HEADLINE NEWS

Kasus Pencemaran Nama Baik Melalui IG, Febi Nur Amelia Nyatakan FM Punya Utang Rp70 Juta



Kabar24Jam.Com
Rabu 15/01/2020
Medan-Febi Nur Amelia terdakwa kasus pencemaran nama baik melalui fitur Instagram story miliknya di akun @feby2502, tidak bermaksud hendak menyudutkan seseorang akan tetapi untuk menagih haknya utang Fitriani Manurung yang sampai saat ini belum dibayar.

Ini dikatakan Febi didampingi Penasehat Hukum, M Fauzi kepada wartawan di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (14/01), usai persidangan. 

Febi menyatakan bahwa ia memang ada melakukan transferan uang sebesar Rp70 Juta sebanyak dua kali, pertama Rp50 juta dan Rp20 Juta yang ditransferkan langsung kepada Rekeng Suami Fitriani.

"Fitriani Manurung memang punya utang pada saya sebesar Rp70 juta, atas kesepakatan dengan Fitriani Manurung saya transferkan  langsung uang itu dua kali ke Rekening Suaminya,"kata Febi pada wartawan di PN Medan.

Febi pun tidak mengelak saat ditanya mengenai postingan di Instagram Story akun @feby2502 yang menagih utang pada sosok Fitariani Manurung. "SEKETIKA TERINGAT SAMA IBU KOMBES YG BELUM BAYAR HUTANG 70 JUTA TOLONG BGT DONK IBU DIBAYAR HUTANGNYA YG SUDAH BERTAHUN-TAHUN @FITRI_BAKHTIAR ."
"AKU SIH Y ORANGNYA GK RIBET KLO LAH MMNG PUNYA HUTANG INI ORANG SUSAH BGT PASTINYA AKU IKHLASKAN TAPI BERHUBUNG BELIAU INI KAYA RAYA JADI HARUS DIMINTA DONK BERDOSA JUGA KLO HUTANG GK DIBAYAR KAN @FITRI_BAKHTIAR."ini Yg punya Hutang 70 Juta Ini foto diambil sewaktu Dibandarjakarta Horor klo ingat yg beginian Mati nanti bakal ditanya lho soal hutang piutang," ucap Jaksa. 

Sementara di persidangan, Penasehat Hukum terdakwa menyatakan bahwa dalam dakwaan jaksa tidak menyebutkan maksud dan tujuan terdakwa yang ingin menjatuhkan hak korban. 

"Nah jadi sudah jelas kalau kliennya hanya menuntut haknya agar uang yang dipinjam Fitariani itu agar dikembalikan, "ujar M Fauzi

Sebelumnya, Jaksa penuntut umum (JPU) Randi Tambunan, dalam berkas dakwaan menyebutkan,  terdakwa dengan sengaja atau tanpa hak mendistribusikan dan mentransmisikan atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan i nama baik. 

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam Pidana melanggar pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) UURI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas UURI Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronika," ucap JPU, dihadapan Ketua Majelis Hakim, Sri Wahyuni di Ruang Cakra 5, Selasa (7/1)sore

JPU juga menjelaskan, kasus bermula pada hari Selasa tanggal 19 Februari 2019 sekira pukul 21.00 Wib saat saksi Fitriani Manurung berada dirumah. Setelah itu saksi yang bernama Haryati merupakan Adik Kandung dari saksi Fitriani Manurung ada memberi informasi kepada saksi Fitriani Manurung yang mana saksi Haryati ada melihat postingan dari media sosial melalui akun Instagram atas nama atau username feby25052.

JPU juga menerangkan, bahwa yang membuat postingan melalui media sosial akun Instagram yaitu terdakwa Febi Nur Amelia yang mana isi postingan tersebut terdakwa Febi Nur Amelia telah melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap saksi Fitriani Manurung dengan cara membuat postingan melalui Akun Instagram atas nama feby25052 yang berisi foto dan kalimat (Caption) tulisan.

Selanjutnya tujuan dari terdakwa Febi Nur Amelia membuat postingan Instastory di Akun Instagram atas nama atau usename feby25052 yaitu dengan tujuan untuk menagih hutang kepada saksi Fitriani Manurung yang sampai saat ini belum dibayar oleh saksi Fitriani Manurung sejak tanggal 12 Desember 2016.

Bahwa sebelumnya sekira bulan Desember 2016 saksi Fitriani Manurung ada mencoba meminjam uang sekitar Rp. 70.000.000,- (tujuh puluh juta rupiah) kepada terdakwa Febi Nur Amelia yang mana sepengetahuan terdakwa Febi Nur Amelia uang tersebut akan dipergunakan untuk mempromosikan jabatan suami dari saksi Fitriani Manurung.

"Kemudian pada sekira tahun 2017, terdakwa Febi Nur Amelia mencoba untuk menagih uang yang telah dipinjam oleh saksi Fitriani Manurung tetapi pada saat itu saksi Fitriani Manurung ada memberikan beberapa alasan yang menyatakan bahwa saksi Fitriani Manurung belum bisa membayar uang tersebut," tutur JPU. 

Tidak lama kemudian saat itu juga setelah terdakwa Febi Nur Amelia menagih uang tersebut kepada saksi Fitriani Manurung langsung memblockir akun Whatsapp milik terdakwa Febi Nur Amelia dengan maksud terdakwa Febi Nur Amelia tidak dapat menghubungi dan menagih uang tersebut kepada saksi Fitriani Manurung

Selanjutnya masuk tahun 2019, lanjut JPU, terdakwa Febi Nur Amelia mencoba mengirimkan kembali pesan (Direct Massage) melalui Akun Instragram secara pribadi akan tetapi saksi Fitriani Manurung mengaku tidak mengenal terdakwa Febi Nur Amelia dan tidak merasa mempunyai hutang terhadap terdakwa Febi Nur Amelia dan pada saat itu juga akhirnya saksi Fitriani Manurung memblockir kembali Akun Instagram milik pribadi terdakwa Febi Nur Amelia. 

"Sehingga terdakwa Febi Nur Amelia merasa kecewa dan membuat postingan tersebut agar saksi Fitriani Manurung melihat dan sadar untuk membayar hutang kepada terdakwa Febi Nur Amelia," pungka (Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *