HEADLINE NEWS

Diduga, KSU HIMPASU Jual Tanah Negara




KABAR 24JAM, MEDAN

Beredar kabar KSU HIMPASU ( Koperasi Serba Usaha Himpunan Masyarakat Prasejahtera Sumut) yang beralamat di jalan Setia Budi dekat UNIKA, diduga mengadakan kegiatan Jual Beli tanah kepada masyarakat dengan harga Rp. 7.500.000 / persil.

Keterangan ini sesuai dengan kwitansi dengan penjualan tanah di Desa Bulu cina, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang dengan penerima Farida sebayang.

Hendri yang merupakan korban sebagai pembeli yang beralamat  pasar 12 bandar klippa, percut sei tuan merasa ditipu oleh pelaku. " Di tipuin orang aku bang ," ucapnya kepada kru Kabar24Jam.com.

Katanya lagi, sudah 1 tahun dijanjikan dari KSU HIMPASU melalui Ketua KSU bernama Antony Sihombing. Dia mengatakan tanah tersebut akan keluar suratnya di akhir tahun 2018 bulan Desember.

"Padahal janji - janji manis tersebut belum juga terwujud sampai sekarang (20/6). Sementara pembelian tanah persil di Desa Bulu Cina, kecamatan Hamparan Perak tersebut dimulai tanggal 22 Juni 2018," pungkas Korban.

Korban juga meminta uangnya agar segera dikembalikan sebesar Rp. 15.000.000 ( lima belas juta rupiah ) atas pembelian dua persil  tanah atas nama adiknya Bastian.

Sementara ibu Farida Sebayang ketika dikonfirmasi kabar 24Jam mengatakan tanah yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan uangnya.

Merasa kesal dengan penipuan yang dialaminya, Hendripun berencana akan melaporkan hal ini ke Polda Sementara Utara.

Sementara ketua HIMPASU  Antony Sihombing membantah tudingan itu, "tidak benar saya ketahui itu". saya hanya cuman tanda tangan saja dikwitansi kosong, karena saya sangat sibuk. Yang menerima itu ya ibu bendahara Farida Sebayang bukan saya, ujarnya kepada kru media. Sementara awak media yang mencoba menyambangi warga asli desa bulu cina bernama Tukimin tidak mengetahui hal itu.

"Tidak benar ada HIMPASU menjual tanah disana dan tidak  tau saya dan tidak mengetahui lokasinya dimana. Karena saya asli Desa Bulu Cina0," pungkasnya.

Sementara menurut Informasi yang dikumpulkan di lapangan menyebutkan bahwa yang dijual tersebut merupakan tanah PTPN.



( Red/ Bastian )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *