HEADLINE NEWS

Walikota Nonaktif Dzulmi Eldin Berdalih Kutip Uang Kejepang


Kabar24Jam.Com
Kamis 9/01/2020
 Medan- Walikota Nonaktif Dzulmi Eldin berdalih dan membantah ada perintakan Kasubbag Protokol Pemko Medan nonaktif, Syamsul Fitri adanyakekurangan duit untuk ke Jepang. Hal ini terungkap dalam sidang lanjutan dengan terdakwa Isa Ansyari di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (9/1/2020) siang.


Awalnya Majelis Hakim yang diketuai Abdul Azis menanyakan mengenai awal mula perjalanan ke Jepang dalam perayaan ulang tahun ke-30 “Program Sister City".


"Saya mendapat undangan dari Program Sister City ulang tahun ke 30. Lalu saya disposisi surat tersebut supaya diproses ke sekda. Itu langsung diproses," jelas Eldin


Saat ditanya kembali apakah undangan tesebut khusus  untuk walikota atau terserah? "Tidak ada ketentuan, tapi diikuti Pemko Medan. Karena tahun lalu orang itu yang datang kesini," jelas Eldin kembali


Dijelaskan Eldin  bahwa surat tersebut langsung disetujui. "Surat itu langsung disetujui dan diberikan ke asisten pemerintahan," sebut Eldin menjelaskan.


Saat ditanya apakah keberangkatan ke Jepang tersebut ada dianggarkan, tanya Hakim, dengan agak pelalan Eldin menyebut tak menahu detail kucuran dana yang dikeluarkan.


"Ada dianggarkan, tapi tidak terinformal secara detail kecukupan anggaran tersebut," bilangnya.


Saat  Hakim mencerca mengenai siapakah pengguna anggaran,  Eldin langsung terlihat bingung dan gugup dalam kebingunganya itu Eldin tampak bertanya kepada Asisten Pemerintahan (Aspem) Musadat Nasution yang berada di sebelahnya.


"Kalau pengguna anggaran, saudara tahu," tanya Hakim lagi. Lagi-lagi

Eldin tampak kebingungan dan tidak menjawab dan malah kepala melihat ke kanan dan kiri dan bertanya kepada Aspem.


Melihat hal tersebut membuat Hakim Abdul Azis bingung. "Apakah saudara tidak tahu pengguna anggaran,kalau begitu , baiklah kita lanjut aja pak," ucap Hakim.


Namun saat ditanya lagi apakah ada memerintahkan Kasubbag Protokol Pemko Medan nonaktif, Syamsul Fitri untuk mengutip uang kekuranga ke Jepang, Eldin langsung membantahnya. "Tidak pernah, tidak tahu saya karena itu ada SPJ (Surat Pertanggungjawaban). Karena udah ada SPJ tidak memerintahkan Syamsul Fitri, untuk mengutip uang kekurangan ke Jepang" jelas Eldin.


Dilain hal Eldin membenarkan ada memerintah Kasubag Protokol untuk menyelesaikan hutang Pemko Medan dari kekurangan perjalanan tersebut senilai Rp 900 juta.


"Saya tidak paham karena setelah laporan ada kekurangan pembayaran. Dengan itu saya menyuruh Samsul untuk bisa mencicil, karean itu tugas dia. Saya bilang mencicil, lalu Samsul katanya akan menyelesaikan. Karena pencicilan ada SPJ yang belum terselesaikan," tuturnya.


Usai mendengarkan keterangan Eldin, akhirnya sidang ditunda oleh Majelis Hakim., "Sidang kita tunda dengan aganda keterangan saksi yang lain,"ucap Majelis Hakim sembari mengetukkan palunya (Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *