HEADLINE NEWS

2 Pelaku Penganiayaan Menyerahkan Diri, Diduga Seorang Dosen Turut Terlibat












KABAR 24JAM, SUNGGAL


Mendapat informasi bahwa akan ditangkap, 2 pelaku penganiayaan akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Sunggal, Sabtu (15/6) pagi. Kedua pelaku yakni Muhammad Rizal Fadillah Marpaung dan adiknya Thoriq menyerahkan diri dengan diantar orangtuanya setelah mengetahui dilaporkan dan akan segera ditangkap petugas Reskrim Polsek Sunggal dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan penganiayaan terhadap korban Arina Malasikana Fauzi (23).

Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Muhammad Syarif Ginting, ketika dikonfirmasi, Senin (17/6) siang, membenarkan kedua tersangka telah menyerahkan diri. "Iya benar ada 2 tersangka (menyerahkan diri). Bapak sama mamaknya yang bawa anaknya (menyerahkan diri) ke Polsek Sunggal dengan harapan bisa berdamai," katanya.

Saat disinggung bahwa bukan hanya kedua pelaku saja yang ikut melakukan penganiayaan, melainkan diduga  orangtua pelaku yang juga mertua korban, Safri Fadillah Marpung, juga ikut terlibat, Syarif Ginting mengatakan tidak tertutup kemungkinan bisa jadi ditetapkan sebagai tersangka menunggu hasil pemeriksaan dan keterangan mendalam dari kedua pelaku. Mengingat pada saat itu Safri yang merupakan dosen di Universitas Negeri dan perguruan tinggi Swasta di Medan ikut mendorong dan menyikut korban hingga jatuh tersungkur.

"Satu keluarga semua terlibat (penganiayaan) di, cuma mamaknya aja nggak (terlibat)," terangnya lagi.

Diberitakan sebelumnya, seorang oknum dosen di salah satu Universitas Negeri dan swasta di Medan, Safri Fadillah Marpaung beserta anaknya dilaporkan ke Polsek Sunggal, Sabtu (8/6) siang. Oknum dosen dan anaknya dilaporkan dalam kasus KDRT dan penganiayaan karena telah menganiaya menantunya, Arina Malasikana Fauzi (23) hingga mengalami luka-luka. Peristiwa itu telah dilaporkan korban dengan bukti laporan STTLP nomor 439/K/VI/2019/SPKT/Polsek Sunggal.

Informasi yang diperoleh, Selasa (11/6) peristiwa KDRT dan penganiayaan itu terjadi, Jumat (7/6) sekira pukul 01.30 Wib. Dimana saat itu pelaku Muhammad Rizal Fadillah Marpaung (berpisah dengan korban karena sudah tidak pernah menafkahi sejak beberapa bulan terakhir) beserta orangtuanya Safri Fadillah Marpaung dan istri beserta keluarga lainnya mendatangi rumah korban di Jl. Pasar Lama Gg. Bunga, Desa Lalang Kec. Sunggal, Deli Serdang. Alangkah terkejutnya korban saat suami korban masuk ke dalam kamar korban mengambil paksa anak korban yang baru berusia 8 bulan. Karena tidak terima sempat terjadi tarik-tarikan hingga korban terkena sikutan dan pukulan dari kedua pelaku hingga membuat korban juga jatuh karena didorong kedua pelaku. Kamar korban pun berantakan dan berserakan akibat terjadinya peristiwa tersebut.

Kemudian, saat korban terjatuh, disitu mertua korban (Safri Fadillah) mengambil anak korban dan membawanya keluar dengan maksud dibawa ke rumahnya. Korban yang tak terima lantaran mengaku sejak anaknya itu masih berumur 3 bulan dalam kandungannya hingga lahir berumur 8 bulan tak pernah dinafkahi, pergi mengejar pelaku berusaha merebut anaknya kembali ke pelukannya. Saat itu tersangka Safri menolak korban hingga terjatuh mengenai meja kaca hingga pecah dan membuat kaki korban terluka.

Mendengar jeritan korban, dinihari itu tetangga korban pada bekeluaran dan  mencegat aksi kedua pelaku yang hendak membawa lari anak korban. Beruntung anak korban kembali ke pelukan korban setelah dihadang masyarakat.

"Udah semacam perampokan tengah malam mereka datang merebut cucut saya. Anak saya pun terluka karena mereka aniaya," kata orangtua korban.

"Saya berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku," harapnya.

Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu MS. Ginting saat dikonfirmasi, Selasa (11/6) siang, mengaku akan mengecek laporannya. "Nanti saya cek dulu ya. Pasti kita tindaklanjuti," ujarnya.

Terpisah, Safri Fadillah Marpaung ketika dihubungi membantah semua tuduhan yang dilayangkan kepada dirinya dan anaknya. "Tidak benar itu. Tidak ada kami lakukan penganiayaan. Bagaimana anak saya mau memberi nafkah sementara dia (korban) tak pulang ke rumah suaminya selama 6 bulan terakhir," akunya.



Red/Kabar 24Jam

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *