HEADLINE NEWS

Kategori

Disuruh Abang Kandung Ambil 3000 Butir Pil Ektasi, Adik Jadi Terdakwa


Kabar 24Jam.Com
Jumat 21/02/2020
Medan-Indra Syahputra Marpaung (26) warga Desa Sei Apung Jaya, Dusun V, Kecamatan Tanjung Balai terdakwa kasus kepemilikan 3000 pil ekstasi terdiam diadili di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri Medan Kamis (20/02) sore.

Dalam sidang yang beragendakan dakwaan JPU Lince Rosmini  mengatakan kasus ini bermula pada hari Senin (09/09/2019) sekitar 15.00 WIB, yang mana Irwan Syahputra Marpaung (DPO) yang merupakan abang kandung terdakwa menawarkan untuk menjemput pil ekstasi di Jalan Sudirman Km 3 Pantai Johor Tanjung Balai tepatnya di depan Pintu Indomaret Panca Karsa.

"Atas perintah abang kandungnya, terdakwa pergi menuju rumah Deni (berkas terpisah) agar menemaninya menjemput ekstasi dan menjanjikan apabila berhasil mengantarkan ekstasi upah tersebut akan dibagi dua," kata JPU di hadapan majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik.

Selanjutnya, terdakwa pergi dengan mengemudikan kereta milik abangnya ke rumah terdakwa Deni dan Indara meminta agar Dani menemaninya  menjemput ekstasi dan Indra mengatakan apabila berhasil upah yang dijanjikan akan dibagi rata dengan terdakwa Deni.

"Setelah sampai di lokasi tersebut, terdakwa Indra pun langsung menghubungi seorang laki-laki yang telah diperintahkan Irwan (DPO) abang kandung terdakwa dan menyuruh masuk kedalam Indomaret Panca Karsa Kota Tanjung Balai," ucap Jaksa Rita.

Atas perintah laki-laki tersebut, terdakwa Indra dan Deni pun masuk kedalam Indomaret Panca Karsa Kota Tanjung Balai. Kemudian laki laki tersebut langsung memberikan 1 buah tas ransel warna hitam kepada terdakwa. 

Setelah menerima barang tersebut, terdakwa Indra dan terdakwa Deni langsung menuju pintu keluar Indomaret, namun ketika hendak keluar dari Indomaret, petugas Ditresnarkoba Poldasu langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa Indra dan terdakwa Deni.

Selanjutnya, petugas menemukan barang bukti 1 buah tas ransel warna hitam yang berisikan 3000 pil ekstasi dengan berat 982 gram.

Setelah pembacaan dakwaan, Majelis Hakim yang diketuai Erintuah Damanik SH melanjutkan sidang dengan keterangan saksi kepolisian dari Ditresnarkoba Polda Sumut.

JPU Lince menghadirkan saksi Ellyn Butar-Butar dari Ditresnarkoba Sumut yang ikut serta menangkap terdakwa.

Dalam keterangannya, saksi Ellyn mengatakan, kami bersama tim menangkap terdakwa atas informasi dari masyarakat yang layak dipercaya bahwa akan ada transaksi narkoba jenis ekstasi di Jalan Sudirman Tanjung Balai.

"Menanggapi Informasi tersebut, kami bersama tim langsung menuju lokasi dan langsung menangkap terdakwa Indra dan terdakwa Deni," ujar saksi Ellyn.

Lebih lanjut saksi menjelaskan bahwa saat terdakwa Indra di interogasi, terdakwa mengakui disuruh abang kandungnya bernama Irwan (DPO) untuk mengambil ekstasi dari seseorang.

"Dari pengakuan terdakwa Indra, bahwa ekstasi tersebut diperoleh dari seseorang yang tidak dikenalnya dan mengaku hanya disuruh menjemput ekstasi oleh abnag kandungannya," ujar sakis Ellyn.

Usai pembacaan dakwaan sekaligus keterangan saksi dari kepolisian, majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik SH MH menunda persidangan pekan depan dengan agenda keterangan saksi lainnya.

Atas perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) subs pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dijerat dengan hukuman pidana penjara maksimal seumur hidup atau hukuman mati (Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *