HEADLINE NEWS

Kategori

Bawa Sabu 10 Kg dari Malaysia,Tiga Kurir Sabu Divonis Berbeda


Kabar24Jam.Com
Selasa 18/02/2020
Medan-Tiga terdakwa kasus penyelundupan sabu seberat 10 kilogram dari Malaysia ke Indonesia divonis dengan hukuman berbeda di ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin  (17/02) Sere.

Ketiga terdakwa yakni Zainal Abidin Hasibuan alias Ucok (51) dan Zulauni alias Zul (42) divonis 12 tahun 9 bulan penjara. Sementara untuk terdakwa Julparly alias Padly (31) divonis 12 tahun penjara.

"Menjatuhkan hukuman kepada Zainal Abidin alias Ucok dan Zailani alias Zul dengan hukuman 12 tahun dan 9 bulan penjara. Dan untuk terdakwa Julparly alias Padly dihukum 12 tahun penjara," ucap majelis hakim yang diketuai Syafril Batubara SH MH.

Selain hukuman pidana penjara, ketiga terdakwa juga dibebankan masing-masing  untuk membayar denda Rp1 miliar dengan ketentuan apabila tidak dibayar digantikan dengan hukuman 4 bulan penjara.

Menanggapi putusan tersebut, salah satu dari ketiga terdakwa yakni Julparly menyatakan terima sementara dua terdakwa lainnya melalui penasihat hukumnya, Abdul Haris Lubis SH menyatakan pikir-pikir. Sedangkan JPU Irma Hasibuan menyatakan banding.

Sebelumnya, JPU Irma Hasibuan menuntut ketiga terdakwa dengan hukuman yang berbeda. Terdakwa Zainal Abidin dan Zulauni alias Zul dituntut 19 tahun penjara. 

Sedangkan terdakwa Julparly alias Padly dituntut 18 tahun penjara dan masing-masing ketiga terdakwa dibebankan membayar denda Rp1 miliar dengan ketentuan apabila tidak dibayar digantikan 6 bulan penjara.

Sementara itu mengutip Dakwaan JPU Irma Hasibuan ketika itu terdakwa Zainal dan Juparly berada di Panipahan Riau. Lalu mereka dihubungi Iqbal (DPO) dan menyuruh terdakwa Zulauni membawa narkotika jenis sabu dari Port Klang Malaysia menuju Medan melalui pelabuhan kecil Panipahan Riau.

Sabu dibungkus dengan plastik kuning keemasan yang disimpan di dalam dua buah ember cat oli ukuran 25 kilogram. Kemudian diletakkan di dek belakang kapal dari Port Klang Malaysia menuju ke Medan melalui pelabuhan kecil Panipahan Riau, Senin (20/5/2019). Terdakwa Zainal akan mendapatkan upah Rp200 juta bila sabu laku terjual.

Terdakwa Zulauni kemudian menghubung Ali (informan Tim Ditresnarkoba Poldasu) yang menyaru sebagai calon pembeli. Disampaikan info, bahwa yang membawa sabu sedang dalam perjalanan. Ali bersama tim dari Poldasu kemudian menggunakan mobil pribadi ke lokasi transaksi Jalan Kalpataru Helvetia.

Setelah bertemu, terdakwa kemudian masuk ke salah satu gang untuk mengambil sabu seberat 10 kg tersebut. Setelah sabu yang dimasukkan ke dalam tas tersebut ditunjukkan, ketiga terdakwa terdakwa kurir sabu itu dibekuk (Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *