HEADLINE NEWS

Kapolda : Istri Hakim di Medan Otak Pelaku Pembunuhan



Kabar24Jam.Com
Kamis 09/01/2020
Medan - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara bersama Polrestabes Medan akhirnya menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus pembunuhan Jamaluddin, hakim pengadilan negeri (PN) Medan, Jumat 29 November 2019 lalu.

Dari tiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu, satu diantaranya adalah istri kedua korban, berinisial ZH. Dua lainnya adalah rekan dari ZH, berisnial RS dan JP. Mereka memiliki peran yang berbeda. 

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Martuani Sormin ketika diwawancarai wartawan, Rabu 8 Januari 2020 membenarkan telah menetapkan tiga orang tersangka atas kasus kematian Jamaluddin, hakim PN Medan. 

"Iya, tiga orang telah kita tetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Jamaluddin, satu orang adalah istri dari Jamaluddin," ucap Martuani. 

Otak atau dalang dari pembunuhan Jamaluddin dilakukan oleh istrinya sendiri, itu muncul dikarenakan adanya permasalahan rumah tangga. Sehingga dia merekrut dua pelaku lainnya. 

"Sementara, motif karena permasalahan rumah tangga dan otak dari kasus pembunuhan berencana ini adalah istri dari korban. Sedangkan mengenai hubungan ketiga pelaku, berapa upah pelaku dari peristiwa itu masih didalami oleh penyidik," kata Martuani. 

Menurut Martuani, penetapan status tersangka dilakukan penyidik berdasarkan alat bukti yang ada dan kerja sama dengan tim laboratorium forensik Mabes Polri 

"Selama ini kita kesulitan untuk mencari alat bukti untuk menetapkan tersangka, pelaku menggunakan alat komunikasi yang tidak biasa. Tapi karena kerjasama dengan berbagai pihak, penyidik akhirnya mendapatkan informasi yang bisa menguatkan kasus ini sebagai pembunuhan berencana," kata Martuani. 

Dalam kasus ini, penyidik telah memeriksa 50 orang saksi dan telah mengamankan beberapa barang bukti milik korban dan pelaku. Diantaranya mobil pakaian dan sepatu. Ketiga pelaku dipersangkakan melanggar pasal 340 KUHPidana Junto 338 dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati.

"Kita sampai saat ini melakukan penahanan terhadap pelaku, dan dalam waktu dekat akan melaksanakan rekontruksi untuk melengkapi berkas perkara ke kejaksaan," tandas Martuani. 

Sebagaimana diketahui, Jamaluddin ditemukan tewas didalam mobil Toyota Land Cruiser BK 77 HD dan terperosok di jurang di Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Jumat 29 November 2019 lalu. 

Selanjutnya, petugas kepolisian dari laboratorium forensik menyebut bahwa jenazah Jamaluddin diperkirakan telah kehilangan atau berhenti bernapas sekitar 12 sampai 20 jam ketika ditemukan tewas didalam mobil dan terperosok di jurang.(Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *