HEADLINE NEWS

Terkait Kasus Oknum Dosen Yang Ikut Aniaya Menantunya, Muslim Muis Angkat Bicara



KABAR 24JAM, SUNGGAL


Sikap seorang dosen Syafri Fadillah Marpaung, yang dilaporkan menantunya sendiri karena ikut melakukan penganiayaan mendapat perhatian yang tegas dari praktisi hukum, Muslim Muis. Bahkan, Syafri yang merupakan dosen di Universitas Negeri dan perguruan tinggi swasta di Medan ini dinilai tidak mempunyai kesadaran hukum walaupun status profesinya dinilai memiliki kualitas pendidikan yang tinggi.

"Kalau dia menganiaya menantunya sendiri berarti dia nggak punya kesadaran hukum. Makanya walaupun dia seorang dosen dan sekolahnya tinggi tapi kesadaran hukumnya tidak ada, sama aja tidak bermanfaat ilmu yang didapatnya selama ini. Harusnya dia belajar lagi belajar tentang kesadaran hukum," kata Muslim Muis, SH, saat dihubungi, Senin (17/6) petang.


Terkait dengan perebutan cucu yang dilakukan terlapor bersama keluarganya dari menantunya di rumah besannya, Muslim mengatakan itu sama saja penculikan. "Perebutan untuk mengambil cucu yang dilakukan pelaku itu sama saja penculikan namanya, apalagi dilakukan waktu dinihari, itu termasuk undang-undag perlindungan anak namanya, kan masih ada orangtuanya yang masih bisa merawat dan mengurusnya. Masalah dosen itu terlibat menganiaya menantunya itu laporkan saja ke polisi agar dia sadar hukum,"  jelasnya.

"Hak-hak dari seorang ibu harus di berikan walaupun misalnya terlapor yang merupakan mertua korban telah menjaga dan memberikan makan," sambungnya lagi.

Muslim meminta pihak kepolisian untuk memproses kasus yang melibatkan terlapor. "Tidak mungkin tidak ada asap kalau tidak ada api. Berani berbuat berani bertanggung jawab. Kalau hukum dapat menjeratnya sebagai pelaku  pidana kenapa hukm memberikan diskresi kepada dia, nggak boleh itu," terangnya.

"Setia warga negara di mata hukum itu sama. Kalau dia tidak sadar hukum juga berarti kurang waras. Seorang dosen masa seperti itu perilakunya. Kesadaran hukumnya yang rendah," tukasnya.

Sebelumnya, Seorang oknum dosen di salah satu Universitas Negeri dan swasta di Medan, Syafri Fadillah Marpaung beserta anaknya dilaporkan ke Polsek Sunggal, Sabtu (8/6) siang. Oknum dosen dan anaknya dilaporkan dalam kasus KDRT dan penganiayaan karena telah menganiaya menantunya, Arina Malasikana Fauzi (23) hingga mengalami luka-luka. Peristiwa itu telah dilaporkan korban dengan bukti laporan STTLP nomor 439/K/VI/2019/SPKT/Polsek Sunggal.

Mendapat informasi bahwa akan ditangkap, 2 pelaku penganiayaan yang merupakan anak terlapor, Muhammad Rizal Fadillah Marpaung dan adiknya Thoriq (mahasiswa USU) akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Sunggal, Sabtu (15/6) pagi. Kedua pelaku menyerahkan diri dengan diantar orangtuanya (terlapor beserta istri dan penasihat hukumnya) setelah mengetahui dilaporkan dan akan segera ditangkap petugas Reskrim Polsek Sunggal dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan penganiayaan terhadap korban Arina Malasikana Fauzi.





Red/ Kabar 24Jam

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *