HEADLINE NEWS

Kategori

Kasus Suap Walikota Medan Nonaktif Ibarat Makan Buah Simalakama


Kabar 24Jam.Com
Sabtu 16/02/2020
Medan-Ibarat makan buah simalakama, di makan mati mamak tak dimakan mati Bapak,  itulah ungkapkan tim penasihat hukum (PH) terdakwa Sulaiman Mahendra, Doni Hendra Lubis, ketika menyampaikan nota pembelaan (pledoi) terdakwa
Isa Ansyari mantan Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan dalam perkara kasus suap Walikota Medan nonaktif T Dzulmi Eldin 

Selain itu dalam sidang
lanjutan dengan agenda nota pembelaan (pledoi) Kamis (13/2) di Ruang Utama Pengadilan Tipikor Medan, fakta lain juga terungkap dipersidangan, bahwa kebanyakan kepala dinas di lingkungan Pemko Medan mengaku ada memberikan uang kepada walikota melalui Samsul Fitri agar agar bisa menjabat sebagai Kadis

Pada kesempatan tersebut, tim PH terdakwa dari Kantor Advokat Dr Adimansar itu bermohon agar majelis hakim diketuai Abdul Azis nantinya menjatuhkan vonis bebas kliennya.

Dikakatannya, bila berpendapat lain, Majelis dimohonkan agar menjatuhkan vonis seringan-ringannya. Sebab selama persidangan terdakwa korperatif agar perkara suap terhadap orang pertama di Pemko Medan tersebut terang-benderang.

Dalam kesempatan tersebut, majelis hakim juga memberikan waktu kepada terdakwa Isa Ansyari menyampaikan pledoi atas dirinya. Kedua bola mata terdakwa tampak ‘berkaca-kaca’ ketika membacakan pledoi tersebut. Dalam perkara tersebut Isa Ansyari mengaku tidak berdaya.

 Walaupun dengan kata minta bantuan, dia meyakini bahwa uang yang diberikan melalui Samsul Fitri ditujukan kepada T Dzulmi Eldin.

Isa juga menyampaikan permohonan serupa agar nantinya divonis bebas atau seringan-ringannya. Karena dia juga memiliki tanggung jawab menafkahi istri dan anaknya.

Usai penyampaian pledoi. menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim.Abdul Azis, tim Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan tidak menyampaikan jawaban atas pledoi PH terdakwa (replik) secara tertulis. Melainkan lisan.

Tim Penuntut KPK menyatakan, tetap pada materi tuntutan yang dibacakan pada persidangan pekan lalu. Hal serupa juga disampaikan tim PH terdakwa. Yakni tetap pada materi pledoi yang baru disampaikan. Sidang dilanjutkan Kamis, (27/2/2020) mendatang dengan agenda pembacaan vonis.

Sebelumnya, terdakwa Isa Ansyari warga Jalan STM Gang Persatuan, Kelurahan Sitirejo II, Kecamatan Medan itu dijerat pasal berlapis. Yakni Pasal 13 dan Pasal 5 Ayat (1) Huruf a UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001.

KPK menetapkan Isa Ansyari melalui Kasubbag Protokoler Syamsul Fitri Siregar sebagai pemberi suap secara bertahap Maret hingga Oktober 2019 kepada Dzulmi Eldin dengan total Rp530 juta. Perkara suap tersebut terungkap setelah T Dzulmi Eldin terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh penyidik antirasuah. Di antaranya terkait kasus untuk menutupi biaya perjalanan dinas walikota ke Kota Ichikawa Jepang.(Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *