HEADLINE NEWS

Sukses Bunuh Hakim PN Medan,JP dan RF Dibayar Rp100 Juta, Plus Ibadah Umroh, ZH Janji Nikah Dengan JP.

               

Kabar 24Jam.Com
Selas 14/01/2020
Medan- Zuraidah Hanum dalang pembumuhan Jamaluddin, hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan menjanjikan uang tunai Rp 100 Juta plus ibadah umroh kepada Jefri Pratama (42) dan Reza Fahlevi (29) untuk membunuh suaminya. 

Tak hanya itu Zuraida juga berjanji akan mengajak Jefri menikah jika pembunuhan terhadap suaminya Jamaluddin sang Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan berjalan lancar dan berhasil, dalam artian tidak tertangkap.

Hal itu dikatakan Zuraida di Cafe Town, Jalan Ngumban Surbakti, Kecamatan Medan Selayang, Senin (13/01) saat dilakukan rekonstruksi yang digelar penyidik Polda Sumut dan Polrestabes Medan

Dalam pertemuan pematangan rencana pembunuhan itu, ketiga tersangka pada rekonstruksi di lokasi Cofe Town tersebut, duduk bertiga, dan setelah disepakati, Zuraidah memberikan duit Rp2Juta untuk membeli peralatan melakukan aksi pembunuhan.

Diketahui dilokasi Cofe Town ini adalah lokasi ke tiga, dilakukan rekonstruksi adegan ke empat sampai dengan adengan ke enam. Sedangkan adegan pertama dan ke dua di Warung Eveready di Jalan Ring Road, Kecamatan Medan Sunggal dan di Jalan Ngumban Surbakti, yang berdekatan dengan rumah Reza Pahlevi

Pada adegan ke tiga ini, sampai keenam di Kafe Town sebelum Reza datang yang telah dijanjikan untuk bertemu, Zuraida dan Jefri sudah berada di lokasi, sambil menunggu Reza , keduanya memanggil seorang pekerja Kafe Town (yang dalam Rekontruksi itu diperankan
sebagai saksi). 

Tidak lama kemudian, datanglah Reza dengan menggunakan kenderaan miliknya. Namun setelah mereka
duduk bertiga, dan sebelum mengutarakan rencana pembunuhan itu, mereka terlebih dahulu memesan makanan 

Selanjutnya, Jefri  menjelaskan kepada Reza maksud dan tujuannya dipanggil ke Kafe Town tersebut dan  di situ
Zuraida duduk bersebelahan dengan Jefri. Sedangkan Reza duduk sendiri. Nah di situ Jefri membuka cerita dan menyampaikan maksud dipanggilnya Reza ke Kafe Town.

"Ada yang mau disampaikan oleh Kak Zuraida, Kak Zuraidah ini mau minta tolong dengan kita," kata Jefri kepada Reza.

Kemudian, Zuraida menyampaikan maksudnya sendiri kepada Reza  terkait untuk membunuh Hakim PN Medan Jamaluddin.

"Mau bantu kakak untuk membunuh suami kakak (Jamaluddin), karna kakak sudah sakit hati sekali dibuatnya, suami kakak selingkuh dengan wanita lain, kakak ingin kalian berdua mau ikut membunuh suami kakak," ucap Zuraida kepada Reza yang disaksikan Jefri kekasih gelap Zuraida

Awalnya pernyataan Zuraida dibantah oleh Reza,dengan menyebutkan agar Zuraida tidak main-main. "Ini kakak serius, nanti kakak hanya cuma mau manfaatkan Jefri abangku," kata Reza.
Berikutnya Zuraida mencoba kembali menyakinkan Reza, kalau keinginan tidak main-main dan pembicaraan itu Zuraida juga mengatakan mau menikah dengan Jefri setelah sukses terbunuh Suaminya.

"Tolong kakak,sudah sakit hati kali hati kakak, dan kakak akan kasih bayaran kepada kalian berdua Rp100 Juta setelah itu kakak akan menikah kepada Jefri, dan nanti juga kita bertiga pergi ibadah umroh,"
bilang Zuraida kepada Reza.

Mendengar pernyataan Zuraida, Reza menyanggupi dengan sarat asal Zuraida tidak mengambil kesempatan untuk memanfaakan dirinya dàn Jefri abang kandungnya sendiri.

Pada pertemuan di adengaan ke enam, pematangan rencana pembunuhan Jamaluddin Hakim PN Medan telah di sepakati, dan rencana pembunuhan akan dilaksanakan oleh ketiga tersangka tersebut, akhirnya apa yang di niatkan dan juga direncanakan Zuraida terlaksana 

Selanjutnya sebelum berpisah Zuraida langsung memberikan uang sebesar Rp 2 juta kepada Jefri dan Reza untuk membeli satu unit hape kecil, dua pasang sepatu, dua potong baju kaus dan sarung tangan yang akan digunakan melakukan aksi pembunuhan. 

Informasi diperoleh, setelah rekonstruksi di Kofee Town, rekonstuksi selanjutnya akan dilaksanakan di counter hape, berikutnya di pasar Melati Medan Selayang tempat mereka membeli baju kaus, dan sarung tangan serta sepatu 

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Andi Rian, membenarkan pihaknya telah melakukan rekonstruksi dari adegan ke tiga sampai ke enam.

"Iya, dalam adegan ke tiga dan ke enam tidak ada bantahan dari para tersangka. Untuk kasus pembunuhan terhadap Jamaluddin Hakim PN Medan, akan kita jadwalkan pada 15 adegan dengan 15 lokasi dan jika ada ditemukan bukti lain bisa jadi rekontruksi ini akan bertambah,"
sebutnya

Pantauan wartawan dalam rekonstruksi pembunuhan Hakim PN Medan Jamaluddin terlihat disaksikan oleh pihak Kejaksaan Negeri Medan yakni Kasi Pidum Parada Situmorang SH MHdan Kasi Intel Muhammad Yusuf SH MH, Kuasa Hukum tersangka, dan personil Sabhara 
dan Lalulintas.

Sebelum diketahui, Jamaluddin ditemukan tewas di dalam mobil Toyota Land Cruiser BK 77 HD dan terperosok di jurang di Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang pada Jumat 29 November 2019 lalu. (Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *