HEADLINE NEWS

Hakim PN di Medan Dibunuh di Kamar Pakai Selimut Bed Cover



Kabar24Jam.Com
 Kamis 09/01/2020
Medan - Jamaluddin, hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan dibunuh didalam rumahnya, di Kecamatan Medan Johor, Sumatera Utara, Jumat 29 November 2019, lalu. Dia dibunuh dengan menggunakan selimut bed cover dan dilakukan oleh tiga orang tersangka berinisial ZH, JP dan RH.

Dua orang pelaku yang sengaja dihubungi oleh istri korban berinisial ZH, mereka menunggu korban pulang dari kerja. Setelah korban tertidur, mereka langsung membekap tubuh korbannya dengan selimut bed cover.

Kemudian, setelah korban kehilangan nyawa, pelaku langsung mengangkat tubuh korban dan menaikan kedalam mobil Toyota Land Cruiser BK 77 HD dan di buang ke jurang di Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang. 

Hal demikian ditegaskan oleh Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Martuani Sormin kepada wartawan di Mapolda Sumatera Utara, Jalan Sisingamangaraja, KM 10,5 Medan, Rabu 8 Januari 2020.

"Iya, kasus ini adalah pembunuhan berencana yang didalangi oleh istri korban berinisial ZH, mereka membunuh korban didalam kamar korban. Setelah itu langsung meletakkan jenazah korban didalam mobil dan terperosok di jurang. Mereka melakukan itu seolah olah ini kejadian kecelakaan," ucap Martuani. 

Pembunuhan yang dilakukan pelaku cukup bagus, tanpa alat bukti dan kekerasan. Namun, berkat kerja sama dan kerja keras yang dilakukan, penyidik akhirnya bisa menemukan alat bukti. 

"Korbam dibekap dan kehabisan napas, sehingga dibuktikan korban meninggal karena mati lemas. Tanda kekerasan tidak ada, tapi akhirnya kita bisa temukan alat bukti dan menetapkan mereka sebagai tersangka," kata dia. 

Sedangkan adanya tuduhan miring dan mengenai proses penyidikan terhadap sejumlah saksi, Martuani menegaskan bahwa penetapan tersangka tidak ada yang salah. Semua bisa dipertanggungjawabkan. 

"Kalau ada informasi simpang siur, bahwa ada tudingan miring, mengapa begitu lama. Namun akhirnya bisa terungkap. Penyidik kami sudah melakukan tugas yang on the track. Penyidik perlu alat butkti pembuktiannya, seluruh hasil kerja penyidik, saya ucapkan terima kasih. Proses penyidikan berjalan dengan jalurnya," ucap Martuani. 

Dalam kasus ini, penyidik telah memeriksa 50 orang saksi dan telah mengamankan beberapa barang bukti milik korban dan pelaku. Diantaranya mobil pakaian dan sepatu. Ketiga pelaku dipersangkakan melanggar pasal 340 KUHPidana Junto 338 dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati.

"Kita sampai saat ini melakukan penahanan terhadap pelaku, dan dalam waktu dekat akan melaksanakan rekontruksi untuk melengkapi berkas perkara ke kejaksaan," tandas Martuani. 

Sebagaimana diketahui, Jamaluddin ditemukan tewas didalam mobil Toyota Land Cruiser BK 77 HD dan terperosok di jurang di Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Jumat 29 November 2019 lalu. 

Selanjutnya, petugas kepolisian dari laboratorium forensik menyebut bahwa jenazah Jamaluddin diperkirakan telah kehilangan atau berhenti bernapas sekitar 12 sampai 20 jam ketika ditemukan tewas didalam mobil dan terperosok di jurang (Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *