HEADLINE NEWS

Gegara Tak Sanggup Bayar Utang, Dimas Bunuh Cewek Pekerja Sales Mobil



Kabar 24Jam.Com
Sabtu 15/02/2020
Medan-Dimas Satrya Agung 
(36) warga Jalan SM Raja Gang
Aman Nomor 70, Kelurahan Sitirejo II Kecamatan Medan Amplas terdakwa kasus pembunuhan seorang cewek pekerja sales mobil, tertunduk lesu di kursi pesakitan mendengar dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Ruang Kartika Pengadilan Negeri Medan Kamis (13/02/2020) Sore

Jaksa Penuntut Umum (JPU) 
Kharya Saputra dalam dakwaannya menuturkan, kasus pembunuhan yang di lakukan terdakwa terhadap korban Herriawati Farida dikarnakan hanya gara-gara belum sanggup bayar utang.

"Awalnyan terdakwa kenal dengan saksi korban Herriawati Farida pada saat terdakwa bekerja sebagai sales mobil yang sedang pameran di Medan Fair,"ujar JPU

Kamudian terdakwa menghampiri saksi korban Herriawati Farida untuk meminta brosur mobil, sehingga terjadi perkenalan dan percakapan antara korban dengan terdakwa. 

"Dipameran mobil itu, korban menawarkan kepada terdakwa, apabila mau menggadai sesuatu, korban bisa nerimanya," ucap JPU dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Mian Munthe 

Selanjutnya sebut JPU,
sebulan kemudian terdakwa datang
menggadaikan sepeda motornya kepada korban untuk meminjam uang dan terdakwa berjanji secepatnya untuk mengembalikan uang yang dipinjamnya.

Namun setelah jatuh tempo, terdakwa datang menemui korban dan terdakwa mengatakan belum sanggup membayar hutang dan terdakwa minta tempo, hanya saja korban menolak.  

"Karna terdakwa tak menepati janji,  korban mengatakan akan memberitahukan kepada istri dan keluarga terdakwa,"sebut JPU 

Mendengar perkataan korban, terdakwa panik langsung mengambil kursi meja makan dan langsung memukulkan kursi itu ke bagian belakang tubuh korban, hingga korban terjatuh dan menjerit minta tolong sambil merangkak di lantai.

Lebih lanjut, JPU menyelaskan, tak sampai disitu, mengetahui korban menjerit, terdakwa menutup mulut korban dengan menggunakan kedua tangannya, setelah itu terdakwa kembali membekap mulut korban dengan kain. 

Melihat korban masih bergerak, terdakwa mengambil pisau dapur dan menusuk leher korban sebanyak 4 kali hingga tembus ke leher sebelah kanan, 

"Melihat korbam belum juga tewas, terdakwa kembali lagi menusuk leher korban dan akhirnnya korban terkapar  bersimbah darah dilantai,"beber JPU

Diakhir pembacaan dakwaannya, JPU kembali menyebutkan, setelah melihat korban mergang nyawa bersimbah darah, terdakwa langsung melarikan diri dan akhirnya palisi mengangkap terdakwa.

"Perbuatan terdakwa terbukti bersalah sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 340 dan atau Pasal 338 KUHPidana" ujar Jaksa. 

 Usai mendengarkan dakwaan dari JPU, Majelis hakim menutup persidangan hingga pekan depan. "Sidang kita tunda dan dilanjutkan sampai pekan depan dengan agenda keterangan saksi dari JPU," ucap hakim sambil mengetukkan palunya (Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *