HEADLINE NEWS

Kategori

Empat Terdakwa Pencuri Uang Pemprov Sumut Rp1,6 Miliar Dituntut Berbeda


Kabar 24Jam.Com
Selasa18/02/2020
Medan-Jaksa Penuntut Umum (JPU) Jacky Octavianus Situmorang SH melalui Jaksa Ramboo Sinurat SH menuntut keempat terdakwa kasus pencurian uang pemprovsu senilai Rp1,6 miliar dengan dituntutan berbeda di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan. Senin (17/02) sore.

Adapun keempat terdakwa yakni Nico Demus Sihombing (24) dituntut 7 tahun penjara. Sedangkan terdakwa Musa Hardianto Sihombing (23) dan terdakwa Indra Haposan (34) dituntut 6 tahun 6 bulan penjara. Dan untuk terdakwa Niksar Sitorus (37) dituntut 6 tahun penjara.

JPU Rambo Sinurat SH menilai perbuatan keempat terdakwa telah melanggar Pasal 363 ayat (1) ke 4e KUHPidana.

"Yakni mengambil barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain dengan maksud untuk memiliki secara melawan hukum yang dilakukan oleh dua orang bersama-sama atau lebih yang untuk sampai pada barang yang diambil, dilakukan dengan merusak, memotong atau memanjat, atau dengan memakai anak kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan palsu," ucap JPU Ramboo Sinurat SH dihadapan majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik SH MH.

Usai mendengarkan tuntutan dari JPU Ramboo Sinurat SH, majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik SH MH memberikan kesempatan kepada keempat terdakwa untuk menyampaikan nota pembelaan pada sidang pekan depan.

"Saudara diberi kesempatan menyampaikan nota pembelaan. Sidang ditunda hingga minggu depan," kata Erintuah Damanik.

Sementara itu mengutip dakwaan dari JPU kasus raibnya uang Rp1,6 miliar itu terjadi pada 8 September 2019. Kejadian bermula saat Pembantu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Muhammad Aldi Budianto dan tenaga honorer Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Indrawan Ginting mengambil uang dari Bank Sumut.

Selanjutnya, uang disimpan di dalam mobil yang diparkir di halaman kantor gubernur. Aldi dan Indrawan kemudian kembali ke kantor dan meninggalkan uang di dalam mobil. Saat kembali, uang Rp1,6 miliar itu raib.

Kasus itu dilaporkan ke Polrestabes Medan. Pada Selasa (24/9/2019), polisi mulai menemukan titik terang. Sepekan kemudian tepatnya pada hari Selasa (01/10/2019) petugas kepolisian berhasil menangkap empat pelaku tersebut.

Akibat perbuatan para terdakwa maka Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Utara (BPKAD Provinsi Sumatera Utara mengalami kerugian sebesar Rp.1.692.987.500 (Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *