HEADLINE NEWS

Kategori

Posting 'G6 Rampok Rp2,4 M Dari IT&B', Oknum Pengusaha Terkenal Diadili UU ITE



Kabar24Jam.Com
Kamis 09/01/2020
Medan-Tansri Chandra alias Tan Ben Chong (73),pengusaha terkenal asal Medan, Warga Jalan Gandhi, Kelurahan Sei Rengas I, Kecamatan Medan Kota Medan, mulai diadili di Cakra 6
Pengadiĺan Negeri (PN) Medan. Rabu (08/01) sore.

Dalam dakwaannya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Edmond N Purba 
mengatakan terdakwa terbukti bersalah telah melakukan
Postingan lewat akun medsos Grup WA Yayasan Sosial Lautan Mulia, dengan kata-kata"INGAT G6. MERAMPOK UANG IT&B  JUMLAH RP 2.400.000.000" dan akibat Postingan itu Tansri Chandra alias Tan Ben Chong dinilai mengandung unsur penghinaan sekaligus mengantarkannya ke kursi pesakitan

"Tan Ben Chong terbukti bersalah dan dijerat pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan atau mentransmisikan membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan pencemaran nama baik,"sebut JPU. 

Selain itu JPU Edmond N Purba dalam dakwaannya juga menguraikan, bahwa pada tanggal 16 Maret 2019, 21 Maret 2019, 16 April 2019 dan tanggal 22 April 2019 di Jalan Kolonel Yos Sudarso, Lingkungan 14, Glugur Kota, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan membuat posting berupa tulisan dan gambar.

Antara lain berisikan, Tony harsono, wataknya prima, IQ tinggi, alias aseng tukang bakar, kalau pake dijalan jadi professor, merampok uang IT&B Rp 300 juta rupiah, dilihat tampangnya seperti SUHU, dia tahu kalau uang ini Rp300 juta itu uang haram, jadi takut dihukum maka diutus sekretaris nona cantik yang ambil uang haram Rp300. juta untuk muat berita di Koran seharusnya TONY HARSONO DKK, (karena tan posing suka tonjol di depan, jadi dibujuk pake nama tan poseng), si TONY HARSONO tahu IT&B, ini kampus untuk anak2 tuntut ilmu.

Jadi sekolah diganggu tidak etis, untuk jaga nama baik TONY HARSONO (aseng tukang bakar) dan juga sebagai ketua yayasan elit, dan juga ketua tempat ibadah Buddha, jadi si tan posing di pasang untuk hadang supaya IT&B jatuh/bangkrut, pada hal IT&B lama tambah maju dan tambah prima dan  kuat, sekarang IT&B ditingkatkan ranking, oleh menteri pendidikan dari setingkat S1, dinaikan tingkatan menjadi INSTITUT (dapat program S2).

Ini suatu penghargaan tertinggi dari menteri pendidikan, kalau G6. Ada maksud jahat tidak dapat melawan orang yang patriot, ingat orang jahat yang merampok uangIT&B , tidak bisa dapat dukungan masyarakat, merampok uang IT&B bersumpah di pengadilan itu diambil dari uang pinjaman, sehingga HAKIM pun percaya, karena yang bersumpah itu adalah biksu/suhu.hakim hanya melihat itu kepala botok.

Mungkin HAKIM keliru yang botak itu biksu, ingat yang mau menjatuhkan IT&B, ada 6 orang (G6) yaitu saksi korban Tony Harsono, saksi Tedy Sutrisno Alias Tan  Cong Bin, saksi Gani Alias Tan Cang Ching, saksi James Tantono  Alias Tan Po Seng, saksi Anwar Susanto dan Tamin Sukardi nanti masyarakat akan menilai apa dikerjaan G6 yang watak jahat”.

"BELI MOBIL MEWAH" :

Di tanggal 16 April terdakwa  mengirim gambar dan tulisan kalimat “INGAT G6. MERAMPOK UANG IT&B  JUMLAH RP 2.400.000.000 (dua koma empat miliar rupiah) di grup WhatsApp YS Lautan Mulia. YA CUKUP BELI MOBIL MEWAH"

Tak hanya itu, pada tanggal  22 April 2019 terdakwa  kembali mengirim  beberapa gambar dengan tulisan antara lain 1. G6. merampok uang IT&B. Rp2.400.000.000 (dua koma empat miliar rupiah)   2.  Liat foto Nampak uang muka ketawa   3. G6 sesudah jabat ketua pengurus 1,5 tahun dan minta mundur dari pengurus, sampai ini hari belum kasih tanggung jawab dan melarikan diri ke XIA MEN."

Postingan terdakwa yang terbaca anggota Grup WA lainnya yakni saksi Tedy Sutrisno Alias Tan  Cong Bin, Gani Alias Tan Cang Ching, James Tantono  Alias Tan Po Seng, Anwar Susanto, saksi dan saksi Jesicca. 

James Tantono kemudian mengirimkan  screenshot pesan dan gambar  yang dikirimkan oleh akun WhatsApp milik terdakwa kepada saksi korban Tony Harsono. Merasa dirugikan. Tony Harsono kemudian melaporkan perkara tersebut ke Mapoldasu.

Usai pembacaan dakwaan, majelis hakim diketuai Erintuah Damanik melanjutkan persidangan pekan

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *