HEADLINE NEWS

Kategori

Cemarkan Nama Mantan Menkopolhukam Wiranto, M.H, Rasakan Duduk Dikursi Pesakitan



Kabar24Jam.Com Jumat 10/01/2020 Medan- Muhammad Hanafi (22) terdakwa kasus pencemaran nama baik mantan Menkopolhukam Wiranto di akun media sosial (medsos) harus merasakan duduk kursi pesakitan di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (10/1). 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lince, dalam dakwaannya disebutkan pada 29 September 2019, terdakwa melalui akun facebook (FB) Muhammad Hanafi, memosting kalimat dari Youtube, terhadap foto Wiranto. 

Adapun kalimat itu menyebutkan, 'Terungkap dalangnya Wiranto otak rusuh Papua'. "Lalu terdakwa unggah didinding akun facebook miliknya. Serta dengan caption 'Hukum mati dia (Wiranto), nembaknya pakai bazoka. Ayo kita saksikan beramai-ramai," ucap JPU di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (10/1) siang

Selanjutnya, akun FB terdakwa sontak dibanjiri dengan berbagai kalimat kolom komentar. Hingga akhirnya, postingan terdakwa di screenshot dan dilaporkan ke polisi. 

"Terdakwa diancam dengan pidana Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 ayat (3) UU No 19 Tahun 2016 perubahan UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE, dengan ancaman pidana selama 6 tahun," katanya. 

Usai pembacaan dakwaan, Ketua majelis hakim Erintuah Damanik mempersilahkan kepada penasihat hukum (PH) terdakwa, untuk mengajukan eksepsi. 

"Kami tidak melakukan eksepsi, langsung pembuktian saja yang mulia," ucap PH terdakwa. Sidang kemudian ditutup dan dilanjutkan pada pekan depan, dengan agenda saksi. 

Sementara usai sidang, Jaksa Lince yang ditanyai mengenai motif terdakwa melakukan penghinaan kepada Wiranto, ternyata dilatar belakangi kebenciannya kepada pemerintah. 

"Dalam BAP-nya seperti, karna dia (terdakwa) belum dapat kerja," pungkasnya (Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *