HEADLINE NEWS

Kategori

Gegara Ditegur Bawak Hewan Curian, Zul Bunuh Paman, Cuma Hanya Dituntut 5 Tahun Penjara


Kabar24 Jam.Com
Kamis 20/02/2020
Medan- Zulfadly (27) warga Jalan Karang Sari, Komplek Purna Bakti, Kec Medan Polonia terdakwa kasus pembunuhan paman kandungnya cuma hanya dituntut hukuman selama 5 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rocky Sirait 

Dalam tuntutanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rocky Sirait menjelaskan terdakwa tak terbukti bersalah sebagai mana diatur dalam pasal 338 KUHPidana. Namun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rocky Sirait menilai perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar  pasal 351 KUHPidana. 

"Meminta kepada ketua majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman 5 tahun penjara kepada terdakwa," sebut JPU Rocky dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Syafril Batubara, saat bersidang di Ruang Cakra V, Rabu (19/2) sore

Usai JPU membacakan tuntutannya Majelis Hakim menunda sidang dan akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembelaan. "Sidang kita tunda sampai pekan depan dengan agenda pembelan dari terdakwa,"sebut Majelis Hakim sembari mengetukkan palunya.

Sebelumnya diketahui, dalam dakwaan Jaksa menjelaskan bahwa terdakwa Zulfadly tidak terima dimarahi oleh korban (pamannya) karena telah membawa hewan curian berupa ayam dan entok kedalam rumah. 

"Terdakwa dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain yaitu korban Nizam," tegas Jaksa. 

Jaksa melanjutkan, kasus bermula pada hari Juli 2019 lalu, yang dimana terdakwa bersama dengan saksi Agus Trianda dan saksi Ferdi alias Uci datang kerumah korban (korban Nizam) yang terletak di Jalan Teratai Gang Bunga No. 121 Kelurahan Sarirejo Kecamatan Medan Polonia dengan membawa ayam dan entok. 

"Saat tiba dirumah korban, terdakwa bertemu dengan korban kemudian korban menegur terdakwa dengan mengatakan “ kenapa kau bawa-bawa hewan curian kerumah ini “, dan dijawab terdakwa “ ini rumah ayahku juga, ada hak ku disini," tutur Jaksa. 

Selanjutnya antara terdakwa dan korban terjadi pertengkaran mulut, kata jaksa, kemudian tiba-tiba korban langsung menyerang terdakwa dengan cara mencakar leher terdakwa dengan membabi buta sambil menundukkan badannya, melihat korban melakukan perbuatan tersebut kepadanya. 

"Kemudian terdakwa melakukan perlawanan dengan cara memukul dan meninju korban kearah bagian kepala belakang secara berulang-ulang, saat terjadi pertengkaran antara terdakwa dan korban kemudian saksi Agus Trianda dan saksi Ferdi alias Uci serta saksi Rizky Atrasyah yang saat itu berada ditempat tersebut langsung melerai pertengkaran terdakwa dan korban," ujar Jaksa. 

Masih membaca dakwaan, Jaksa melanjutkan, setelah itu korban pergi meninggalkan terdakwa dalam keadaan sempoyongan masuk kedalam kamarnya, oleh karena saat itu terdakwa masih emosi terhadap korban sehingga terdakwa mengambil serta melemparkan sebuah kursi plastik serta dua buah batu bata kearah kaca rumah korban. 

Sehingga kaca rumah menjadi pecah, kemudian terdakwa pergi menemui korban kekamarnya namun pintu kamar dikunci dari dalam, sehingga terdakwa mengedor-ngedor pintu kamar korban namun korban tidak keluar dari dalam kamar, oleh karena korban tidak keluar dari dalam kamarnya sehingga terdakwa pergi meninggalkan korban dari rumah tersebut. 

setelah terdakwa pergi tidak berapa korban keluar dari dalam kamar dengan keadaan sempoyongan dan akhirnya terjatuh dan tergeletak dilantai depan kamar, selanjutnya warga memberi pertolongan kepada korban  dengan membawa korban kerumah sakit, namun setelah tiba dirumah sakit dan diberi pertolongan akhirnya korban meninggal dunia. 

"Sesuai dengan Visum yang menyimpulkan dari hasil pemeriksaan luar dan dalam penyebab kematian korban adalah akibat ruda paksa tumpul pada puncak kepala dan kepala bagian belakang kiri yang menyebabkan perdarahan pada pangkal batang otak dan otak kecil dan odema selebri diserta ruda paksa tumpul pada leher dan dada sebelah kiri yang menyebabkan patahnya tulang dada sebelah kiri," tutup Jaksa (Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *