HEADLINE NEWS

Kategori

KETUA UMUM PBBD : CALON PENGANTIN HARUS BAWA SURAT BEBAS NARKOBA.


Kabar 24jam.com.
Medan.17/02/2020.

     Ketua umum Perserikatan Bangso Batak SeDunia mengimbau agar para pemuka Agama, baik di Gereja-geraja, Kantor Urusan Agama (KUA) bahkan para orangtua yang akan menikahkan anaknya, agar meminta Surat Keterangan Bebas Narkoba dari pihak Rumah Sakit Daerah setempat. Khusus kepada para pemuka Gereja dan KUA agar jangan menikahkan pasangan calon pengantin, tanpa ada Surat Keterangan Bebas Narkoba tersebut.

   Hal itu dikatakan Taulim P. Matondang sebagai Ketua umum PBBD, setelah beberapa lama mengamati tentang ganasnya bahaya Narkoba yang mengancam generasi muda penerus bangsa.

   Menurutnya, sudah banyak contoh bagaimana pasangan muda yang terpaksa nikah di kantor polisi, karena harus mempertanggungjawabkan perbuatanya didepan hukum karena menjadi pengedar Narkoba. Hal itu, bukan terjadi kepada calon pengantin pria saja. Karena wanita pun sudah banyak menjadi pengedar Narkoba.

   Yang lebih ironis lagi, bahwa akibat ketergantungan Narkoba, apalagi melalui alat suntik, mereka sangat rentan mengidap virus HIV AIDS.

   Kewaspadaan dan pencegahan harus dilakukan sejak dini dan menurut Taulim, cara dengan Surat Bebas Narkoba, diharapkan untuk menyelamatkan generasi muda khususnya calon pasangan suami istri agar tidak sampai melahirkan generasi-generasi rusak.

   Peredaran Narkoba di Indonesia saat ini sudah sangat menghawatirkan. Sepertinya, aparat hukum pun sangat kewalahan mengatasi peredaran Narkoba  ini. Artinya, para bandar dan pengedarpun lebih licik menghadapi aparat hukum. Kita bisa lihat di media-media bahwa sasaran bandar narkoba adalah anak-anak dibawah umur. Mereka diperdaya karena faktor ekonomi, putus sekolah dan penganggura. Yang pasti penegak hukum juga harus ekstra hati-hati melakukan penindakan terhadap anak-anak dibawah umur ini.

   Sejarah Narkoba, pada masa perang pasukan Nazi sudah dipakai sebagai dopping. Dibawah kepemimpinan Hitler, Narkoba jenis Ekstasi dipakai sebagai alat dopping bagi serdadu-serdadunya, agar berani walau diluar kesadaran.

   Jadi, bukan tidak mungkin kalau tanpa sadar, kita sudah masuk perangkap mesin pembunuh oleh negara-negara asing, yang menginginkan kehancuran bangsa Indonesia tanpa melalui perang sesungguhnya.
 
    Ingat. Narkoba jenis Sabu-sabu masuk ke Indonesia dari negara asal China. Indonesia adalah konsumen Sabu-sabu terbesar produksi China.

    Untuk itu, seluruh komponen bangsa, baik para orangtua, guru-guru, tokoh agama, terutama aparatur negara agar benar-benar serius menanggulangi bahaya Narkoba ini.

   Sekali lagi, khusus kepada calon pengantin agar diwajibkan membawa Surat Keterangan Bebas Narkoba sebelum dinikahkan menurut hukum Agama atau yang hukum yang ada di NKRI. Begitu juga para orangtua agar lebih meningkatkan pengawasan kepada anak-anaknya, jangan sampai terjun kedunia pergaulan bebas. ( red )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *