HEADLINE NEWS

Kasus Suap Wali Kota Medan, Saksi Bilang :Memberikan Uang Jangan Dicatat.


Kabar24Jam.Com
Jumat24/01/2020
Medan- Sidang lanjutan kasus suap Kadis PU Isa Ansyari kepada Wali Kota Medan non aktif Dzulmi Eldin, semangkin menarik perhartian publik.Pasalnya Muhammad Andi Saputra (39) sebagai Kabag Umum Pemko Medan yang di hadirkan Jaksa KPK menyatakan perintah Dzulmi Eldin
jangan sampai ada catatan setiap uang yang masuk dan keluar.

"Saya diperintahkan Dzulmi Eldin agar menyampaikan, agar jangan sampai ada catatan setiap uang yang masuk dan kelua, ya itu pesan Eldin agar tidak mencatat setiap uang yang masuk dan keluar, itulah pesan Eldin kepada saya,"beber saksi Muhammad Andi Saputra sebagai Kabag Umum Pemko Medan kepada Majelis Hakim yang di ketuai Abdul Azis di Ruang Utama Pengadilan Negeri (PN) Medan Kamis (23/01)siang

Andi, lelaki yang memakai kemeja putih ini menyatakan, beberapa kali Eldin memberikan uang kepada ia untuk disimpankan, dan mengaku uang tersebut adalah uang operasional milik Eldin.

Saat memberikan uang, Eldin berpesan agar tidak mencatat dan jangan sampai ada catatan setiap uang yang masuk dan keluar kepada Andi.

"Ada beberapa kali pak Wali memberikan uang kepada saya, ia meminta saya untuk menyimpankan uang tersebut. Ia mengaku uang tersebut adalah uang operasional miliknya," ujar Andi. 

"Sambil memberi, ia mengatakan jangan dicatat dan jangan ada catatan," tambahnya. 

Majelis Hakim Abdul Azis. heran, dan langsung menanyakan jumlah uang yang diberikan Eldin kepada saksi Andi. "Berapa banyaklah uang yang dikasih Eldin samamu?" tanya Hakim. 

" 1 Miliar 350 juta Pak hakim," ujar Andi. 

Menurutnya, uang tersebut diberikan secara terpisah-pisah, dan sepanjang 2019 ia menerima sebajak lima kali dari Wali Kota Medan nonaktif tersebut. "Ada lima kali saya terima uang tersebut Hakim, jumlahnya kadang 200 juta, kadang 300 juta," cetusnya. 

Sesekali jawaban dari andi terdengar seperti berputar-putar dan tidak jelas, Ia menyatakan uang tersebut dipergunakan sebagai uang tas untuk keperluan sehari hari Eldin. 

"Uang tersebut digunakan untuk uang tas pak Wali. Katanya untuk uang operasional perjalanannya sehari-hari," ujarnya.

Mendengar itu Jaksa KPK setelah meminta izin juga langsung menanyakan kode merah dan biru kepada saksi Andi, menurutnya hal tersebut bersangkutan dengan uang tas yang di tersangkan oleh saksi Andi.

"Ini dari BAP anda ada kode merah dan biru, itu maksudnya apa? Merah itu apa, bitu itu apa?" ujar  Arin Karmiasari.

Dengan muka tampak gerogi, Andi menjawab kode tersebut adalah menandakan warna uang dan jumlah uang.

"Kode merah itu berarti uang 100 ribu, Kode biru itu 50 ribu," ujar Andi.

Andi mengakui Ia memiliki satu kamar Khusus untuk menyimpan berangkas uang di rumah dinas Wali Kota.

"Saya menyimpan uang tersebut di kamar Khusus yang ada di rumah Dinas Wali Kota untuk menyimpan uang yang ada di berangkas," ujarnya.

Adi Mansar selaku Ketua Penasihat Umum dari Isa Ansyari menanyakan sejak kapan berangkas tersebut dipergunakan. 

"Sejak kapan itu berangkas ada disana?" tanya Adi Mansar. 

Ia merasa janggal dengan berangkas yang dijelaskan oleh Andi, menurutnya saat Operasi Tangkap Tangan (OTT), berangkas tersebut ternyata kosong.

Selanjutnya Andi menjawab, berangkas tersebut diisi sejak tahun 2018 hingga November 2019 lalu.

"Berangkas tersebut terisi sejak tahun 2018, hingga bulan november 2019 sebelum ott kemarin," ujar Andi.

Hal yang cukup membuat janggal, adalah total uang di tahun 2018 yang hanya 800 juta, lebih sedikit dari tahun 2019 1.3 M, bisa memiliki sisa. 

"Uang 1.3 M kemarin kemana? Kenapa pas OTT tidak ada? Pas 2018 uangnya sisa?" tanya Adi kepada Andi. 

Andi menyebutkan uang tersebut habis digunakan untuk keperluan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin. 

"Yang di tahun 2019 habis pak, dipergunakan untuk keperluan bapak wali kota, Yang tahun 2018 masih sisa," ujar Andi. 

Mendengar hal tersebut, membuat Adi Mansar tersenyum dan memberikan komentar kenapa bisa yang lebih sedikit bersisa.

"Kenapa yang lebih sedikit bisa bersisa yah?" Adi Mansar bertanya-tanya.

Usai mendengar keterangan saksi Majelis hakim kemudian menunda sidang dan akan melanjutkan persidangan pekan depan. 

Agendanya pekan depan sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Isa Ansyari dan Majelis Hakim memerintahkan Tim Jaksa KPK agar terdakwa Isa Ansyari
tetap berada dalam tahanan (Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *