HEADLINE NEWS

LBH Medan dan Komnas Anak Akhirnya Angkat Bicara Terkait Tarik Paksa Debct Colektor di Simpang Pemda Medan



KABAR 24JAM, DELI TUA - Sebut Saja namanya Bunga, anak wanita kelahiran tanggal 1 April 2012  yang lahir di Tanjung Balai Asahan yang pingsan karena ketakutan saat delapan orang Debct Colektor menghentikan mobil yang ditumpanginya bersama keluarga dengan cara merusak dan memukulin atap dan kaca mobil hingga pecah, kini kondisi phiskilogisnya mulai berubah, Bunga yang dulu ceria dan periang semenjak kejadian itu (5/7) kini menjadi pendiam dan sering murung, hal ini dikatakan orang tuanya Teti Erita (42) ibu kandungnya dan Indra Saputra (41) ayahnya melalui pesan WhatsAppnya.

Kebrutalan para penagih hutang yang kerap melakukan intimidasi dan kekerasan terhadap korbanya membuat Maswan Tambak SH praktisi hukum dari LBH Medan angkat bicara.

" Dari sudut pandang hukum tentu perbuatan orang yang diduga sebagai Debct Colektor tersebut sangat tidak dibenarkan. Pertama, para pelaku menggunakan kekerasan yang menimbulkan rasa takut terhadap diri pribadi atau orang lain, terlebih lagi saat kejadian tarik paksa itu didalamnya terdapat anak dibawah umur dan tindakan tarik paksa itu dilakukan didepan umum dan kejadian seperti ini bukan kali pertama terjadi di kota Medan dan sudah terjadi lebih dari sekali dan berulang kali, hal ini tidak luput dari ketegasan aparat kepolisian dalam menciptakan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, Polisi harus bertindak tegas terhadap para Debct Colektor dan bila perlu ada ketegasan juga terhadap perusahan leaesing yang memerintahkan Debct Colektor ini," ucap Maswan Tambak SH.

Katanya lagi, dalam peristiwa ini telah menimbulkan kerugian pada salah satu anak yang berunisial TA ( 7 ) yang pada saat kejadian berada di dalam mobil dan melihat para Debct Colektor itu memukul dan memecahkan kaca mobil yang ditumpanginya dan keluarga yang tentunya berdampak pada phiskilogis anak itu.
" Artinya tidak hanya Kepolisian tapi juga Lembaga Perlindungan Anak harus turut andil dalam hal ini, kedepan perlu kiranya ketegasan polisi dalam menindak Debct Colektor dan perusahaan leasingnya karena bagaimanapun juga para Debct Colektor ini bekerja atas dasar perintah pengusaha. Untuk itu, kami dari praktisi hukum LBH Medan meminta menangkap semua pelaku yang melakukan kekerasan sewaktu menarik paksa mobil Datsun go warna putih itu," jelas Kadiv Buruh dan Miskin kota LBH Medan ini.


Ditempat terpisah ketua umum Komnas Anak Arist merdeka Sirait saat dimintai pendapatnya melalui pesan WhatsApp di nomor pribadinya mengatakan bahwa perbuatan Debct Colector dengan kekerasan terhadap pasangan suami istri TE (42) dan IS (41) dihadapan putrinya TA (7) merupakan perbuatan yang tidak dibenarkan oleh hukum. Tindakan debct colector itu telah mencederai hak anak untuk mendapat pelindungan dan telah masuk dalam kategori kekerasan terhadap anak. 
"Tindakan itu tidak bisa ditolelir lagi karena dipastikan telah berdampak  anak mengalami trauma berat. Dengan demikian demi pemulihan trauma korban khususnya TA yang saat ini mengalami stres berat ,  trauma dan menjadi pendiam,  Komnas Perlindungan Anak mendesak pihak Kepolisian untuk tidak ragu-ragu segera menangkap para pelaku dan menjeratnya dengan pasal  atau ketentuan  melakukan tindak pidana megancaman dan merusak dengan kekerasan, mengakibatkan anak trauma berat," jelas Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, merespon kasus kekerasan yang dilakukan depct colector di Medan Sumatera Utara.

Arist menegaskan tidak ada toleransi terhadap kekerasan, apapun bentuknya, pelaku harus mendapat ganjaran hukum. 
"Komnas Anak memastikan pihak kepolisian tidak akan ragu-ragu  untuk segera menangkap dan menahan pelaku dan dimintai pertanggungjawaban hukumnya. Untuk trauma  yang diderita TA, Komnas  Perlindungan Anak bersama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumatera Utara dan Tim Sahabat Anak wiayah Medan segera bertemu TA untuk memberikan dampingan trauma healing dan terapy psikososial," pungkas tambah Arist.( Red/Kabar 24Jam)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *