HEADLINE NEWS

Curi Laptop di Sekolah Canigie Yang Lim Plaza, 2 Supir Sekolah Di Ambil Pegasus Polsek Medan Area





KABAR 24JAM, MEDAN AREA


Dua orang pria yang bekerja sebagai supir di sekolah Canigie komplek Plaza Yang Lim Jalan Emas no 10, yang bernama Taufik (45) warga Jalan Tombak Komplek Herman no 6A kelurahan Siderejo Kecamatan Medan Tembung dan seorang temanya Junaidi Lubis (35) warga Jalan Sedap Malam 17 kelurahan Sempakata kecamatan Medan Selayang harus berhadapan dengan tim penanganan gangguan khusus ( Pegasus ) Polsek Medan Area karena terbukti melakukan tindak pidana pencurian 14 unit laptop milik sekolah. Jumat ( 19/4/2019) jam 07:00 WIB.

Kejadian pencurian ini di laporkan pertama kali oleh pihak sekolah bernama Steven Widjaya (30) yang merupakan tenaga pengajar di sekolah.

Mendapatkan adanya laporan tindak pidana pencurian selanjutnya tim Pegasus langsung menuju lokasi untuk melakukan penyelidikan termasuk memeriksa rekaman CCTV, setelah melakukan pull baket, tim Pegasus mendapatkan informasi bahwa pelakunya tak lain adalah orang dalam sendiri yang bernama Taufik yang bertugas sebagai supir sekolah.

" Pada tanggal 22 Juni 2019 jam 23:00 WIB pelaku kami tangkap dan kami intrograsi, Taufik mengaku pada kami bahwa aksi pencurian itu dilakukan oleh dirinya dan seorang temanya bernama Silok yang bertugas memantau situasi sedangkan yang masuk ke laboratorium tempat laptop tersimpan adalah Taufik. Mereka dapat masuk ke sekolah tersebut karena diberikan kunci pintu gedung sekolah oleh Junaidi Lubis," ucap Kapolsek Medan Area Kompol Anjasmara melalui Kanit reskrimnya Iptu A.L.P. Tambunan.

Lanjutnya lagi, lalu pada hari Senin tanggal 24 Juni 2019 jam 14:10 WIB tim Pegasus melakukan pengembangan kasus dan berhasil menangkap Junaidi Lubis yang juga berprofesi sebagai Supir Sekolah.

" Jadi ada 14 unit laptop yang mereka curi dan di jual oleh Silok pada penadah yang saat ini tengah kami buru, laptop curian itu dijual seharga 4,5 juta. Uang  hasil penjualan barang curian tersebut selanjutnya dibagi dua . Dengan uang itu Silok berangkat ke Takengon hingga kini blum kembali ( DPO )," pungkas Iptu A.L.P Tambunan.



Red/Kabar 24Jam

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *