HEADLINE NEWS

Hakim Main Ponsel dan Larang Wartawan Liputan. KY : Arif, Jangan Hanya Mengharapkan Penghormatan



Kabar 24Jam.Com
Kamis 06/02/2020
Medan-Terkait hakim main
ponsel dan larang wartawan liputan di Pengandilan Negeri (PN) Medan disoal dan berbuntut panjang.

Menyikapi hal tersebut Komisi
Yudisial (KY) meminta oknum hakim harus arif dan bijaksana melayani masyarakat tidak ada lagi sikap arogansi di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Pernyataan itu langsung disampai
kan Koordinator Komisi Yudisial Wilayah Sumut Syah Rijal Munthe yang menyikapi prilaku Ketua Majelis Hakim Akhmad Sayuti tidak melarang hakim anggota Saidin Bagariang yang bermain ponsel dan melarang sembari mengancam wartawan yang meliput dikeluarkan dari arena sidang apabila tidak memakai id card dari PN Medan.

"Jadikan masyarakat itu benar-benar diperlakukan dengan baik tidak ada lagi arogansi di sana (Pengadilan Negeri Medan-red)," kata Syah Rijal Munthe saat di konfirmasi wartawan di Kantor KY Sumut, Jalan STM, Kecamatan Medan Johor, Kamis (6/2) siang

Ia menegaskan Ketua Majelis Hakim seyogianya mengingatkan hakim anggota saat proses sidang berlangsung, jangan hanya mengharapkan penghormatan.

"Ketua seharusnya mengingatkan lah anggota-anggotanya. Bagaimana masyarakat menghormati pengadilan kalau majelis juga tidak di hormati. Selama ini kan mereka (Hakim-red) merasa mengharapkan penghormatan dari masyarakat pencari keadilan dan mereka sendiri kadang kurang menjaga sebenarnya, mungkin entah lupa," sebutnya.

Rijal menerangkan hakim berhak mengeluarkan pengunjung sidang jika membuat keributan namun harus arif dan bijak.

"Memang itu hak dia, tapi kalau orang dikeluarkan kalau orang membuat onar, kalau sekedar hadir saja kan tidak boleh seperti itu kurang arif tidak bijaklah, kan bisa dikomunikasikan," tuturnya.

Kendati demikian, Komisi Yudisial Sumut menyarankan setiap pihak harus menghormati setiap proses persidangan yang berlangsung, begitu juga hakim.

"Pengadilan itu kan artinya dalam persidangan semua pihak bukan hanya hakim, semua wajib mentaati tidak boleh bermain hand phone, tidak boleh membuat ke onaran, rusuh, harus tertiblah istilahnya," ucapnya.

Dikatakan Syah, hakim-hakim PN Medan harus lebih bijaksana dikarenakan PN Medan kategori Kelas-1A ditambah hakim bekas ketua pengadilan di daerah seharusnya lebih mengerti.

"Himbauan saya, namanya ini pengadilan kelas-1A, khususnya harus lebih bijaksanalah kita menyikapi tidak bisa tidak. Hukum ini kan ibarat benda mati pelaksananya kan mereka, jadi lebih arif lah apalagi mereka ini bekas-bekas ketua di daerah sudah paham lika-liku masyarakat jadi komunikasi yang baik saja jangan terlalu, apalagi ke masyarakat, lebih woles lah bijaksana berikan pengadilan ini jadi tempat terakhir tempat pencari keadilan," harap Koridinator KY Sumut Syah Rijal Munthe.

Mengutip keputusan bersama Ketua MA RI dan Ketua KY RI tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim dalam poin 3.Berprilaku Arif dan Bijaksana dalam penerapan butir 1. Hakim wajib menghindari tindakan tercela.

Sebagai mana diberitakan sebelumnyan Ketua Majelis Hakim Ahmad Sayuti membiarkan hakim anggota bermain hand phone (HP) saat proses sidang pencemaran nama baik melalui Fb. Anehnya lagi saat wartawan meliput diancam tidak di boleh liputan di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Pada hal saat itu, wartawan telah menggantungkan id card di leher. Namun Ahmad Sayuti bersikeras dan menegaskan id card harus yang berasal dari PN Medan. Sementara amatan media hakim anggota Saidin Bagariang asik bermain hand phone saat proses persidangan dibiarkan begitu saja.

"Mana id card mu, bukan itu yang dari depan. Besok kalau tidak ada id card saya suruh keluar," kata Ketua Majelis Hakim Ahmad Sayuti dengan menghardik sejumlah wartawan, Rabu (5/2/2020) di Ruang Cakra IV.

Humas PN Medan Tengku Oyong yang di konfirmasi wartawan menyebutkan akan menanyakan persoalan tersebut kepada Ketua Pengadilan Negeri (PN) Medan.

"Barangkali saya nanti konfirmasi dulu, pada perinsipnya memang ada tertibnya. Di pengadilan ini kan mesti ada pengenal, mungkin barangkali dari media belum ada datanya masing-masing di sini nanti saya konfirmasi ke pimpinan," tutur Oyong yang juga hakim PN Medan.

Ia pun menuturkan akan membagikan id card karena ramainya orang mengunjungi pengadilan.

"Tapi intinya id nya akan tetap kita bagi, kita tak tahu orang ini apa kepentingan kemari," imbuhnya.

Ditanyakan, hakim anggota bermain hp saat jalannya persidangan namun ketua majelis hakim tidak melarangnya.

"Pada prinsipnya ngak boleh, menurut KHUP yang mengendalikan jalannya persidangan ketua majelis, ya kalau dia tahu metisnya harus ditegur, kalau dia ngak lihat ngak tahu lah. Seyogianya jangan saat sidang" jawab Humas Oyong.

Sementara itu, saat wartawan menemui securiti dibagian depan pintu PN Medan untuk meminta id card wartawan.

"Ngak ada lagi ketua," ujar securiti yang enggan menyebutkan namanya.(Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *