HEADLINE NEWS

3 Ledakan Mewarnai Upacara HUT KODAM I/BB ke 69









KABAR 24JAM, MEDAN


Tiga kali bunyi ledakan keras terdengar menggelegar  berasal dari lapangan hitam KODAM I/BB, kejadian ini membuat kaget seluruh orang yang hadir disana pagi ini dalam acara upacara memperingati HUT KODAM I/BB yang ke 69. Kamis (20/6/2019) jam 9:00 WIB.

Ledakan pertama menandai masuknya prajurit KODAM I/BB kedalam lapangan upacara. Bertindak sebagai komandan upacara adalah Wadan Rindam I/BB Kolonel Inf Anhar dan bertindak sebagai inspektur upacara Pangdam I/BB, Mayjen TNI MS Fadhilah.

Dalam amanatnya panglima Kodam I Bukit Barisan mengatakan bahwa peringatan hari jadi pada hakekatnya adalah momentum introspeksi untuk mengevaluasi perjalanan panjang yang telah dilalui, sekaligus menetapkan komitmen untuk melakukan yang lebih baik dimasa depan.

Selama 69 tahun Kodam I/BB telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Sumut, Sumbar, Riau dan kepulauan Riau. Bersama dengan komponen masyarakat lainya, KODAM I/BB terus berusaha bahu-membahu membangun sendi-sendi kehidupan masyarakat, serta mengawal dan mengamankan kedaulatan NKRI, oleh karena itu tidak ada kalimat yang pantas diucapkan kecuali ucapan terimakasih yang tulus dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat beserta komponen yang ada.

"Pada hari jadi ke-69 ini dengan kerendahan hati, kami sampaikan permohonan maaf yang setulusnya disertai komitmen untuk memperbaiki diri dimasa mendatang," ucap Pangdam.

Katanya lagi, sebagai alat negara dan anak kandung rakyat Indonesia, ia mengharapkan kritik yang membangun, serta saran dan masukan agar kami menjadi semakin profesional dan terus mampu memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara kesatuan republik Indonesia, karena itulah tugas TNI yang harus dipertanggung jawabkan.

Bangsa Indonesia baru saja melakukan perhelatan besar pesta demokrasi, yakni tahapan pemilihan presiden dan wakil serta anggota legeslatif 2019-2024.

" Selaku Pangdam I/BB, Saya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah semakin sadar politik, dengan berpartisipasi secara dewasa, sehingga pelaksanaan tahapan pemilu di wilayah tanggung jawab KODAM I/BB secara umum terlaksana secara lancar dan aman. Berbagai persoalan memang terjadi, ini merupakan keniscayaan dalam kehidupan berdemokrasi, namun yakinlah bahwa lembaga-lembaga negara yang berwenang sedang berusaha menyelesaikan persoalan tersebut dengan baik dan seadil-adilnya, untuk kepentingan bangsa dan negara," pungkas Mayjen TNI MS Fadhilah.

Usai memberikan amanatnya Pangdam I/BB langsung menyapa tamu dan undangan di tribun Keamanan.

Disaat itulah terjadi suara ledakan kedua. " Dummmmmmb" dan saat itu muncul beberapa orang berpakaian sederhana membawa bendera merah putih membawakan drama sejarah perperangan dahsyat yang terjadi di kota Medan dan sekitarnya yang dikenal dengan peristiwa " Medan Area".

Peristiwa Medan Area berawal pada tanggal 9 Oktober 1945, dibawah pimpina. T.E.D Kelly tentara sekutu ( Inggris ) di ikuti pasukan NICA yang dipersiapakan mengambil alih pemerintahan. Kedatangan NICA ternyata memancing berbagai insiden yang terjadi di Hotel di Jalan Balai Kota, Sumut pada tanggal 13 Oktober 1945. Saat itu tentara sekutu merampas dan menginjak-injak lencana merah putih yang dipakai pemuda Indonesia hingga hal ini memancing kemararaha para pemuda. Lalu pada tanggal 13 Oktober 1945 barisan pemuda dan tentara keamanan rakyat ( TKR ) bertempur melawan tentara sekutu dalam upaya merebut gedung-gedung pemerintahan dari tangan Jepang. Inggris mengeluarkan ultimatum kepada bangsa Indonesia agar menyerahkan senjata pada sekutu dan ultimatum ini tak dihiraukan hingga pada tanggal 1 Desember 1945 sekutu memasang papan pengumuman bertuliskan " Fixed Boundaries Medan Area" ( batas resmi wilayah Medan ) di berbagai pinggiran kota Medan. Lalu pada 10 Desember 1945 tentara sekutu melakukan serangan besar-besaran di kota Medan dan menimbulkan banyak korban di kedua pihak dan akhirnya pada bulan April 1946, sekutu berhasil menduduki kota Medan dan sementara pusat perjuangan rakyat dipindahkan ke kota Siantar. Sementara perlawanan laskar pemuda dipindahkan keluar kota Medan.

Hal itu membuat perlawanan terhadap sekutu semakin sengit hingga pada 10/8/1945 di Tebing Tinggi.

Pada tanggal 19 Agustus 1946 di Kabanjahe terbentuk Barisan Pemuda Indonesia yang kemudian berganti nama menjadi komando resimen Laskar Rakyat cabang Tanah Karo yang dipimpin oleh Matang Sitepu, Tama Ginting, Payung Bangun, Selamat Ginting, Rakutta Sembiring, R.M Pandia.

Didalam proses sejarah selanjutnya Komando Laskar Rakyat berubah nama menjadi Badan Keamanan Rakyat yang merupakan tentara resmi pemerintah, dimana Jamin Ginting ditetapkan sebagai Komandan pasukan teras yang merupakan mantan komandan pleton Gyugun yang ditunjuk sebagai komandan batalyon BKR tanah Karo.

Selanjutnya di bulan Agustus 1946 dibentuk Komando Laskar Rakyat Medan Area yang terus mengadakan perlawanan dan serangan terhadap sekutu di seluruh wilayah Medan, Berastagi, Padang, Bukit Tinggi dan Aceh.

Usai pertunjukan drama suara ledakan ketiga kembali bergemuruh tanda pertunjukan selesai dilaksanakan dan acara dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan lainya.


Red/Kabar 24Jam

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *