HEADLINE NEWS

Kategori

HIMPUNAN MAHASISWA WASHLIYAH SUMUT UNJUK RASA DEPAN KANTOR PLN SUMBAGUT




Kabar24Jam.Com
Selasa 17 Juli 2018
-Medan
Puluhan kader Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Sumatera Utara berunjukrasa di depan kantor PT. PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Utara (sumbagut) tepatnya di jalan Brigjend Katamso Medan. Aksi unjuk rasa yang mereka lakukan yaitu terkait persoalan adanya dugaan Praktik KKN di tubuh PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Belawan dalam Pekerjaan/Proyek Rehabilitasi Kesekretariatan senilai Rp. 20 Milliayar lebih Tahun 2017/2018.
​Dalam aksi tersebut Rajak sebagai pimpinan aksi mendesak General Manager PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan  Induk segera memanggil manager PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Belawan (Andi Makkasau) atas dugaan korupsi yang telah mencedrai institusi PLN. Dan di anggap tidak berprestasi dan hanya bermental korupsi. Dan tidak layak untuk dipertahankan.
​“Tangkap dan Periksa Andi Makassau beserta rekanan. Yang seharusnya proyek tersebut ditender dan sudah mendapatkan pemenang tender, tapi dikarenakan Perusahaan yang diduga “ pesanan “ petinggi PLN tidak menjadi pemenang. Maka Pekerjaan/ proyek yang berpagu Rp 20 Milyar itu sengaja dipecah-pecah menjadi Rp. 300.000.000,- Per SPK dan sangat jelas menyalahi peraturan direksi. “ Ungkap Razak sebagai Wakil Ketua HIMMAH Sumatera Utara.
​Sambung Razak, bahwa diduga  kuat  adanya  “ fee” sebagai  komitmen  syarat  untuk  mendapatkan  proyek, hal ini sangat mencederai institusi PT. PLN (Persero) Pembangkitan Belawan.  Sebagai   Badan   Usaha  Milik   Negara   (BUMN)  mestinya   harus   mengedepankan   kesungguhan dalam mengkelola pekerjaan di institusi Perusahaan Negara tersebut, agar sebagaimana yang dicita-citakan PLN dalam  tujuannya yaitu  untuk   pengembangan   PLN  dalam   membangun   pembangkit   tenaga listrik.  Namun sangat  disayangkan ketika  oknum-oknum  yang  tidak  bertanggung  jawab telah mencedrai institusi tersebut.” Tegas Razak.

​Kemudian aspirasi tersebut sitanggapi oleh manajemen Pembangkitan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Bidang Hukum dan Humas M. Abrar Ali mengucapkan terimakasih kepada mahasiswa sudah mengingatkan  jika ada indikasi dugaan tindak pidana korupsi dalam kasus ini sektor Pembangkitan Belawan.
​M. Abrar mengatakan, apa yang sudah menjadi aspirasi mahasiswa semua kami tampung. dan segera kami laporkan kepada pimpinan nanati akan diambil tindakan sepatutnya sesuai dengan peraturan sistem pegawai, mungkin melakukan kordinasi tentang apa yang disampaikan hari ini kepada pihak Satuan Pengawas Internal (SPI). Atas nama Manajeman Pembangkitan Sumatera Bagian Utara mengucapkan terimakasih kepada mahasiswa dan tetaplah berjuang mengontrol kami PLN ini supaya PLN tetap bersih dan tidak berdampak merugikan dan akan adanya kenaikan TDL dikemudian hari. Tutup Abrar.
​Kemudian massa melanjutkan aksi ke kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Jalan A.H. Nasution Medan, dan sekaligus menyampaikan laporan resmi terkait dugaan korupsi di PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Belwan.
​Pantauan Awak dilapangan, massa Mahasiwa terlihat membakar ban bekas karena bentuk kekecewaan terhadap dugaan korupsi di tubuh Perusaan Plat Merah yaitu PT. PLN Pembangkit Belawan Medan.
​Hal senada juga disampaikan Sukri Sitorus selaku Kordinator Aksi. Sukri menyampaikan “ Bahwa kami menduga kuat adanya permainan   kotor   dan   kecurangan   dalam   proses   pengerjaan   proyek   Rehabilitasi Kesekretariatan.
Proyek Rehabilitasi  Kesekretariatan  senilai  20 Milliyar  lebih, dimana  dalam  pengerjaan proyek diduga tidak  sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya  (RAB) misal  kan dalam temuan   kami   dilapangan   bahwa   pengerjaan   proyek   1).   Rehab  Jalan   yang   dibuat   hanya menggunakan   batu  kerikil   yang   diduga   tidak  sesuai   dengan   RAB,  yang   diduga   kuat   syarat korupsi. 2). Rehab Kantor  yang fisiknya  tidak  sesuai dengan  RAB,  yang diduga  kuat  syarat korupsi. 3). Rehab Gudang Mesin yang diduga hanya tambal sulam tidak sesuai dengan RAB, yang diduga kuat syarat korupsi. 4). Pengecetan Kantor yang diduga hanya tambal sulam tidak sesuai dengan RAB, yang diduga kuat syarat korupsi. dan diduga kuat Direktur PT. PLN (Persero)  Sektor Pembangkit Belawan (Andi Makkasau) sebagai aktor intelektual dalam melakukan Korupsi. Tegas Sukri  saat berorasi.
​Maka   dari   itu   kami   menegaskan   kepada   penegak   hukum   Kejaksaan   Tinggi   Sumatera Utara untuk mengusut tuntas atas kasus  dugaan korupsi yang sistemik tersebut. Dan kami mengundang KPK RI untuk memeriksa Direktur PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Belawan diduga kuat telah melakukan  korupsi  berjamaah  dalam  pengerjaan proyek   Rehabilitasi Kesekretariatan yang merugikan Negara Milliyaran Rupiah.” Terang Sukri dengan nada kesal.
​Satu jam lebih menyampaikan orasi Pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara datang menadatangi dan meminta iIn menanggapi aspirasi massa mahasiswa tersebut. Terlihat Perwakilan dari Pimpinan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara yaitu Bapak Yosgernold Tarigan/ Staff Kepala seksi Penerangan Hukum.
​“Terima kasih kepada Teman-teman HIMMAH yang telah menyampaikan informasi dan masukan adanya kasus dugaan korupsi di tubuh PLN sektor Pembangkian Belawan. Saya berjanji akan menyampaikan kepada pimpinan, dan akan menindak lanjuti serta kasus ini menjadi prioritas Kejatisu karena dinilai sistemik dan terstruktur
​yang diduga melibatkan petinggi- petinggi  seperti Menejer PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Belawan ( Bpk Andi Makassau ), Ibu Desi ( Kepala Pengadaan ), Ibu’ Yani ( Menejer keuangan ) serta rekanan. Sambut Yos dengan Nada yang tegas dan serius.
​Kemudian   Sukri   Soleh   Sitorus   selaku   kordinator   aksi  menambahkan,   bahwa   HIMMAH Sumatera Utara terus mengkawal kasus ini hingga tuntas dan akan menyampaikan kepada KPK RI yang dijakarta untuk segera di periksa agar terciptanya institusi PT. PLN yang bersih dari korupsi, sebagaimana yang di prioritaskan sebagai nawa cita bapak Jokowi. Tutup Sukri.(red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *