HEADLINE NEWS

Hakim PN Tewas Dibunuh Istrinya Sendiri, Begini Peran & Kronogisnya



Kabar24Jam.Com
 Sabtu 11/01/2020
Medan- Kasus pembunuhan Hakim Pengadilanan Negeri (PN) Jamaluddin yang dieksekusi istrinya sendiri, Zuraida Hanum  (ZH) bersama dua orang suruhannya yakni Jefri Pratama (JP) dan Reza Fahlevi alias (JF) memang telah tersusun rapi dan perancanaan yang matang 


Informasi ini dihimpun menyebutkan, pada Rabu 08 Januari 2020 sekira Jam 11.00 Wib Polda Sumut bersama Sat Reskrim Polrestabes Medan melakukan penangkapan terhadap pelaku Pembunuhan Hakim PN Medan Jamaluddin yang terjadi pada Jumat 29 Nopember 2019 sore

Ceritanta kejadian berawala pada tahun 2011 korban Alm Jamaluddin menikah dengan tersanga Zuraida Hanum (ZH) dari hasil pernikahan mereka lahirlah seorang anak perempuan.

Sekian tahun hidup berumah tangga , Zuraidah Hanum menaruh kecemburuan terhadap Alm Jamaluddin, pasalnya karena Zuraidah merasa suaminya Alm Jamaluddin selingkuh dengan seorang wanita lain (WIL),  

Seiring waktu berjalan Zuraidah Hanum berniat membunuh Alm Jamaluddin.Niat itu pertama kali terjadi pada bulan Maret 2019. Pada saat itu Zuraidah Hanum meminta seorang pria LH untuk membunuh korban, Namun LH tidak bersedia.

Tanpa diduga secara kebetulan Zuraidah berkenalan dengan seorang pria (tersangka) di-Yayasan Harapan III Medan bernama Jefri Pratama (JP) yang anak mereka sama-sama bersekolah di-Yayasan Harapan III Medan tersebut.

Berhubung selalu berjumpa, Zuraidah pun tak segan menggukapkan perasaannya (Curhat) kepada Jefri Pratama. Singkat cerita akhirnya Zuraidah Hanum dan Jefri Pratama menjalin hubungan asmara.

Gayung bersambut, hatipun terus terpaut, rencana untuk menghabisi nyawa Hakim PN Medan Jamaluddin pun terus berlanjut, dan selanjutnya pada tanggal 25 November 2019, Zuraidah Hanum dan Jepri Pratama menyusun rencana untuk membunuh Alm Jamaluddin di salah Caffee Town yang ada di Jalan Ringroad Medan 

Dalam pertemuan itu, Zuraidah Hanum dan Jepri Pratama telah sepakat, dan mirisnya tekat Zuraidah tak tergoyah
kan lagi, hasrat hati yang telah lama dinanti untuk membunuh suaminya sendiri akan terujud.

Tak ingin membuang waktu lama-lama lagi, kemudian Zuraidah Hanum menghubungi dan memberitahukan kepada seorang pria bernama Reza Fahlevi alias (JF) dan setelah ada kesepakatan antara Zuraidah Hanum dan Reza Fahlevi alias (JF), selanjutnya Zuraidah Hanum membenkan uang sebesar Rp 2 juta kepada Reza Fahlevi untuk membeli 1 unit hape, 2 pasang sepatu, 2 potong baju kaos dan sarung tangan 

Berikutnya pada tanggal 28 November 2019 sekira Jam 19.00 Wib Zuraidah Hanum menjemput Jefri Pratama dan Reza Fahlevi 7dengan mobil Toyota Camry BK 78 ZH di Jalan Karya Wisata tepat di Pasar Johor Karya Wisata Kecamatan Medan Johor.

Waktupun terus berlalu, mobil Toyota Camry BK 78 ZH tiba dirumah Zuraidah Hanum,di Jalan Aswad Komplek Prumahan Monaco, mobil langsung  masuk kegarasi, lalu Jefri Pratama dan Reza Fahlevi turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah  sedangkan Zuraidah Hanum menutup pagar grasi mobil.

Kemudian setelah itu Zuraidah Hanum mengantar Jepri Pratama dan Reza Fahlevi menuju ke lantai 3 rumah Zuraidah Hanum menunggu perintah untuk meIakukan pembunuhan terhadap Alm Jamaluddin.

Waktu terus berlalu, sekira Jam 20.00 Wib Zuraidah Hanum, menemui Jepri Pratama dan Reza Fahlevi sambil mengantar Air minum, tak lama berselang 1 Jam kemudian (21.00 Wib) Zuraidah kembali menemui Jepri Pratama dan Reza Fahlevi.

Waktu dan tanggal pun telah berubah
sekira Jam 01.00 Wib pada tanggal 29 November 2019, Zuraidah Hanum kembali naik ke lantai 3 untuk mengajak Jepri Pratama dan Reza Fahlevi turun dan langsung menuju kamar Zuraidah Hanum dan Alm Jamaluddin, pada saat itu, di dalam kamar itu Alm Jamaludin terlihat lagi tidur bersama anaknya KZA tidak memakai baju hanya mengenakan kain sarung.

Selanjutnya pembunuhan terhadap Hakim PN Medan Jamaluddin itu pun berlangsung, dan pada saat Zuraidah Hanum mengambil posisi tepat di tengah tempat tidur antara KZA dan Alm Jamaluddin,

Ketiga pembunuh sadis ini lalu mengambil peran masing-masing
Reza Fahlevi mengambil kain selimut 
bed cover, lalu dibekap sampai jantung Jamaluddin berhenti berdetak di atas tempat tidurnya, Jepri Pratama
berperan memegang kedua tangan Alm Jamaluddin. Sedangkan peran sang istri Zuraidah Hanum, berbaring di samping kiri menindih kaki Alm Jamaluddin dengan kedua kakinya, sembil mendiamkan anaknya KZA yang terbangun.

Setelah Alm Jamaluddin di pastikan meninggal dunia Zuraidah Hanum menyuruh Jepri Pratama selingkuhan atau kekasih gelap Zuraidah Hanum) dan Reza Fahlevi kembali naik Iantai 
3 untuk kembali menunggu perintah

Berikutnya sekira Jam 03.00 Wib Zuraidah Hanum memanggil dan mengajak Jepri Pratama dan Reza Fahlevi dari lantai 3 untuk turun ke kamar tempat tebaringnya jenazah Jamaluddin, setelah berdiskusi akhirnya di putuskan kalau Jenazah Jamaluddin akan di buang ke daerah Tanah Karo.

Jenazah Jamaluddin yang sebelumnya tidak mengenakan baju hanya memakai kain sarung, lalu dipakaikan baju dan celana olahragah, ketika itu Zuraidah Hanum memakaikan celana panjang olahraga warna hijau bertuliskan PN Medan Jepri Pratama baju dan Reza Fahlevi memakaikan kaos kaki.

Setelah itu Zuraidah Hanum,Jefri Pratama (42) Warga Jalan Selam Tegal Sari Mandala 1 Medan Denai dan Reza Fahlevi (29) Warga Jalan Stella Raya Simpang Selayang Medan Tuntungan mengangkat Jenazah Jamaludin turun ke lantai 1 dan memasukan kedalam mobil  Toyota Prado BK 77 HD dengan posisi berada di kursi baris kedua

Mobil Toyota Prado BK 77 HD di stir oleh Jepri Pratama sedangkan Reza Fahlevi duduk di sebelah kiri, sedangkan Zuraidah Hanum membuka dan menutup pagar garasi.

Selanjutnya mobil berjalan keluar  berbelok ke kanan menuju Jalan Aswad lalu belok kiri ke Jalan Eka Warni, dan belok kanan menuju Jalan Karya Wisata, kembali belok kiri menuju Jalan A H Nasution langsung menuju Fly Over Jalan Jamin Ginting, masuk ke jalan Ngamban Surbakti, masuk  kiri tembus ke Jalan Simpang Pemda dan masuk ke Jalan Setia Budi. Kemudian belok kanan lagi menuju Jalan Stella Raya, kembali belok kanan menuju Gang Anyelirk, 

Setelah sampai Gang Anyelirk Reza Fahlevi turun dan berjalan ke rumah orang tuanya yang berada di Jalan Silange Nomor 4 untuk mengambil Sepeda Motir Honda Vario warna Hitam, keduanyapun kembali berjalan menuju Tanah Karo Brastagi Jepri Pratama menyetir Mobil  dan Reza Fahlevi mengendarai sepeda motor berada di depan.

Untuk membuang Jenazah Alm Jamaluddin kedua eksekutor itu
menempuh Jalan Setia Budi menuju Simpang Selayang tembus ke Jalan Jamin Gintingm. Ditengah Jalan Reza Fahlevi berhenti untuk mengisi BBM sepeda motornya tepat d
didepan Hotel Sehati 

Selanjutnya keduanya bergerak kembali menuju ke arah Berastagi namun sesampainya di Kantor Kades Bintang Meriah Jalan Jamin Ginting, mereka balik arah karna ada kemacatan lalulintas

Berikutnya Reza Fahlevi dan Jefri Pratama menuju Jalan Salam Tani, lagi- lagi mereka balik arah disebankan jalan rusak, mereka belok kiri menuju Jalan jamin Ginting, kemudian belok kiri lagi tembus ke Jalan Namorih, setelah belok kanan mereka tembus ke Dusun H Desa Suka Rame. Lalu kembali belok kiri tembus kebun sawit tempat Jenazah Hakim PN Medan Jamaluddin dibuang bersama mobilnya

Setelah sampai di tempat kejadian perkara (TKP) Pembuangan, menurut pengakuan Jefri Pratama dan Reza Fahlevi sekira Jam 06.30 WIB, Reza Fahlevi yang mengendarai sepeda motor berhenti setelah melihat adanya jurang, melihat Reza Fahlevi yang menderai Sepeda Motor berhenti dipinggir jurang, Jefri Pratama juga Iangsung berhenti, tak lama kemudian Jefri Pratama langsung lompat dari mobil Prado. 

Dalam kondisi mesin menyala porsneling mobil dalam posisi hidup mesin (D) mobil Prado BK 77 HD diarahkan kedalam jurang selanjutnya mobil jalan secara automatis masuk ke dalam jurang kebun sawit.

Melihat mobil telah masuk kedalam jurang, karena ketakutan apabila ada orang yang melihat kejadian tersebut Jefri Pratama langsung melompat ke
sepeda motor yang di kenderai Reza Fahlevi,  akhir cerita Jefri Pratama dan Reza Fahlevi langsung tancap gas meninggal lokasi kebun kelapa sawit tempat Jenazah dan mobil Hakim PN Medan Jamaluddin dibuang

Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin sebelumnya dalam paparan tiga tersangka pembunuhan Hakim PN Medan di Mapolda Sumut menyebutkan bahwa ketiga tersangka dijerat dengan pasal 340 KUHPidana pembunuhan berecana.

"Ketiga tersangka disangkakan dengan pasal 340 dengan pembunuhan berencana dan dijerat dengan hukuman mati," ucapnya
sembari menyebutkan bahwa kasus ini masih akan didalami untuk selanjutnya dilimpahkan ke pengadilan.

"Hari ini ketiga tersangka ini akan kami lakukan penahanan dan untuk saksi yang sudah diperiksa oleh tim untuk kurang lebih 50 ditambah alat bukti fisikal maupun forensik, penyidik yakin bahwa merekalah pelakunya. Pelaku utama adalah istri dari korban, istrinya yang merekrut dua pelaku pembunuhan suaminya," tegas Kapoldasu. 

Diketahui Jamaluddin ditemukan tewas dalam mobil Land Cruiser miliknya di perkebunan kelapa sawit Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Sumut, pada Jumat 29 November 2019.

Empat puluh hari setelah meninggalnya Jamaluddin, polisi menangkap Zuraida. Dia diduga jadi otak pembunuhan suaminya. Zuraida diduga menyewa dua eksekutor berinisial Jefri Pratamq (42) dan Reza Fahlevi (29) untuk menghabisi nyawa Hakim PN Jamaluddin.(Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *