HEADLINE NEWS

Kurir 748,4 Gram Sabu Ngaku Mantan Tantara Gugup dan Tertunduk Ditanya Hakim


Kabar 24Jam.Com
Jumat17/01/2020
Medan- Bambang Susilo Hadi terdakwa kasus kepemilikan narkoba jenjs  sabu seberat 748,4 gram membuat Majelis Hakim terkejut. Pasalnya, Bambang mengaku kalau dirinya pernah menjadi seorang Tantara dan terancam hukuman seumur hidup

Karena penasaran, Majelis Hakim yang diketuai Erintuah Damanik itu pun bertanya, kepada terdakwa. 

"Dulu anda seorang Tantara, bagaimana ceritanya anda bisa menjadi kurir sabu," tanya Erintuah di Ruang Cakra VI, Jumat (17/1)siang

Namun, Bambang tidak menjawab pertanyaan hakim, bahkan Bambang langsung tertunduk diam.dan lagi-lagi membuat Hakim kembali bertanya. "Apa anda dikeluarkan gara-gara sabu," tanya hakim. 

"Iya benar pak hakim," ucap Bambang dengan nada suara pelan sembari tertunduk. 

"Kok mau kau menjadi kurir sabu, padahalkan enak menjadi seorang Tantara, kemana-mana ditugaskan membawa senjata," bilang Majelis Hakim Erintuah usai mendengar ucapan Bambang. 

"Apa kau pernah masuk penjara dalam kasus yang sama, maka kau di pecat secara tak hormat, dari Tantara" tanya Erintuah lagi 

Dengan suara nyaris tak terdengar Bambang pun menuturkan kalau dirinya pernah masuk penjara pada tahun 2013 silam dengan kasus yang sama dan dihukum selama tujuh tahun penjara. "Pernah pak hakim, saya dihukum tujuh tahun, penjara" ujar Bambang. 

Usai mendengarkan jawaban terdakwa, Erintuah pun, menunda sidang  dan akan dilanjutkan persidangan agenda pemeriksaan saksi . 

Dikutip dari dakwaan, Jaksa Penuntut Umum Yusnar Yusuf sebelumnya menyebutkan, kasus ni bermula ketika tim kepolisian dari Ditresnarkoba Polda Sumut, menyamar sebagai seorang pembil. Yang mau mebeli sabu kepada terdakwa sebanyak setengan Kilogram dengan harga Rp200 juta. 

JPU juga mengatakan jika terdakwa berhasil menjual barang haram tersebut, maka terdakwa akan diberi upah sebanyak Rp25 juta oleh Ema (DPO). 

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 114 ayat 2 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," tutup JPU. (Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *