HEADLINE NEWS

Kategori

Terdakwa kasus Undang- Undang ITE Sebut: Optimis di Bebeskan Hakim


Kabar 24Jam.Com
Medan 04/02/2020
Medan- Febi Nur Amelia terdakwa kasus pencemaran nama baik melalui fitur Instagram story miliknya di akun @feby2502, karna menagih utang kepada Fitriani Manurung sebesar Rp 70 Juta yang sampai saat ini belum dibayar kembali menjalani persidangan di Ruang Cakra 5, 
Pengadilan Negeri Medan (PN) Selasa (4/1) sore

Dalam sidang yang beragendakan 
keberatan (eksepsi) Jaksa Penuntut Umum (JPU) Randy Tambunan  dengan tegas menyatakan keberatan (eksepsi) dari penasehat hukum terdakwa.

Kepada Majelis Hakim Randy juga  meminta untuk memeriksa dan mengadili perkara tindak pidana Febi Nur Amelia, karena dengan sengaja tanpa hak mendistribusikan, mentranfusikan informasi elektronik, dokumen elektonik yang memuat penghinaan atau pencemaran nama baik.

Kepada Majelis Hakim yang di ketuai Sri Mulyani Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan surat dakwaan JPU telah memenuhi Pasal 143 ayat 3 huruf b KUHAP. 

"JPU menetapkan keberatan penasehat hukum terdakwa ditolak, karena tidak sesuai dengan Pasal 150 ayat 1 KUHAP, hal itu tidak berdasarkan peraturan perundang undangan yang berlaku," ujar Randy kepada Ketua Mejelis Hakim Sri Mulyani.

Usai mendengar pernyataan JPU Ketua Majelis Hakim Sri Wahyuni selanjutnya menunda sidang dan  akan dilanjutkan, Senin (11/1) pekan depan, dengan agenda putusan sela.

Sementara itu Usai sidang, terdakwa Febi Nur Amelia ketika ditanya wartawan mengatakan dan berharap hukum ditengakkan seadil adilnya. Dia juga berharap  bisa dibebaskan dalam kasus yang membelitnya.

"Insyaallah saya dibebaskan. Harapan saya semoga hakim bisa kasih keputusan yang seadil adilnya. untuk saya," ujar Febi kepada wartawan usai persidangan.

Selain Feby rasa optimis juga disampaikan Penasehat Hukum Febi Indra Gunawan Purba, dia mengatakan pihaknya punya bukti kuat bahwa korban Fitriani Manurung memiliki hutang pada klienya.

"Buktinya transfer E- banking sudah kita sampaikan pada proses penyelidakan polisi, ada bukti tranfer ke suami pelapor karena memang awalnya meminjam uang itu, untuk kebutuhan suami," ujar Indra Gunawan

Indra mengatakan bukti tersebut akan disampaikan, melalui saksi saksi pada sidang selanjutnya.

"Jadi kalau kemudian orang memperjuangan haknya menagih utang kemudian dipidana, menurut kita  itu menciderai rasa keadilan ,  menurut kita," ujar Indra menambahkan

"Tapi ini kan proses hukum, kita menghormati proses hukum dan saya meyakini  pengadilan merupakan rumah keadilan  bisa memberi keadilan pada kami," ujar Indra menutup bicaranya pada wartawan.

Sebelumnya di ketahui Febi didakwa melanggar UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE)  yang diatur dan diancam dengan Pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) UURI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas UURI Nomor 11 Tahun 2008 

“Bahwa terdakwa Febi Nur Amelia  ... dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/ atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Randi Tambunan dalam sidang dakwaan, di PN Medan, Senin (7/1/2020).

Dalam dakwaannya Randi juga mengatakan, kasus bermula, pada, Selasa (19/2/2019) pukul 21.00 Wib. Saat itu, korban Fitriani Manurung, mendapat laporan dari adiknya Haryati, bila terdakwa Feby melalui Instagramnya feby25052, membuat postingan yang berisi kalimat menagih hutang.

“SEKETIKA TERINGAT SAMA IBU KOMBES YG BELUM BAYAR HUTANG 70 JUTA TOLONG BGT DONK IBU DIBAYAR HUTANGNYA YG SUDAH BERTAHUN-TAHUN @FITRI_BAKHTIAR . AKU SIH Y ORANGNYA GK RIBET KLO LAH MMNG PUNYA HUTANG INI ORANG SUSAH BGT PASTINYA AKU IKHLASKAN TAPI BERHUBUNG BELIAU INI KAYA RAYA JADI HARUS DIMINTA DONK BERDOSA JUGA KLO HUTANG GK DIBAYAR KAN @FITRI_BAKHTIAR. Nah ini Yg punya Hutang 70 Juta Ini foto diambil sewaktu Dibandarjakarta Horor klo ingat yg beginian Mati nanti bakal ditanya lho soal hutang piutang,"tulis Febi di akun instagramnya.

Postingan  itu kemudian dianggap Fitriani mencemarkan nama baiknya, dia lantas  melaporkan peristiwa ini ke kantor polisi.

Di dalam dakwan, JPU Randi juga menyebutkan, permasalahan utang piutang, bermula  pada 12 Desember 2016. Menurut pengakuan terdakwa, korban meminjam uang kepadanya Rp 70 juta,  untuk promosi pekerjaan suaminya. 

" Uang  diberikan terdakwa  sebanyak dua tahap pertama Rp 50 juta dan selanjutnya dua Rp 20 juta," ujar Randi

Selanjutnya, pada 2017, Febi menagih utang Fitriani, tapi korban tak membayarnya dengan alasan belum memiliki uang.  Namun tak lama berselang  Fitriani memblokir akun Whatsapp dan nomor handphone Febi. 

Setelah dua tahun berlalu, Febi kembalimencoba menagih hutang kepada Fitriani, kali ini dilakukan lewat  Direct Massage instagram . Namun lagi lagi Fitriani kembali memblokir akun Instagram Febi.

“(Kemudian) terdakwa Febi Nur Amelia merasa kecewa dan membuat postingan tersebut agar saksi Fitriani Manurung melihat dan sadar untuk membayar utang kepada terdakwa,” ujar Randy (Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *