HEADLINE NEWS

Terdakwa Mengaku, Memberi Rp 530 Juta Kepada Eldin Agar Pekerjaan Tidak Terganggu


Kabar24Jam.Com
Jumat 24/01/2020
Medan- Mantan Kadis PU Kota Medan Isa Ansyari terdakwa kasus suap mengaku memberikan uang kepada Dzulmi Eldin Wali Kota Medan non aktif, agar pekerjaannya tidak terganggu, hal itu terungkap
dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis(23/01) siang.

Dalam surat dakwaan, Isa Ansyari di sebutkan memberikan suap kepada Dzulmi Eldin sebanyak 250 juta, uang tersebut ia berikan untuk menutupi perjalanan Dzulmi Eldin yang melakukan perjalana dinas ke Jepang pada Juli 2019 lalu. 

Namun dalam persidangan Isa mengaku uang yang Ia berikan kepada Dzulmi tidak hanya itu saja, melainkan ada beberapa kali ia menyetorkan uang kepada Eldin, dan di akumulasikan mencapai 530 juta dan diberikan kepada Protokolernya. 

"Ada beberapa kali saya menyetorkan uang, bila saya total bisa mencapai 530 juta," ujar Isa.

Isa mengaku, dari sebelum berangkat ke Jepang, ada empat kali Ia diminta uang 20 juta untuk operasional perjalanan Dzulmi Eldin keluar kota.

"Sebelum ke Jepang, saya ada 4 kali memberikan 20 juta kepada Wali Kota, melalui Kasubag Protokoler Samsul," ujarnya.

Selang waktu tak lama, Ia dimintai uang sebesar 200 juta untuk keberangkatan Dinas Eldin ke Jepang.

"Tak lama, saya diminta uang 200 juta untuk keberangkatan Wali Kota Medan ke Jepang," cetusnya.

Setelah pulang dari Jepang, Ia juga dibebankan  untuk membayarkan utang Pemko Medan kepada Travel. 

"Setelah pulang dari Jepang, saya dibebankan uang 250 juta untuk membayarkan utang, Itulah yang OTT kemarin," ujarnya. 

Uang 250 juta tersebut, ia membayarkannya secara menyicil. Dan sempat menunda-nunda.

"Yang pertama saya bayarkan 200 juta melalui rekening Bank Sumut milik saya ke rekening bapaknya andika, dan yang 50 juta lagi, rencananya saya bayar langsung. Sempat saya mengelak untuk tidak ditagih uang yang 50 juta tersebut karena saya sudah tidak memiliki uang lagi," ujar Isa.

Saat ditanyai Hakim mengenai uang itu dikemanakan, Isa terlihat cengegesan sambil menjawab tidak mengetahui uang-uang tersebut akan dibawa kemana, dan menurutnya kalau sudah sama Syamsul maka sudah sampai uang tersebut.

"Saya tidak mengetahui uang itu akan dikemanakan, tapi yang saya tau bila uang tersebut sama syamsul, maka itu atas arahan pak Wali," ujarnya sambil cengegesan.

Hakim yang kesal sempat mengeluarkan suara yang tinggi. 

"Nangan ketawa kamu, itu uang bukan sedikit. Gaada menyesalnya kamu sedikitpun," ujar Hakim sambil mengeluarkan nada yang tinggi. 

"Sangat menyesal pak, sebab itu menggunakan uang pribadi saya. Kan sayang mengirimnya nelalui rekening gaji saya. Awalnya saya kira saya tidak bersalah, makanya saya berani mengirim uang tersebut," ujarnya.

Namun penyesalan Isa Ansyari sudah musnah, sebab saat ini Ia harus duduk di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor Medan.

Hakim menutup sidang dan akan melanjutkan sidang tuntutan pada tanggal 3 Februari 2020 mendatang (Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *