HEADLINE NEWS

Kategori

Biar Tak Diberitakan, Sidang Tan Ben Chong Dikawal Puluhan Preman, Ketua PN Medan Sempat Monitor


Kabar24Jam.Com
Kamis 23/01/2020
Medan- Tan Sri Chandra alias Tan Ben Chong (73), oknum pengusaha hotel terdakwa pencemaran nama baik dan penghinaan lewat akun Grup WA marga Tan, diduga sengaja kerahkan puluhan preman 'bayaran' untuk menghalangi awak media meliput jalan sidang di PN Medan. Rabu (22/1) sore

Pantauan awak Media, beberapa pria berbadan tegap sengaja berdiri di pintu masuk Ruang Cakra 6. PN Medan. Dan Mirisnya lagi puluhan preman itu dengan arogan melarang pengunjung untuk menyaksikan jalannya sidang,termasuk awak media yang setiap harinya meliput berita sidang.

Sementara salah seorang wartawan media online yang setiap harinya meliput di Pengadilan Negeri Kelas I A Khusus tersebut sempat terlibat cekcok dengan massa preman bayaran yang sengaja di datangkan terdakwa Tan Sri Chandra alias Tan Ben Chong

"Kita tak diperboleh masuk, meliput jalan sidang, lihatlah itu premen bayaran terdakwa Tan Sri Chandra alias Tan Ben Chong berdiri di depan pintu,"kata beberap orang awak media.

Karena tidak diperbolehkan masuk, kemudian para awak media meminta bantuan tenaga sekuriti pengadilan dan akhirnya para preman bayar tersebut ciut dan para awak media pun diperbolehkan masuk meliput..

“Tadi kami (Para Awak Media) sudah minta tolong mau masuk ruang sidang. Kimi bilang dari media, tapi macam tidak mereka dengar. dan bahkan beberapa preman bayaran itu, ada pula yang memelotot. Kalau kami ladeni takutnya ribut dan mengganggu jalannya sidang,” ucap para awak media

Sementara terkait kedatangan para preman yang arogan menghalang-halangi awak media meliput pada sidang tersebut sempat dimonitor Ketua PN Medan Sutio Jumadi Akhirno. Dia terlihat memonitor situasi di Ruang Cakra 6 tersebut.

“Sidangnya baru selesai Pak,” ucap Zainal, salah seorang sekuriti pengadilan ketika menghampiri Sutio Jumadi.

Sementara dari persidangan,
diketahui saksi korban Tony Harsono merasa nama baiknya tercemar karena postingan terdakwa di WA grip Marga Tan menyebutkan ‘G6 merampok uang IT&B Rp2,4 miliar’.

“Mana buktinya kami merampok? Sementara uang yang kami terima itu adalah uang kompensasi supaya kami mundur dari yayasan. Persisnya kami dipaksa mundur supaya dia (terdakwa) menguasai yayasan (Lautan Mulia-red) itu,” urainya.

Hal senada juga diungkapkan saksi lainnya Teddy Sutrisno dan Gani. Mereka mengaku dipaksa untuk mundur dari yayasan tersebut. Dan memang tradisinya mendapatkan kompensasi. Namun setahu bagaimana terdakwa membuat postingan seolah mereka ‘merampok’ uang yayasan.

Usai mendengarkan keterangan ketiga saksi, majelis hakim diketuai Erintuah Damanik menunda persidangan pekan depan. Hakim memerintahkan JPU Edmon Purba menghadirkan saksi-saksi lainnya.

Sementara, itu Taufik Siregar, penasihat hukum (PH) terdakwa menyatakan, tidak tahu-menahu dengan kehadiran massa tersebut. Dirinya hanya fokus dengan pelaksanaan persidangan.
Pinjaman kepada Yayasan

Usai persidangan, Dr Japansen Sinaga selaku kuasa hukum korban Tony Harsono menguraikan, pembentukan Yayasan Lautan Mulia berkaitan dengan dibukanya Sekolah Tinggi ITM&B di bilangan Jalan Mahoni Medan.

Di luar akte ada perjanjian di antara sesama anggota yayasan kebetulan bermarga Tan mensupport (meminjamkan) dana seperti belanja perabotan, alat tulis dan fasilitas Kantor IT&B.

“Bila prospek di sekolah tinggi tersebut maju, maka para donatur termasuk klien saya yang menjadi korban pencemaran nama baik dan penghinaan tersebut berhak mendapatkan keuntungan. Padahal faktanya mereka disuruh mundur dari yayasan dan berhak mendapatkan kompensasi keuntungan IT&B,” tegasnya.

Postingan terdakwa lewat akun medsos Grup WA Yayasan Sosial Lautan Mulia: “INGAT G6. MERAMPOK UANG IT&B JUMLAH RP 2.400.000.000”, dinilai mengandung unsur penghinaan sekaligus mengantarkannya ke ‘kursi pesakitan’ Cakra 6 PN Medan. Terdakwa dijerat pidana Pasal 27 Ayat (3) jo. Pasal 45 Ayat (3) UU No. 19 Tahun 2016 Perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 Tentan (Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *