HEADLINE NEWS

Kategori

Kejati Sumut Ciduk Buronan Kasus Korupsi Waterpark Nisel di Mall Avenue Pantai Indah Kapuk Jakut


Kabar24Jam.Com
Selasa 18/02/2020
Medan-Direktur PT Rejo Megah Makmur Engineering Johanes Lukman Lukito terpidana kasas korupsi Water Park Kabupaten Nias Selatan (Nisel), senilai Rp 8,7 miliar hanya bisa pasrah diciduk tim Pidsus Kejati Sumut, dan tim Intel Kejari Nias Selatan di Mall Avenue Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara Rabu (12/2) siang

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut Sumanggar Siagian Selasa (18/02) sekira Jam 00.20 Wib mengatakan penangkapan terpidana kasus korupsi pembangunan proyek Water Park yang bersumber dari Penyertaan Modal APBD Pemkab Nisel TA 2015 sebesar Rp17.952.000.000,- kepada PT Bumi Nisel Cerlang, yang merupakan perusahaan BUMD milik Pemkab Nias Selatan.

"Terpidana tidak kooperatif
untuk menjalani proses hukum sesuai putusan Kasasi di Mahkamah Agung No.593 K/Pid.Sus/2019, tertanggal 21 Mei 2019, yang menghukumnya selama 4 tahun penjara dan setelah putusan tersebut, terpidana dalam status tahanan kota melarikan diri dan hidupnya  selalu berpindah tempat,"ujar Sumanggar

Sumanggar menjelaskan
selain dihukuman 4 tahun penjara,terpidana juga dikenakan membayar denda senilai Rp200 Juta subsidair 4 bulan kurungan serta membayar sisa uang pengganti senilai Rp3.390.698.714,- 

Lebih lanjut dijelaskan Sumanggar, Direktur PT Rejo Megah Makmur Engineering Johanes Lukman Lukito sebelumnya telah membayar uang pengganti senilai Rp4.500.000.0000,- dari total keseluruhan uang pengganti senilai Rp7.890.698.714,- dan sisa uang pengganti yang belum dibayar terpidana adalah senilai Rp3.390.698.714,-.

"Bila nantinya terpidana tidak sanggup membayar sisa uang pengganti senilai Rp3.390.698.714,- dalam kurun waktu selama 1 bulan, maka harta benda terpidana disita dan dilelang oleh Jaksa untuk menutupi uang penganti. Dan jika pun terpinada tidak mempunyai harta  maka terpidana harus menjalani hukuman pidana penjara selama 4 tahun,"sebut Sumanggar

Dikatakannya, terpidana Johanes Lukman Lukito sebelum di gelandang ke Kejati Sumut meminta agar tim Pidsus Kejati Sumut, bersama tim Intel Kejari Nias Selatan terlebih dahulu bertemu dengan penasehat hukumnya,

Selanjutnya setelah menjelaskan kepada penasihat hukum terpidana, akhirnya sekira Jam 17.00.Wib Johanes Lukman Lukito dapat dibawa menuju Bandara Soekarno Hatta dan selanjutnya diterbangkan ke Bandara Kuala Namu Deli Serdang sekira Jam 20.00 Wib.

"Tim Pidsus Kejati Sumut,
bersama tim Intel Kejari Nias
Selatan sampai di Medan sekira
Jam 23.00 Wib, dan untuk memastikan terpidana sehat tim Kejatisu langsung membawa terpidana ke RS Mitra Sejati untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan,"ucap Sumanggar

Setelah melakukan proses administrasi di Kejati Sumut, terpidana Johanes Lukman Lukito langsung dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Khusus Tanjung Gusta Medan untuk melani hukuman selama 4 tahun

"Untuk menjalani hukumannya
selama 4 tahun,terpidana langsung kita dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta Medan," pungkas Sumanggar

Diketahui, dalam perkara kasus korupsi Proyek pembangunan Water Park yang terletak di Kelurahan Pasar Teluk Dalam, Kecamatan Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan (Nisel) terpidana Johanes Lukman Lukito tidak sendiri melainkan bersama Yulius Dakhi selaku Direktur PT Bumi Nisel Cerlang (BNC) yang merupakan rekanan Pemkab Nisel 

Hanya saja pada 1 November 2017 lalu Yulius Dakhi telah selesai menjalani hukumannya selama 1 tahun 3 bulan penjara dan membayar denda Rp50 juta subsider satu bulan penjara. (Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *