HEADLINE NEWS

Polisi Selesai Periksa 5 Orang Yang Mandikan Jenazah Lina, Pengacara: Semuanya Mengatakan Sama



Foto.Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga, di lokasi autopsi jenazah Lina, mantan istri Sule, di pemakaman di Jalan Sekelimus Utara I Kota Bandung.


Kabar24Jam.Com Minggu 12/012020. Penyidik Satreskrim Polrestabes Bandung telah memeriksa kelima tetangga yang memandikan jenazah mantan istri Sule, Lina Jubaedah.

Selain itu, penyidik juga telah menyelesaikan pemeriksaan suami almarhumah Lina, Teddy.

Hal itu diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Saptono Erlangga saat dihubungi TribunJabar.id, Minggu (12/1/2020).

"Penyidik bilang pemeriksaan pada Teddy sudah cukup," ujar Saptono Erlangga, dikutip dari TribunJabar.id, Minggu (12/1/2020).

Namun, ia mengatakan, Teddy akan dipanggil kembali oleh penyidik jika masih dibutuhkan keterangannya.

Kombes Saptono Erlangga juga menyebut, hasil autopsi dari jenazah Lina Zubaidah saat ini belum bisa disimpulkan.

"Nanti jika ada perkembangan terbaru bisa saja dimintai keterangan kembali. Untuk hasil autopsi belum keluar," jelas Saptono Erlangga.


Teddy suami Lina Jubaedah, ibunda Rizky Febian
Selain Tedy, polisi juga memeriksa sejumlah saksi kunci dari kematian mantan istri Sule itu.


Kelima orang yang diperiksa penyidik adalah warga yang terlibat memandikan jenazah Lina.

"Beberapa saksi yang mengetahui peristiwanya sudah diperiksa. Termasuk Putri (anak Sule dan Lina)."

"Saksi yang diperiksa itu, saksi yang melihat dan mengetahui peristiwa, tidak semua orang dijadikan saksi."

"Rizky Febian selaku pelapor sudah dimintai keterangan," ungkap Saptono Erlangga.

Kelima warga yang memandikan jenazah Lina yang sudah diperiksa penyidik yaitu Eti, Lia, Kosim, Yayah, dan Iriana.

Menurut kuasa hukum pendamping kelima saksi, Winarno Jati, mereka dimintai keterangan pada Sabtu (11/1/2020) lalu.

"Sudah memberikan keterangan sebagaimana yang dilihat, diketahui dan dirasakan terhadap jenazah almarhum Ibu Lina Jubaedah," kata Winarno Jati.

Winarno mengatakan, kelima saksi saat diperiksa semuanya mengatakan hal yang sama pada penyidik.

"Dari tim yang memandikan jenazah tidak ada ditemukan hal janggal dan semuanya mengatakan badan almarhum dalam kondisi baik," ujar Winarno.


Teddy Pardiyana saat diwawancara Tribun Jabar, di Satreskrim Polrestabes Jabar, Sabtu (11/1/2020).
Pemeriksaan penyidik yang sudah selesai itu, sebelumnya juga disampaikan oleh Teddy.

Ia menyampaikan, hasil pemeriksaan terkait kematian sang istri sudah selesai, tinggal menunggu hasil autopsi.

"Ini hari ketiga, hari pertama saya diperiksa dari bagian IT untuk handphone. Hari kedua, pakai pertanyaan-pertanyaan. Hari ketiga tadi ini juga banyak ditanya," ujar Teddy di Satreskrim Polrestabes Bandung, Sabtu (11/1/2020), dikutip dari TribunJabar.id.

Menurutnya, polisi menyampaikan, hasil autopsi jenazah Lina akan diketahui paling lambat seminggu ke depan.

"Kalau kata penyidik ini sudah beres, semua tinggal menunggu hasil autopsi, sekitar mungkin paling cepatnya beberapa hari lagi. Paling lambatnya seminggu atau 10 hari kerja," kata Teddy.

Dalam tiga hari pemeriksaan penyidik kepada dirinya, Teddy merasa lega.

Ia juga mengaku lega telah membantu para awak media mendapatkan informasi.

"Alhamdulillah sekarang agak lega, dari kemarin banyak teman wartawan yang emang harus saya bantu juga dapat info," katanya.

Namun, Teddy merasa kurang istirahat dan kurang tidur selama pemeriksaan polisi.

"Jadi kurang istirahat, kurang tidur," lanjut suami almarhumah Lina Zubaedah ini.

Saat ini, fokus Teddy hanya mengurus bayinya yang masih berusia dua bulan.

Sehingga, karena pemeriksaan sudah selesai, saat ini dirinya tinggal menunggu hasil autopsi.

Ketika hasil autopsi jenazah Lina Zubaedah sudah diumumkan, Teddy berharap tak ada lagi simpang siur terkait kematian Lina.

"Pulang juga mengurus si kecil, jadi memang lega, tinggal nanti tunggu hasilnya biar enggak simpang siur, biar enggak ada teka teki, atau ibaratnya menemukan titik terang," jelas Teddy.

Diberitakan sebelumnya, seorang warga yang turut memandikan jenazah Lina, Sugiarti (68) atau Kosim, membagikan kisahnya.

Sugiarti mengaku, memang biasa diminta warga untuk memandikan jenazah jika ada warga yang meninggal di sekitar rumahnya.

"Iya, saya sama dari keluarga Pak Tedy dan sama ada satu lagi warga sini," ujar Sugiarti, dikutip dari TribunJabar.id, Kamis (9/1/2020).

Sementara itu, Sugiarti, warga yang ikut memandikan jenazah Lina mengungkapkan, dirinya melihat kebiruan di tangan jenazah Lina.

Ia juga melihat kebiruan di wajah dan leher Lina sebelum dikafani.

"Pertama saya gunting kukunya dulu. Di tangannya memang ada kebiruan," ungkap Sugiarti.

"Sebelum dimandikan memang bersih, tidak ada apa-apa. Cuma saat mau dikafani, di sekitar wajah dan leher ada warna kebiruan," jelas dia.

Sugiarti, wanita yang memandikan jenazah Lina Jubaedah
Mengenai kebiruan tersebut akibat dipukul, Sugiarti mengatakan tak seperti bekas pukulan.

Ia menyebut, biru pada tubuh Lina itu adalah warna biru wajar yang merata.

"Enggak seperti itu, ini birunya rata, kalau dipukul kan birunya enggak rata, ini biru wajar kalau setahu saya," ujarnya.

"Biru bukan lebam. Makanya saya kaget, pengalaman saya memandikan jenazah, tubuhnya bersih. Itu saja yang saya lihat dan alami," kata Sugiarti.

Ditanya apa arti dari biru wajar yang ia katakan itu, Sugiarti mencoba membandingkan dengan saat ia memandikan jenazah suaminya.

"Suami saya meninggal, saya yang mandikan. Di wajah memang ada warna kebiruan karena saat itu suami saya punya jantung koroner."

"Jadi birunya bukan biru lebam kaya gimana," katanya.

Selain itu, ia juga melihat pada tubuh Lina terdapat bekas bekam.

"Saat membalikan badan, di punggungnya ada bekas bekam (pengobatan tradisional)," ungkapnya.

"Saya lihat mungkin habis dibekam. Itu saja paling," lanjut Sugiarti.(@.Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *