagas kedua objek wisata tersebut.

"Saya sendiri yang membuat nama Tapian Siri-siri Syariah dan ide dasarnya dari saya. Pengerjaannya dimulai tahun 2015," kata bupati.

Dahlan menjelaskan, anggaran pembangunannya ditampung di APBD tahun 2016 dan hingga saat ini bangunan masih berfungsi dan digunakan untuk berbagai acara pemerintahan Pemkab Madina. "Secara bertahun-tahun itu tempat itu digunakan untuk buat acara," tegas bupati.

Diungkapkannya, pemilihan tempat kedua objek wisata dikarenakan tanahnya selama ini sudah lama terlantar dan kebetulan berdekatan dengan komplek perkantoran Bupati Madina.

Selama dua bulan, kata bupati, alat berat dikerahkan untuk mengerjakan bangunan itu. "Alat berat dipakai untuk TSS sebelum Maret 2016. Untuk TRB saya tidak tahu. Saya tidak tahu ada penunjukan atau pengadaan langsung," ujarnya.

Dahlan mengaku  tidak mengetahui, apakah ada alat berat dianggarkan pada R-PABD 2016. 

Usai memberikan keterangan, bupat langsung keluar dari gedung belakang Pengadilan Negeri Medan, tempat biasanya keluar masuknya mobil tahanan.

Saat diikuti sejumlah wartawan, Bupati berjalan cepat menuju mobil yang sedang menunggunya di belakang pintu belakang PN Medan.  Namun sayang Bupati ituenggan berkomentar saat ditanyai awak media.

Sementara, Kuasa Hukum Pemkab Madina, Syafaruddin Hasibuan yang mendampingi Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution, membenarkan, bahwa Dahlan hadir di PN Medan atas inisiatif sendiri.

"Hari ini bupati hadir, beliau datang atas inisiatif sendiri. Perlu saya tegaskan, ketidakhadiran bupati sebelum-sebelumnya karena ada tugas dan kami melayangkan surat resmi ke Kejari Madina dan Kejatisu. Bahkan ke Kantor Gubsu juga kami beritahukan," kata Syafaruddin Hasibuan.

Ia mebenyebut, ketidak hadiran bupati karena memang ada kegiatan pemerintahan. "Jadi segala suratnya itu sudah kita sampaikan. Mungkin jaksa yang di Madina dan yang di Kejatisu yang kurang koordinasi," ujar Syafaruddin.(Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *