HEADLINE NEWS

Kategori

Kasus Suap Bupati Pakpak Bharat, Tiga Terdakwa Divonis 2 Tahun Penjara.


Kabar24Jam.Com
Senin10/02/2020
Medan- Anwar Fuseng Padang, selaku kontraktor  pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kab. Pakpak Bharat terlihat pasrah divonis hakim dengan hukuman 2 tahun penjara dalam sidang di Ruang Cakra Utama Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (10/2) sore.

Anwar Fuseng selaku Wakil Direktur CV Wendy, dinyatakan terbukti memberikan suap kepada Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu terkait pekerjaan proyek infrastruktur pada Dinas PUPR Kab. Pakpak Bharat tahun 2018

"Menjatuhkan terhadap terdakwa dengan pidana 2 tahun penjara," tandas majelis hakim diketuai Azwardi Idris.

Dalam amar putusannya Majelis Hakim menyebutkan, Anwar Fuseng yang merupakan warga Jambu Mbellang, Desa Siempat Rube II, Kec. Siempat Kab. Pakpak Bharat, memberikan uang ke Remigo sebesar Rp300 juta untuk mendapatkan paket pekerjaan di Dinas PUPR Kab. Pakpak Bharat berupa Pengaspalan Jalan Wisata Lae Mbilulu (Traju-Sumbul-Lae Mbilulu). 

Sedangkan dalam sidang terpisah, dua terdakwa lain yakni Dilon Bancin yang juga merupakan kontraktor dan Gugung Banurea staf di Dinas PUPR Pakpak Bharat, juga terlihat pasrah dijatuhi hukuman masing-masing 2 tahun penjara. Kedua terdakwa memberikan suap sebesar Rp720 juta kepada Remigo.

"Ketiga terdakwa, dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 3 jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 terhubung dengan  UU No 20 tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," kata hakim.

Selain di vonis 2 tahun penjara Hakim juga membebankan para terdakwa membayar denda sebesar Rp100 juta. Bila tidak dibayarkan, diganti dengan hukuman penjara  selama 3 bulan.

Diketahui putusan yang dijatuhkan hakim sama dengan tuntutan jaksa KPK yang meminta para terdakwa dihukuman 2 tahun penjara dan subsider 6 bulan penjara. 

Hanya saja, dalam putusan tersebut, Majelis Hakim hanya mengurangi subsider denda menjadi 3 bulan penjara.

Atas putusan itu, terdakwa menyatakan pikir-pikir. Dan begitu juga Jaksa dari KPK. Selanjutnya usai mendengan jawaban para terdakwa dan Jaksa Majelis Hakim langsung menutup persidangan.

Sementara usai sidang Penasehat Hukum terdakwa Anwar Fuseng, Aliando Boang Manalu menyayangkan putusan hakim tidak melihat dari awal BAP. 

"Hakim tidak melihat dari awal BAP bagaimana klien kami ini begitu kooperatif. Selama kami ikuti persidangan, klien kami selalu hadir tidak ada alasan sakit kalau dipanggil. Kemudian, banyak juga nama dalam kasus ini, tapi tidak disebutkan. Untuk itu kami masih pikir-pikir," ungkapnya usai persidangan.(Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *