HEADLINE NEWS

Diduga Ketakutan Dosen Syafri Marpaung Minta Polisi Hentikan Kasusnya




KABAR 24JAM, SUNGGAL


Lantaran dilaporkan dalam dugaan kasus penganiayaan yang dilakukannya, dosen Syafri Fadillah Marpaung diduga ketakutan seperti kebakaran jenggot sibuk meminta perdamaian ke sana kemari. Syafri yang ikut terlibat menganiaya menantunya itu mendatangi rumah besannya sekaligus meminta maaf dan mengajukan perdamaian. Karena belum mendapat jawaban yang pasti, Syafri diam-diam menjumpai oknum perwira di Polsek Sunggal memohon agar kasusnya dihentikan. Namun permintaan itu tidak diterima dan kasus ini tetap diteruskan mengingat trauma yang luar biasa yang dialami menantunya Arina hingga sampai saat ini.

"Dia (Syafri) datang ke rumah minta (kasus) jangan diperpanjang. Dia juga melihat kamar Arina (menantunya) yang masih berantakan, pecahan kaca dan adanya percikan darah sewaktu terjadi penganiayaan yang dilakukannya bersama kedua anaknya yang saat ini masih ditahan di Polsek Sunggal," kata sumber terpercaya.

Namun, lanjut sumber, pihak keluarga belum membuat keputusan dan akan bermusyawarah bersama keluarga besar. 

"Nunggu keluarga besar untuk berembuk untuk musyawarah," ucap Nara sumber yang tak mau disebutkan namanya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu M. Syarif Ginting, ketika dikonfirmasi, Selasa (18/6) mengatakan kasus penganiayaan yang dilakukan terlapor masih didalami dan menunggu keterangan saksi-saksi. 

"Dia (Syafri) memang dilaporkan dalam kasus penganiayaan terhadap menantunya. Tapi kita masih mendalami dan memintai keterangan saksi-saksi dan kedua anaknya yang sudah kita tahan," jelas Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal.

Saat disinggung bahwa terlapor meminta pihak kepolisian Polsek Sunggal untuk menghentikan kasusnya, Syarif Ginting tidak menampiknya. "Iya (benar) dia ada berkata seperti itu (memita kasusnya dihentikan saja) tapi kita tidak setujui apa maunya karena proses hukum harus tetap berlanjut karena setiap warga negara di mata hukum itu sama dan dia tidak berhak mengintervensinya karena kami (polisi) bekerja sesuai promoter," pungkasnya

Sebelumnya, Syafri Fadillah Marpaung beserta kedua anaknya dilaporkan ke Polsek Sunggal, Sabtu (8/6) siang. Syafri dan anaknya dilaporkan dalam kasus KDRT dan penganiayaan karena telah menganiaya menantunya, Arina Malasikana Fauzi (23) hingga mengalami luka-luka. Peristiwa itu telah dilaporkan korban dengan bukti laporan STTLP nomor 439/K/VI/2019/SPKT/Polsek Sunggal.

Untuk kedua anaknya, Muhammad Rizal Fadillah Marpaung dan Thoriq (mahasiswa USU) akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Sunggal, Sabtu (15/6) pagi. 




Red/ Kabar 24Jam

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *