HEADLINE NEWS

Kasus Korupsi TRB TSS di Kab. Madina Plt Kadis Perkim Madina di Tuntut 2 Tahun Penjara, Dua Rekanya Dituntut 1 Tahun dan 6 Bulan


Kabar24Jam.Com
Senin 13/01/2020
Medan- Plt Kepala Dinas (Kadis) Perkim Kab. Mandailing Natal (Madina) Rahmadsyah Lubis terdakwa kasus korupsi dalam pengerjaan proyek objek wisata Taman Raja Batu (TRB) dan Tapian Siri-siri Syariah (TSS) di Kab. Madina di tuntut 2 tahun penjara oleh Jaksa penuntut umum (JPU) Polim Siregar 

"Meminta majelis hakim yang menyidangkan perkara ini agar menghukum terdakwa dengan pidana 2 tahun penjara," tandas jaksa Polim di hadapan Hakim Ketua Irwan Effendi, di Ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (13/1) sore.

Selain pidana penjara, terdakwa juga dibebankan denda sebesar Rp50 juta subsider 6 bulan kurungan.

"Perbuatan terdakwa diancam pidana Pasal 3 jo Pasal 18 dari Undang-undang No 31 Tahun 1999 jo. Undang-undang No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-undang No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana," tandas jaksa.

Terdakwa Rahmadsyah, dinilai telah menyalahgunakan kewenangan, sehingga menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp1,6 miliar lebih dalam proyek pembangunan kedua obyek wisata yang bersumber dari APBD tahun 2017 tersebut.

Sementara dua terdakwa lain, dalam kasus ini Khairul Akhyar Rangkuti dan Edy Djunaedi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dituntut jaksa masing-masing dengan hukuman 1 tahun dan 6 bulan penjara dan denda masing-masing Rp50 juta subsider 6 bulan kurungan.

Kedua terdakwa juga melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 dari Undang-undang No 31 Tahun 1999 jo. Undang-undang No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-undang No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana

Usai sidang, istri terdakwa Rahmadsyah Lubis jatuh pingsan. Sontak saja membuat kaget pengunjung sidang. Istrinya kemudian berusaha ditenangkan keluarganya yang hadir di sidang. Sekitar 20 menit, istrinya baru sadarkan diri.

Pengerjaan objek wisata TRB dan TSS diketahui berawal pada 2016, yang digagas  Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution. Bupati  kemudian, bersama terdakwa Kadis Perkim dan kadis lainnya di Pemkab Madina meninjau lokasi yang akan dikerjakan. 

Ketiga dinas terkait, atas perintah Bupati memasukkan beberapa paket kegiatan yang akan dibangun tersebut ke dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPPA SKPD) Tahun 2016 dan Tahun 2017. Namun, di kemudian hari ,proyek tersebut terindikasi korupsi yang menyebabkan kerugian negara mencapai Rp1,6 miliar lebih (Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *