HEADLINE NEWS

Gegara Dilarang Bawak Hewan Curian Kedalam Rumah, Keponakan Bunuh Paman



Kabar24Jam.Com
Sabtu 01/02/2020
Medan-Zulfadly (27) warga
Jalan Karang Sari, Komplek Purna Bakti,Kecamatan Medan Polonia,
terdakwa kasus pembunuhan
terhadap paman kandungnya sendiri 
tak menunjukkan rasa penyesalannya walaupun harus duduk dikursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU)
Rocky Sirait dalam dakwaannya menyebutkan awalnya terdakwa Zulfadly membunuh pamannya sendiri karna tidak terima dimarahi  karena telah membawa hewan curian berupa ayam dan entok kedalam rumah. 

"Terdakwa terbukti bersalah dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain yaitu korban Nizam," sebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rocky Sirait di hadapan Majelis yang diketuai Syafril Batubara, di Ruang CakraV, Pengadilan Negerin (PN) Jumat (31/1) siang

Lebih lanjut JPU menyebutkan, kasus ini terjadi pada bulan Juli 2019 lalu, yang dimana terdakwa bersama dengan saksi Agus Trianda dan saksi Ferdi alias Uci datang kerumah korban ( Nizam) yang berada di Jalan Teratai Gang Bunga No. 121 Kelurahan Sarirejo Kecamatan Medan Polonia dengan membawa ayam dan entok. 

"Saat tiba dirumah korban, terdakwa bertemu dengan korban (Paman Terdakwa) kemudian korban menegur terdakwa dengan mengatakan, "kenapa kau bawa-bawa hewan curian kerumah ini," bilang korban. Dan lalu dijawab oleh terdakwa. "Ini rumah ayahku juga, ada hak ku disini," Jawab korban yang di tutur JPU dalam persidangan.

Selanjutnya jelas JPU, antara terdakwa dan korban terjadi pertengkaran mulut, kemudian tiba-tiba dengan membabi buta korban langsung menyerang dan mencakar leher terdakwa, melihat korban melakukan perbuatan tersebut kepadanya, kemudian terdakwa melakukan perlawanan dengan cara memukul/meninju korban kearah bagian kepala belakang secara berulang-ulang,

"Saat terjadi pertengkaran yang berujung adu fisik antara terdakwa dan korban kemudian saksi Agus Trianda dan saksi Ferdi alias Uci serta saksi Rizky Atrasyah yang saat itu berada ditempat kejadian langsung melerai perkelahian antara terdakwa dan korban," ujar JPU. 

Masih dalam dakwaan JPU, setelah
itu korban yang masih dalam keadaan sempoyongan pergi meninggalkan terdakwa, masuk kedalam kamarnya. Namun karena saat itu terdakwa masih emosi sehingga terdakwa mengambil sebuah kursi plastik dan dua buah batu bata, lalu terdakwa melempar kan kursi dan batu bata itu kearah kaca rumah korban. 

Akibatnyan kaca rumah korban pecah.Setelah itu terdakwa mendatangi korban kekamarnya hanya saja pintu kamar korban dikunci dari dalam. "Terdakwa mengedor-ngedor pintu kamar korban namun korban tidak keluar dari dalam kamar,"sebut JPU.

JPU kembali menjelaskan, karena korban tidak keluar dari dalam kamarnya sehingga terdakwa pergi meninggalkan korban dari rumah tersebut. Hanya saja setelah terdakwa pergi, tidak berapa lama korban keluar dari dalam kamar, dengan keadaan sempoyongan

"Korban dengan seketika terjatuh dan tergeletak dilantai depan kamar, selanjutnya warga yang mengetahui memberi pertolongan, dan korban di bawak kerumah sakit. Tak berapa lama tiba dirumah sakit, setelah diberi pertolongan medis akhirnya korban menghembuskan nafasnya,"beber JPU 

Selain itu di hadapan Majelis yang diketuai Syafril Batubara, JPU kembalin menjelaskam, sesuai dengan hasil Visum  menyimpulkan dari hasil pemeriksaan luar dan dalam penyebab kematian korban adalah akibat terkena hantaman benda tumpul pada bagian kepala bagian atas dan belakang kiri yang menyebabkan perdarahan pada pangkal batang otak dan otak kecil dan odema selebri.

Tak hanya itu, kata JPU, penyebab kematian korban juga di sebabkan tulang leher dan  tulang dada sebelah kiri korban patah

"Untuk kasus ini, terdakwa terbukti melakukan pembunuhan terhadap
korban Nizam dan diancam dengan pasal 338 KUHPidana,"pungkas JPU (Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *