HEADLINE NEWS

Korban Kecewa, Sidang Kasus Penipuan Rp 1 Miliar Dengan Terdakwa Mandalasah Turnip Ditunda


Kabar 24Jam.Com
Selasa21/01/2020
Medan- Korban penipuan pemberian
cek Rp1 Miliar, Juli Ricard MP Simbolon mengaku kecewa. Pasalnya sidang dengan agenda pemeriksaan saksi yang sedianya digelar Selasa 21Januari 2020 ditunda. Padahal korban sudah datang sejak pagi,
untuk menyaksikan jalannya sidang penipuan dengan terdakwa Mandalasah Turnip menila.

Turnip menilai penundaan sidang oleh hakim sangat anggal "Saya jelas kecewa sidang ditunda, padahal sejak pagi sudah menunggu. Inilah akibatnya kalau terdakwa tidak ditahan, jadi gampang aja dilakukan penundaan," sebut korban  di PN Medan  Selasa (21/1/2020) sore

Selain itu korban juga mengungkap
kan telah dua kali penundaan sidang yang dilakukan tanpa adanya alasan jelas. "Intinya saya kecewa dengan penundaan sidang sepihak tanpa ada pemberitahuan, ada apa ini, jelas kita curinga kalau begini caranya,"sebut korban

Juli Ricard MP Simbolon selaku korban kembali menyebutkan, kalau dirinya sempat melihat korban hadir di persidangan, dan bahkan kuasa hukum terdakwa sempat duduk di kursi persidangan, namun anehnya tiba-tiba kok bisanya sidang ini tidak jadi digelar.

"Ya saya merasa aneh saja, terdakwa sudah datang,bejuga saksi dan mereka bahkan sudah di dalam ruangan, alih-alih dengan gampangnya sidangnya tidak jadi gelar," pungkas Juli kesal.

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Randy Tambunan ketika dikonfirmasi terkait penundaan sidang tersebut mengatakan, alasan penundaan karena sudah terlalu siang.Sementara tahanan yang lain sudah banyak yang antri untuk bersidang.

"Memang terdakwa dan saksi sudah datang, tapi sudah terlalu siang, dan banyak tahanan lain yang sudah antri, makanya kami tunda",kata Randy.

Randy juga menyebutkan,penundaan sidang tersebut sudah dilaporkan kepada Majelis Hakim yang diketuai Irwan Effendy.

"Kita sudah laporkan kepada
Majelis Hakim kalau sidang yang beragendakan pemeriksaan
saksi Jantison Petrus Turnip dengan terdakwa Mandalasah Turnip menila di tunda hingga pelakan depan,"ucap JPU menambahkan kalau  pemeriksaan saksi  akan kita gelar Minggu depan sekalian pemeriksaan terdakwa," pungkas Randy pada wartawan

Pada sidang sebelumnya diketahui korban, di hadapan majelis hakim yang diketuai Irwan Effendy kembali menegaskan soal pemberian cek.

Menurutnya ada dua kali terdakwa menyodorkan cek kepada dirinya, dan dua-duanya mengatasnamakan perusahaan keluarganya, lengkap dengan tanda tangan dan stempel. Sehingga ia tidak dapat mencairkn cek tersebut.

"Pertama dia menyodorkan lembaran cek namun tidak dapat diuangkan. Namun pada perbaikan kedua, ternyata dibuat dengan nomor rekening yang sama dan tetap tidak dapat dicairkan," tegas korban.

Namun anehnya dari dua lembar cek tersebut, terdapat nomor rekening yang sama yakni 0091116766. Sehingga perbaikan cek yang dijanjikan terdakwa hanya bohong belaka.

Bahkan kata korban, seharusnya yang menandatangani cek tersebut adalah PT Panorama, bukan PT Linting Bangun Makmur yang ditandatangani terdakwa Mandalasah Turnip yang mengaku sebagai Direktur.

Dalam surat dakwaan JPU Randi Tambunan, terdakwa Mandalasah Turnip resmi dilaporkan 1 Januari 2019, atas dugaan penipuan terkait penerbitan cek.

Ditetapkan sebagai tersangka, Mandalasah Turnip tidak terima lalu melakukan gugatan praperadilan, tapi hakim PN Medan juga menolak prapid terdakwa.

Terdakwa diancam melanggar Pasal 372 dan 378 KUHPidana tentang penipuan dan penggelapan

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *