HEADLINE NEWS

KAPOLDA PAPUA HADIRI KEGIATAN MUSYAWARAH UMUM LEMBAGA MASYARAKAT ADAT DI KABUPATEN JAYAWIJAYA


Kabar24Jam.Com
Sabtu 19/10/2019
Jayapura –
 bertempat di Kantor LMA Kabupaten Jayawijaya telah dilaksanakan Musyawarah Umum Lembaga Masyarakat Adat (LMA) suku Hubula dilembah Baliem Kabupaten Jayawijaya dengan tujuan untuk mencari solusi Perdamaian Pasca Kerusuhan yang terjadi tanggal 23 September 2019.(18/10/2019)

Hadir dalam kegiatan yakni Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw, Pangdam Cenderawasih XVII/ Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab, Danrem 172 PWY,Kolonel Inf.J. Binsar Panjaitan, Bupati Jayawijaya, Jhon R.Banua.SE.M.Si, Kapolres Jayawijaya, AKBP.Tony Ananda,SH, Dandim 1702 JWY,Letkol. INF.Candra Dianto.SH, Wakil Bupati Jayawijaya, Marthen Yogobi,SH.MH, Para Tokoh Agama, Masyarakat, Kepala suku, Ketua LMA Jayawijaya, Carlos Huby beserta pengurus dan Para tokoh paguyuban.

Sekretaris LMA Jayawijaya dalam kesempatannya mengatakan kami mewakili masyarakat adat Lembah Balliem memohon maaf yang sebesar - besarnya atas semua kejadian yang terjadi akhir - akhir ini, terutama Ketua Paguyuban Nusantara yang masyarakatnya menjadi korban dalam aksi Rusuh tanggal 23 september 2019. Kepala Suku dilembah Balliem diwariskan secara turun temurun dimana kata - kata seorang Kepala suku pasti akan dituruti oleh masyarakatnya. Kerusuhan yang terjadi tanggal 23 September 2019 sangat tidak mencerminkan budaya lembah Balliem, karena hal itu kami mengumpulkan tokoh - tokoh adat untuk membicarakan dan mencari solusi atas hal ini.

Kepala suku Mukoko Agus Nikilik Huby dalam kesempatannya mengatakan kejadian tanggal 23 September 2019 terjadi secara mendadak dan begitu cepat sehingga kami Suku Hubula baru bisa melakukan musyawarah umum untuk membahas kejadian tersebut. Tujuan Musyawarah Umum ini adalah untuk menjaga pertumbuhan manusia di lembah balliem dan pertumbuhan Ekonomi di Jayawijaya.

Kerusuhan tanggal 26 Oktober 2002 belum pernah kita bicarakan sampai terjadi lagi kerusuhan tanggal 23 September 2019 berdasarkan kedua kejadian tersebut kami akan berbicara untuk mengetahui dari mana dan siapa pelaku rusuh tersebut. Setelah kita tau Perusuh tersebut maka kita bisa mengambil langkah hukum baik Hukum adat maupun Hukum Nasional yang lebih penting kita harus tau suku/klan mana yang berani membuat rusuh di Jayawijaya.

Kapolda papua dalam kesempatannya menyampaikan kejadian di Wamena berkaitan dengan kejadian lainnya yang terjadi secara serentak di beberapa Kabupaten yang ada di Provinsi Papua. Kejadian yang terjadi di SMK PGRI hanyalah alasan untuk melakukan sebuah aksi anarkis karena kesalahpahaman itu terjadi hari Rabu dan sudah diselesaikan hari Sabtu secara damai.

Namun hari Senin ada oknum yang dengan sengaja memanfaatkan situasi tersebut untuk melakukan aksi anarkis, beberapa orang yang saat ini sudah kami amankan di Polres adalah Pelaku yang melakukan pembakaran, Pembunuhan, Penjarahan di tanggal 23 September 2019. Kejadian anarkis di beberapa Provinsi Papua merupakan sebuah skenario besar yang sedang kami cari aktor Intelektualnya.

Rangkaian peristiwa yang terjadi di Papua sudah mengguncang stabilitas Nasional, apa yang terjadi di Papua bangsa - bangsa di dunia saat sidang PBB sudah menyatakan bahwa ini merupakan masalah dalam Negeri, jadi jika ada upaya dari kelompok tertentu yang mencoba mempolitisir kejadian ini maka itu adalah hal yang salah besar. (Humas)

                                                     

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *