HEADLINE NEWS

Empat Kali Beraksi, Dua Tersangka Pemerasan dan Pengancaman Akhirnya di Tangkap Polsek Medan Helvetia.

By On Juni 18, 2019



KABAR24JAM.COM
SELASA 18/06/2019
- Medan Hervetia

Team pegasus Polsek medan helvetia ringkus dua tersangka Pemerasan dan Pengancaman yang kerap meresahkan masyarakat.

Hal ini di sampaikan Kapolsek Helvetia Kompol Trila Murni Melalui Panit Reskrim Polsek Medan Helvetia Iptu Sahri Sebayang SH.

“ dua tersangka yang di tangkap kali ini sudah empat kali melakukan pemerasan dan penganiayaan kepada warga yang ada di wilkum Polsek Medan Helvetia “ ucap Sebayang saat di konfirmasi melalui telp, Selasa (18/6/2019) sekitar pukul 13.20

Lanjut Sebayang, dua tersangka yang diamankan Team Pegasus Polsek Medan Helvetia ini bernama Chandra Pradanita Munthe (32) warga Sei wampu dan Roy Chandra Simaremare (32) warga  Medan barat.

“ team berhasil menangkap kedua tersangka pada hari Sabtu, (15/6/2019) sekitar pukul 17.00 diaman pada saat itu, pelaku cahandra Munthe mendatangi komplek Perumahan themencion untuk meminta uang pasir, oleh scurity perumahan dilarang masuk. atas larangan itu, pelaku langsung mengeluarkan sebilah pisau dan langsung mengancam scurity dengan ancaman " tambah Sebayang.

“ dan sekira pukul 18.30 wib pelaku kembali datang bersama dengan teman nya Roy chandara simaremare dan mengancam security perumahan itu “ sambung Sebayang.

Nah, masih kata sebayang, tidak berapa lama team pegasus polsek medan helvetia mendatangi TKP dan pada saat itu pelaku melarikan diri dan dikejar oleh team pegasus sehingga kedua tersangka ditangkap oleh team pegasus polsek medan helvetia dan kedua tersangka diamankan ke polsek medan helvetia untuk dimintai keterangan.

Adapun empat korban pemerasan dan penganiayaan kedua tersangka ini antara lain :

Lp / 182/ III / 2019/ SU/ POLRESTABES MEDAN/ SPK MEDAN HELVETIHELVET. Tanggal 12 Maret 2019. An Pelapor : Samsyar.

Lp/ 578 / VIII/ K / 2018/ Spkt / Helvetia. Tanggal 11 Agustus 2018. An Pelapor : Sinar Juanto putra Daeli.

Lp/ 106/ K/ II / 2019/ Spkt / sek Medan helvetia. Tanggal 18 Februari 2019. An Pelapor : Yusri

Lp/ 120/ K / 2019/ Spkt / Sek Medan Helvetia. Tanggal 22 Februari 2019. An Pelapor : Petrus Simangunsong.

Saat ini kedua tersangka diamankan di Polsek Medan Helvetia bersama 1 buah parang sebagai barang bukti dan kedua tersangka akan dijerat Pasal 368 Kuhpidana dengan acaman hukuman 9 tahun.(Qadri)

Perajurit Lanud Soewondo Ambil Bagian Dalam Acara Donor Darah Memperingati HUT Bhayangkara ke 73

By On Juni 18, 2019




KABAR 24JAM, POLRESTABES MEDAN

Dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke 73 tahun 2019, Polrestabes Medan memperingati hari bersejarah ini dengan menggelar donor darah. Selasa 18 Juni 2019.

Kegiatan yang berlangsung di aula Polrestabes Medan diikuti oleh seluruh anggota Polrestabes Medan maupun PNS dan para Bhayangkari serta masyarakat umum.

Tak hanya masyarakat, sebagai bentuk sinergitas anggota TNI AU Lanud Soewondo juga turut serta dan ambil bagian dalam kegiatan sosial yang sangat bermanfaat ini.

Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polri dalam membantu ketersediaan darah di Palang Merah Indonesia kota Medan juga ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang memerlukan bantuan darah.

Kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh Polrestabes Medan pada HUT Bhayangkara ini disamping bernilai sosial juga untuk menjaga kesehatan tubuh, jantung dan dapat menurunkan kolesterol agar sel-sel darah merah dapat tumbuh dan berkembang kembali.

Kapolrestabes Medan, Kombes pol Dadang Hartanto menjelaskan bahwa hari ini dalam rangka menyambut dan memperingati HUT Bhayangkara ke 73, Polrestabes Medan melaksanakan berbagai kegiatan, salah satunya adalah donor darah.

Melalui tema"  Dengan semangat promoter, pengabdian polri untuk masyarakat bangsa dan negara" Polri siap mengamankan agenda keamanan dan ketertiban tahun 2019 oleh sebab itu anggota polri harus tetap semangat dalam rangka menjaga Kamtibmas di kota Medan," pungkas Kapolrestabes Medan.

Acara yang digelar berkat kerjasama UDD PMI kota Medan, Distrik Govenor 307 A2 Lions Club bersama Polrestabes Medan ini menargetkan 400 kantung darah.

Tampak antusias para peserta baik anggota Polri maupun TNI serta PNS dalam mengikuti kegiatan bakti sosial ini, namun dari sekian calon pendonor tidak semua yang dapat mendonorkan darahnya karena faktor kesehatan. Karena sitiap calon pendonor sebelum melakukan transfusi terlebih dahulu di cek kesehatannya oleh tim medis.



Red/kabar 24Jam

Polsek Pancur Batu Tangkap 2 Suami Yang Lakukan KDRT Pada Istrinya

By On Juni 18, 2019

                                                       



KABAR 24JAM, PANCUR BATU


Para istri merupakan pendamping dan patner para suami dalam kehidupan rumah tangga. Mereka memiiliki hak-hak yang harus dipenuhi oleh suami sebagaimana atas mereka kewajiban-kewajiban yang harus ditunaikan. Hanya saja, suami ada sedikit tambahan hak. Oleh sebab itu seorang istri wajib menjaga hak-hak suaminya, demikian pula suami wajib atasnya memelihara hak-hak istrinya serta bagi suami wajib menjaga kehormatan dan selalu melindunginya


              
                                                  
                                        

Namun hal tidak dilakukan oleh seorang suami bernama Muhammad Afandi (36) warga desa Tuntungan II Kecamatan Pancur Batu kabupaten Deli Serdang hanya karena permasalahan didalam rumah tangga bersama istrinya yang semestinya dapat diselesaikan dengan kepala dingin malah ia memilih cara-cara kekerasan dengan memukul wajah istrinya bernama Mirza Ervi Rindiani (39) hingga babak belur. 

" Kejadianya saat sepasang suami-isteri ini bertengkar mulut dan saat emosi keduanya memuncak, istrinya menendang sepeda motor suaminya hingga sepeda motor itu jatuh, tak terima melihat sepeda motor di tendang istrinya, pelaku langsung memukuli wajah istrinya hingga babak belur, lalu istrinya membuat laporan pengaduan pada Polsek Pancur Batu dengan LP/169/VI/2019/Restabes Medan/Sek Pancur Batu dan SPKAP /60/VI/Tes 1.6/2019 kami telah menangkap pelaku di daerah Gaperta Ujung saat tengah berjualan buah," ucap Kapolsek Pancur Batu Kompol Faidir Chaniago melalui Kanit reskrimnya Iptu Suhaily.


Lanjutnya lagi, pihaknya juga ada menahan seseorang pria lagi yang juga melakuka. Kekerasan dalam rumah tangga  atas nama Romi Paslah Sikumbang (44) warga dusun II desa Tanjung Anom kecamatan Pancur Batu yang telah menganiaya istrinya sendiri atas nama Vina Nurpahmi (34) dengan menggunakan cangkul saat bertengkar.

" Kalau si Romi Sikumbang kami tangkap saat berada disalah satu warung kopi di desa Tanjung Anom pada tanggal 17/6/2019 jam 22:30 WIB , dan kedua pelaku KDRT itu kami Ganjar dengan undang-undang perlindungan anak dan perempuan" pungkas Iptu Suhaily



Red/Kabar 24 Jam

Berani Beraksi di Wilkum Polrestabes Medan, 3 TSK Kena Pelor di Kedua Kakinya

By On Juni 18, 2019
















KABAR 24JAM, MEDAN




Pegasus Satuan reserse kriminal Polrestabes Medan mengambil tindakan tegas terukur terhadap tiga orang residivis spesialis pembobol rumah yang sering beraksi di wilayah hukum Polrestabes Medan.

Ketiga tersangka terpaksa  dihadiahi pelor oleh polisi  tepat di kedua kakinya yaitu Johanes Pakpahan alias Pekok (24) warga Jalan Elang II Perumnas Mandala, Pokki Sinaga alias Pokki (25) warga Jalan Selambo Toba Gang Muara Kelurahan Hutan Kecamatan Percut Sei Tuan dan Torris Bahlul Marisi Simamora (22) warga Jalan Panglima Denai Gg Jermal Baru Kecamatan Medan Denai.

“para tersangka ini beraksi melakukan pencurian dengan membongkar rumah korban yang ditinggalkan kosong, mereka mengambil apa saja yang ditemukan di dalam rumah yang dinilai berharga seperti sepeda motor, laptop, uang, digasak mereka,” ucap Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira, Senin 17 Juni 2019.

Lanjutnya lagi, salah seorang korban dari keberingasan  kawanan pencuri ini adalah Hendri Winardi umur 35 tahun, warga Jalan Brigjen Zein Hamid Simpang Kanal Kelurahan Suka Maju Kecamatan Medan Johor.

Para tersangka yang berhasil masuk kerumah korban, jelas Putu telah menggasak 2 unit sepeda motor, Yamaha N Max dan Yamaha RX King, 2 unit laptop, uang tunai Rp32 Juta, 1 lembar cek giro Panin Bank sebesar Rp16.3 Juta, 1 lembar cek giro CIMB Niaga Rp11,2 Juta, 1 lembar cek giro Bank BNI Rp1,3 Juta, 1 buah BPKB mobil Suzuki Carry BK 9570 VQ, 1 STNK dumptruk BK 8221 DZ dan 1 buah speksi dumptruk.

“Kejadian pada tanggal 23 Mei 2019, pada 27 Mei kita amankan 3 orang yang mana semuanya residivis,” jelas kasat Reskrim Polrestabes Medan.

Ketika ditangkap, kata AKBP Putu Yudha, ketiga tersangka mencoba melakukan perlawanan sambil berusaha melarikan diri sehingga petugas dengan terpaksa memberikan tindakan tegas terukur dengan menembak kedua kaki kanan dan kiri ketiganya dan selanjutnya untuk mengeluarkan pelor yang bersarang dikaki, mereka dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut jalan Wahid Hasyim Medan untuk mendapatkan perawatan medis.

“Ketiga tersangka  masuk kedalam rumah korban dengan menggunakan linggis, membongkar rumah pelaku sudah beraksi di 9 TKP lainya di Medan,” pungkas Putu.

Sementara dihadapan polisi, ketiga tersangka tampak kesakitan saat berada di gedung Satreskrim Polrestabes Medan menyatakan tobat berbuat jahat.

“kalau  keluar nanti  masih berani beraksi"  tanya perwira berpangkat dua melati ini.

“Ngak pak, kami tobat,” kata ketiga tersangka sambil meringis akibat bekas tembakan senjata api tim Pegasus yang masih dibalut perban.

Perbuatan ketiga tersangka diganjar dengan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 tahun kurungan penjara.




Red/Kabar 24Jam

2 Pelaku Penganiayaan Menyerahkan Diri, Diduga Seorang Dosen Turut Terlibat

By On Juni 17, 2019












KABAR 24JAM, SUNGGAL


Mendapat informasi bahwa akan ditangkap, 2 pelaku penganiayaan akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Sunggal, Sabtu (15/6) pagi. Kedua pelaku yakni Muhammad Rizal Fadillah Marpaung dan adiknya Thoriq menyerahkan diri dengan diantar orangtuanya setelah mengetahui dilaporkan dan akan segera ditangkap petugas Reskrim Polsek Sunggal dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan penganiayaan terhadap korban Arina Malasikana Fauzi (23).

Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Muhammad Syarif Ginting, ketika dikonfirmasi, Senin (17/6) siang, membenarkan kedua tersangka telah menyerahkan diri. "Iya benar ada 2 tersangka (menyerahkan diri). Bapak sama mamaknya yang bawa anaknya (menyerahkan diri) ke Polsek Sunggal dengan harapan bisa berdamai," katanya.

Saat disinggung bahwa bukan hanya kedua pelaku saja yang ikut melakukan penganiayaan, melainkan diduga  orangtua pelaku yang juga mertua korban, Safri Fadillah Marpung, juga ikut terlibat, Syarif Ginting mengatakan tidak tertutup kemungkinan bisa jadi ditetapkan sebagai tersangka menunggu hasil pemeriksaan dan keterangan mendalam dari kedua pelaku. Mengingat pada saat itu Safri yang merupakan dosen di Universitas Negeri dan perguruan tinggi Swasta di Medan ikut mendorong dan menyikut korban hingga jatuh tersungkur.

"Satu keluarga semua terlibat (penganiayaan) di, cuma mamaknya aja nggak (terlibat)," terangnya lagi.

Diberitakan sebelumnya, seorang oknum dosen di salah satu Universitas Negeri dan swasta di Medan, Safri Fadillah Marpaung beserta anaknya dilaporkan ke Polsek Sunggal, Sabtu (8/6) siang. Oknum dosen dan anaknya dilaporkan dalam kasus KDRT dan penganiayaan karena telah menganiaya menantunya, Arina Malasikana Fauzi (23) hingga mengalami luka-luka. Peristiwa itu telah dilaporkan korban dengan bukti laporan STTLP nomor 439/K/VI/2019/SPKT/Polsek Sunggal.

Informasi yang diperoleh, Selasa (11/6) peristiwa KDRT dan penganiayaan itu terjadi, Jumat (7/6) sekira pukul 01.30 Wib. Dimana saat itu pelaku Muhammad Rizal Fadillah Marpaung (berpisah dengan korban karena sudah tidak pernah menafkahi sejak beberapa bulan terakhir) beserta orangtuanya Safri Fadillah Marpaung dan istri beserta keluarga lainnya mendatangi rumah korban di Jl. Pasar Lama Gg. Bunga, Desa Lalang Kec. Sunggal, Deli Serdang. Alangkah terkejutnya korban saat suami korban masuk ke dalam kamar korban mengambil paksa anak korban yang baru berusia 8 bulan. Karena tidak terima sempat terjadi tarik-tarikan hingga korban terkena sikutan dan pukulan dari kedua pelaku hingga membuat korban juga jatuh karena didorong kedua pelaku. Kamar korban pun berantakan dan berserakan akibat terjadinya peristiwa tersebut.

Kemudian, saat korban terjatuh, disitu mertua korban (Safri Fadillah) mengambil anak korban dan membawanya keluar dengan maksud dibawa ke rumahnya. Korban yang tak terima lantaran mengaku sejak anaknya itu masih berumur 3 bulan dalam kandungannya hingga lahir berumur 8 bulan tak pernah dinafkahi, pergi mengejar pelaku berusaha merebut anaknya kembali ke pelukannya. Saat itu tersangka Safri menolak korban hingga terjatuh mengenai meja kaca hingga pecah dan membuat kaki korban terluka.

Mendengar jeritan korban, dinihari itu tetangga korban pada bekeluaran dan  mencegat aksi kedua pelaku yang hendak membawa lari anak korban. Beruntung anak korban kembali ke pelukan korban setelah dihadang masyarakat.

"Udah semacam perampokan tengah malam mereka datang merebut cucut saya. Anak saya pun terluka karena mereka aniaya," kata orangtua korban.

"Saya berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku," harapnya.

Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu MS. Ginting saat dikonfirmasi, Selasa (11/6) siang, mengaku akan mengecek laporannya. "Nanti saya cek dulu ya. Pasti kita tindaklanjuti," ujarnya.

Terpisah, Safri Fadillah Marpaung ketika dihubungi membantah semua tuduhan yang dilayangkan kepada dirinya dan anaknya. "Tidak benar itu. Tidak ada kami lakukan penganiayaan. Bagaimana anak saya mau memberi nafkah sementara dia (korban) tak pulang ke rumah suaminya selama 6 bulan terakhir," akunya.



Red/Kabar 24Jam

Seorang Pria Pekerja Tempat Hiburan Ternama Kota Medan Di Temukan Tak Bernyawa Di Kamar Kos

By On Juni 17, 2019




KABAR 24JAM.COM
SENIN 17/06/2019
- MEDAN BARU

Seorang pria yang bekerja di tempat hiburan malam ternama di kota Medan terletak di jalan Listrik Medan, ditemukan telah terbujur kaku di dalam kamar kosnya dengan kondisi mulut beraroma alkohol. Senin 17/6/2019 jam 12:00 WIB.

Jenazah Jefry (27) yang merupakan warga Kota Pinang pertama kali ditemukan oleh penghuni kost  bernama Suriyamin yang terletak di jalan Panci no 3 Ayahanda Medan yang curiga karena Hp korban berdering terus namun tak kunjung diangkat oleh korban, merasa curiga Suriyamin mencoba melongok kedalam kamar kos dan memanggil-manggil korban namun tak ada jawaban. Selanjutnya hal mencurigakan inipun langsung beredar diantara penghuni kost yang akhirnya memanggil kepala lingkungan ke lokasi.

Selanjutnya kepala lingkungan langsung meneruskan laporan ini pada Polsek Medan Baru.

" Sekitar pukul 12:45 WIB piket Reskrim bersama petugas patroli dari Polsek Medan Baru yang langsung saya pimpin bersama Panit Sabhara Ipda Charles langsung meluncur ke lokasi dan disana kami menemukan korban sudah tak bernyawa dalam kondisi mulut mengeluarkan aroma minuman beralkohol dalam kondisi telentang dan disamping tubuhnya terdapat Koyo Handyplast, tak ada tanda - tanda kekerasan di tubuh korban," ucap Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Iptu Philip Antonio Purba pada awak media.

Lanjutnya lagi, walaupun demikian kami tetap memanggil tim INAFIS Polrestabes Medan untuk lebih memastikan sebab kematian korban.



Red/Kabar 24Jam

Polisi Berhasil Temukan 1.300 Pil Ekstasi Saat Gerebek Rumah di Kampung Bahari

By On Juni 17, 2019



KABAR24JAM.COM
SENIN 17/06/2019
Jakarta
- Lakukan penggerebekkan sebuah rumah di Kampung Bahari, Jakarta Utara, Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya berhasil amankan gudang narkoba beserta kurir yang merupakan seorang wanita berinisial HS alias Ria (29).

“Tersangka merupakan ‘kuda’ atau kurir dari bandar besar,” jelas Kasubdit II Ditnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Doni Alexander. Tersangka awalnya ditangkap di Jalan Benda Raya, Gang H Yahya, Cilandak Timur, Jakarta Selatan, pada Jumat (14/6) dengan barang bukti 10 butir ekstasi. Dari situ, polisi mengembangkan penangkapan tersebut. Berdasarkan informasi tersangka, masih disimpan di lemarinya di Kampung Bahari Gang 1A.II RT 003 RW 06, Kelurahan Tanjung Priok, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Setelah melakukan penggeledahan, Polisi berhasil menemukan 1.300 butir ekstasi. Selain itu, polisi menemukan 5 gram sabu, 1 buah bong, dan timbangan. Atas perbuatannya, HS dijerat Pasal 112 (2) juncto Pasal 132 ayat (2) subsider Pasal 114 (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara maksimal seumur hidup. (rls)

Kapolres Asahan : Tolak Kerusuhan, Damailah Indonesia

By On Juni 17, 2019


Forkopimda, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Kabupaten Asahan Deklarasi Tolak Kerusuhan

KABAR24JAM.COM
SENIN 17/06/2019
- ASAHAN

 Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. menghimbau kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dengan isu hoax dan ujaran kebencian yang marak di media sosial. "Terkait hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang gugatan Pilpres nantinya, kita percayakan saja kepada MK, karena keputusan MK adalah keputusan yang adil. Kita tunggu saja hasil keputusannya," ujar Faisal. 

Orang nomor satu di Polres Asahan tersebut juga meminta kepada seluruh elemen lapisan masyarakat agar tidak terprovokasi dengan kerusuhan. Kapolres mengingatkan agar masyarakat tidak terpecah belah hanya gara-gara berbeda pilihan.

"Jangan gara-gara beda pilihan, masyarakat jadi terpecah belah. Kalau lah rusuh masyarakat juga yang rugi, susah cari makan, anak sekolah pastinya pun terganggu proses belajar mengajar nya, keselamatan terancam, fasilitas Negara pun pasti rusak. Damailah Indonesiaku," tegas Faisal.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Asahan saat menggelar Silaturahmi dan Halal Bihalal bersama Forkopimda, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan masyarakat Kabupaten Asahan di Aula Wira Satya Polres Asahan, Senin (17/06/2019).

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Bupati Asahan H. Surya B.Sc juga sepakat dengan apa yang telah dihimbau oleh Kapolres Asahan. Menurutnya apabila kerusuhan terjadi pastinya akan merugikan antar sesama.

"Pileg dan Pilpres sudah selesai, tapi tahapan belum selesai. Kita tunggu tanggal 28, karena itulah puncak dari Pileg dan Pilpres. Jangan pernah terprovokasi dengan kerusuhan. Saya menghimbau kepada masyarakat agar menolak kekerasan dan kerusuhan," tegas Surya.

Dalam kegiatan silaturahmi dan halal bihalal tersebut juga dilakukan deklarasi menolak kerusuhan yang dipimpin oleh Kapolres Asahan, Formkopimda dan Tokoh Masyarakat dan diikuti oleh seluruh tamu undangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Bupati Asahan H. Surya BSc beserta jajaran, Kajari Kabupaten Asahan, Ketua Pengadilan Negeri Kisaran, yang mewakili Dandim 0208/As, yang mewakili Danlanal Tanjung Balai, Ketua FKUB, Ketua Imtaq Kabupaten Asahan, Ketua Bhayangkari Cabang Asahan, Para Pejabat Utama Polres Asahan, Ketua KPU Asahan, Bawaslu, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda Kabupaten Asahan.(QADRI)

Kapolri Hadiri Dies Natalis ke 73 Tahun 2019 PTIK

By On Juni 17, 2019















KABAR 24JAM, JAKARTA


Kapolri Jenderal Pol Prof. H. M. Tito Karnavian., Ph.D bersama Ketua Umum Bhayangkari, Ny. Tri Tito Karnavian Menghadiri Acara Dies Natalis ke-73 tahun 2019 dan Wisuda Sarjana Ilmu Kepolisian Program Pendidikan Strata 1 (S1) angkatan ke-74, 75, 76 serta Program Pendidikan Pasca Sarjana (S2) angkatan ke-7 dan (S3) angkatan ke-1 di Auditorium PTIK. 

Acara diawali dengan orasi ilmiah oleh AS SDM Kapolri Irjen Pol. Eko Indra Heri S,  M.M., tentang tantangan Pengembangan Sumber Daya Manusia Polri di Era Revolusi Industri 4.0.

Dalam acara Dies Natalis ke-73 tahun 2019 dan Wisuda Sarjana Ilmu Kepolisian ini Kapolri didampingi Kalemdiklat dan Ketua STIK melantik para Wisudawan dan Wisudawati sebanyak 358 Sarjana Ilmu Kepolisian Program Pendidikan S-1, S-2 dan S-3.

Dalam amanatnya, Kapolri berharap para wisudawan kelak akan menjadi seorang pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat atau strong leader. Ada tiga unsur yang harus dimiliki seorang pemimpin untuk menjadi seorang strong leader, yaitu power atau kewenangan, follower atau anggota, serta konsep.

Sebagai seorang perwira Polri, dua dari tiga unsur di atas secara otomatis akan dimiliki dalam penugasan, yaitu power atau kewenangan dan follower atau anggota. Dengan demikian konsep akan menjadi unsur yang paling menentukan.

Konsep adalah kemampuan seseorang untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi secara tajam, menentukan alternatif-alternatif solusi, menimbang kebaikan dan keburukan dari setiap alternatif solusi, serta menentukan keputusan, strategi, dan cara terbaik. Konsep akan membedakan kepemimpinan seorang dengan orang lain. 

Konsep diperoleh dengan knowledge atau ilmu pengetahuan, yang berasal dari pengalaman pribadi maupun pengalaman orang lain. Karena pengalaman pribadi sangat terbatas, maka pengalaman orang lain merupakan sumber pengetahuan yang sangat luas. Baik diperoleh secara informal maupun secara formal dengan pendidikan.

Oleh karena itu, dalam menempuh pendidikan, maka knowledge adalah yang utama, bukan gelar. "Bukan gelar itu yang anda cari tetapi knowledge lah yang dicari sehingga kita mampu untuk mengidentifikasi masalah,  mampu menjadi strong leader dan menjadi pimimpin yang memiliki konsep", tegas Kapolri. 

Di akhir amanatnya Kapolri mengucapkan selamat kepada para Wisudawan serta PTIK kedepan memiliki tantangan yaitu menjadikan mahasiswa lulusan PTIK menjadi contoh, menjadikan PTIK sebagai center/tempat untuk memberikan masukan terhadap Polri serta PTIK dapat dijadikan tempat pendidikan inklusif yaitu tidak hanya Polri saja melainkan untuk umum," tutup Kapolri. 

Pada kesempatan tersebut juga Kapolri melaksanakan Penandatanganan Prasasti Ruang Kuliah Prof. Dr. Awaloedin Djamin, M.P.A. dilanjutkan Penyerahan Buku Prof. Dr. Awaloedin Djamin, M.P.A. oleh Kapolri kepada: Keluarga Prof. Dr. Awaloedin Djamin, M.P.A., Perwakilan Sesepuh Polri dan Perwakilan Wisudawan.

Dalam kegiatan tersebut Kapolri didampingi dengan Wakapolri  dan Pejabat Utama Mabes Polri  serta turut hadir juga dalam kegiatan tersebut Kapolri pada massa Jenderal Pol. (P) Drs. Roesmanhadi, S.H. dan Jenderal Pol. (P) Drs. Badrodin Haiti serta beberapa Rektor Universitas,  Ketua Senat, Anggota Senat beserta Guru Besar STIK - PTIK serta Sekretaris Kompolnas.





Red/Kabar 24Jam

*Polsek Medan Baru Bersama 3-Pilar Laksanakan Bakti Sosial-Gotong Royong Di Seputaran Pasar Petisah Dalam Rangka Memperingati Hari Bhayangkara Ke-73*

By On Juni 17, 2019



KABAR24JAM.COM
SENIN 17/06/2019
- MEDAN

Dalam rangka memperingati  Hari Bhayangkara ke 73, Polsek  Medan Baru, Babinsa, Kecamatan Medan Petisah (3 Pilar), dan P3SU (Petugas Pemelihara Prasarana dan Sarana Umum) Kec. Medan Petisah, melaksanakan Kegiatan Bakti Sosial berupa gotong-royong membersihkan jalan yang melingkari Pasar Petisah.

Kegiatan bakti  sosial  tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Medan Baru  Kompol Martuasah H Tobing SIK dan Panit 1 Binmas Ipda Ganepo Sembiring.
Kapolsek Medan Baru menjelaskan  bahwa kegiatan Baksos tersebut dilakukan di tengah-tengah masyarakat adalah untuk mendekatkan diri dgn masyarakat dan menumbuhkan kecintaan masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan dan agar membuang sampah pada tempatnya.

Kalau bukan kita yang menjaga dan  membersihkan siapa lagi, kebersihan lingkungan bukan semata tugas para petugas kebersihan namun tugas dari pada semua lapisan masyarakat.
Juga kapolsek menjelaskan kegiatan bhakti sosial sebagai upaya meningkatkan kehadiran polri ditengah masyarakat dan guna menyampaikan penyuluhan mengenai pentingnya kesadaran dan peran serta dari seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kamtibmas yang kondusif.

Selama kegiatan baksos berlangsung dalam keadaan aman lancar dan terkendali.(Qadri)

Kapolda Sumatera Utara Pimpin Konferensi Pers Kasus Percobaan Pembunuhan Berencana Terhadap keluarga Purnawiran Polri

By On Juni 17, 2019






KABAR24JAMCOM
SENIN 17/06/2019
- POLDASU


Kapolda Sumatera Utara Irjend Pol Agus Andrianto didampingi Direktur kriminal umum, Kombes Andi Rian dan Kapolres Dairi AKBP Erwin Wijaya pimpin konferensi pers terkait kasus tindak pidana percobaan pembunuhan berencana atau bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan satu keluarga Purnawiran Polri menderita luka berat, bertempat di depan gedung utama Polda Sumut, Seni ( 17/6/2019) jam 10:00 WIB.

Kejadian bermula pada bulan Maret 2019, tersangka Wagino alias Oka bertemu dengan Serikat Tarigan dirumahnya dikawasan Simpang Selayang Medan dengan maksud membicarakan tentang rasa sakit hatinya terhadap Bangkit Sembiring dan ia menyuruh Wagino untuk membalaskan sakit hatinya pada Bangkit Sembiring yang telah merusak rumah yang dibangun dilokasi ladang pohon durian yang menjadi akar permasalahan ini, tak sampai disitu Bangkit Sembiring juga diduga juga telah membacok pekerja ladang tersebut, dan untuk membalas sakit hatinya tersebut, Serikat Tarigan rela memberikan uang Rp.50.000,000( lima puluh juta rupiah).

Satu Minggu kemudian tersangka Wagino berangkat ke Aceh Tamiang untuk bertemu dengan Bambang Haryanto untuk membicarakan masalah Serikat Tarigan sebagai donatur dan penggagas, esok harinya merekapun berangkat ke daerah Sawit Sebrang Langkat untuk bertemu Joni Tarigan dirumahnya.

Dari rumah Joni Ginting bersama Wagino dan Bambang Harianto langsung berangkat menuju Medan, di Medan mereka merental mobil Avanza warna hitam BK 1733 QB, untuk menjumpai Serikat Tarigan serta meminta uang jalan sebesar lima juta rupiah dengan maksud agar tau letak rumah dan wajah Bangkit Sembiring di Tiga Lingga kabupaten Dairi.


Seminggu kemudian mereka berangkat ke Tiga Lingga kabupaten Dairi dan mereka meminta uang tiga juta rupiah pada Serikat Tarigan, lalu pada hari Jumat 10 Mei 2019 jam 16:00 WIB Tersangka Serikat Tarigan bersama Wagino membahas rencana pembunuhan ini disebuah kedai yang terletak dibelakang rumah Serikat Tarigan di jalan SM.Raja, kelurahan Tiga Lingga kabupaten Dairi.

Lalu pada hari Senin 24 Mei 2019 jam 20:00 WIB, Bambang Harianto, Joni Ginting, Wagino, Boyma Sitinjak dan Bonansa Siagian bertemu di Medan Selayang tepatnya di rumah Massa Tarigan dan selanjutnya berangkat menuju kota Sidikalang kabupaten Dairi dengan menggunakan mobil yang mereka sewa dan setelah sampai di Tiga Lingga, Serikat Tarigan menunjukkan letak kediaman rumah Bangkit Sembiring dan mengatur siasat untuk melarikan diri.

Selanjutnya pada tanggal 28 Mei 2019 mereka menginap di SPBU Tigalingga dan untuk itu mereka semua diberi uang masing-masing satu juta rupiah dari Serikat Tarigan, lalu pada tanggal (29/6) Bambang Harianto dan Bonansa Siagian pergi ke pasar Sidikalang untuk membeli 2 bilah parang, linggis dan 5 pasang sarung tangan sebagai alat yang akan digunakan untuk mencelakai Bangkit Sembiring dan keluarganya.

Selanjutnya pada tanggal 31 Mei 2019 mereka menggunakan 2 unit sepeda motor pergi kerumah Bangkit Sembiring dan memarkirkannya sekitar 150 meter dari rumah Bangkit Sembiring dan selanjutnya mereka berjalan kaki menuju rumah Bangkit Sembiring.

" Sesampainya di rumah Bangkit Sembiring sekitar jam 03:00 WIB, tersangka Boyma Sitinjak mencongkel engsel pintu bagian depan rumah Bangkit Sembiring dengan menggunakan linggis, tersangka Bambang Harianto menendang pintu rumah hingga terbuka, setelah itu tersangka Bambang Harianto melihat Ristiani Samosir ( istri Bangkit) dan ia memukul kepala istri Bangkit dengan menggunakan martil sebanyak dua kali hingga Ristiani jatuh tak sadarkan diri, lalu tersangka Bambang Harianto melihat ada seorang anak Bangkit sedang tidur pulas, lalu Bambang memukul kepala anak Bangkit Sembiring dengan menggunakan martil. Sementara tersangka Wagino dan tersangka Bonansa Siagian membacoki Bangkit Sembiring secara berulang-ulang dengan menggunakan parang," ucap Kombes pol Andi Rian.

Lanjutnya lagi, usai melakukan aksi brutalnya para tersangka berlari menuju sepeda motor dan berangkat menuju mobil Avanza yang mereka sewa menuju Medan, namun sebelum sampai di Medan , tersangka Bonansa Siagian minta diturunkan di daerah Bandar Baru. Setelah tiba di Medan tepatnya didekat salah satu sekolah di Medan para pelaku bertemu dengan Serikat Tarigan untuk menerima uang kontan sebesar 29 juta rupiah , setelah itu para pelaku membagi uang tersebut sebanyak 6 juta per orang.

" Tersangka Bambang Harianto ditangkap oleh polisi pada tanggal 15 Juni 2019 jam 03:00 WIB di rumahnya di dusun Pakel desa Selamat kecamatan Tenggulu kabupaten Aceh Tamiang provinsi Aceh dan tersangka lain ada yang ditangkap di Medan, Langkat, dan didesa Lau Kersik. Dan ada beberapa orang dari tersangka yang terpaksa kami tembak kakinya karena mencoba melarikan diri dengan melawan petugas saat hendak ditangkap," kata Direktur kriminal umum Polda Sumut, Kombes pol Andi Rian.


Menurut Kapolda Sumatera Utara, para pelaku dikenakan pasal 349 subs 338 Jo 53 subs 170 ayat (2) subs 354 ayat (1) KUHPidana atau pasal 76 huruf C Jo pasal 80 ayat (2) undang -undang RI no 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Sementara itu Maria Keke (17) anak korban yang berhasil selamat saat ditemui di lokasi konferensi pers bersama bibinya Rode Br Samosir ( adik mamaknya ) bahwa ia meminta bapak Kapolda Sumatera Utara untuk menghukum para pelaku dengan seberat-beratnya.

" Aku minta bapak Kapolda Sumatera Utara untuk memberikan hukuman seberat-beratnya pada para tersangka yang begitu sadis memukuli dan membacok ayah, ibu seta adiku yang masih duduk di bangku 4 SD hingga kepalanya pecah, otaknya keluar dan Sampai kini adiknya itu masih kritis dan ayah serta ibunya masih  dirawat di rumah sakit Adam Malik Medan," ucap wanita yang baru tamat SMA ini.

Senada dengan Keke, Rode Br Samosir ( bibi Maria) terlihat begitu marah melihat para pelaku yang menganiaya keluarganya.

" Tega kali lah si Bxxi itu cuma masalah sengketa batas tanah aja mau dimatikannya keluarga kakak ku, adiknya si Maria ini sampe keluar otaknya dipukul martil sama orang ini, sembari memaki-maki para pelaku," pungkas Rode Br Samosir.



Red/Kabar24jam

Lanud Soewondo Laksanakan Upacara HUT ke 68 Koopsau

By On Juni 17, 2019

Lanud Soewondo Gelar Upacara HUT KE-68 Koopsau






















KABAR 24Jam, MEDAN


Segenap personel Lanud Soewondo baik Militer maupun Pegawai Negeri Sipil mengikuti upacara HUT ke-68 Komando Operasi TNI Angkatan Udara yang dilaksanakan di lapangan Nawa Tunggal Lanud Soewondo. Komandan Pangkalan TNI AU Soewondo, Kolonel Pnb Dirk Poltje Lengkey yang diwakili oleh Kadisops Letkol Pom Nicolas Sinaga bertindak selaku Inspektur Upacara pada upacara peringatan HUT ke-68 Koopsau. Senin (17/6).

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M. dalam sambutan tertulis pada peringatan ke-68 Koopsau yang dibacakan oleh Kadisops  menyampaikan ucapan Selamat Ulang Tahun kepada seluruh personel Koopsau beserta jajaran dimana pun berada dan bertugas, disertai harapan semoga seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil keluarga besar Koopsau selalu dalam limpahan berkah dan rahmat serta perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa.  Sejak dibentuk pada tanggal 15 Juni 1951, Komando Operasi TNI Angkatan Udara telah menorehkan banyak tinta emas dalam setiap lembaran sejarah pengabdiannya. Dedikasi dan integritas dalam pengabdian tersebut hendaknya menjadi sumber inspirasi untuk semakin memantapkan peran dan tugas Koopsau selaku Komando Utama Pembinaan dan Komando Utama Operasi TNI Angkatan Udara. Selama 68 tahun, Koopsau telah turut serta secara aktif dalam mengabdikan diri demi keberhasilan pelaksanaan tugas TNI Angkatan Udara. Koopsau telah mengukir berbagai prestasi penugasan, baik melalui Operasi Militer Perang atau OMP maupun Operasi Militer Selain Perang atau OMSP. Keberhasilan tersebut merupakan buah dari profesionalisme yang andal, semangat pengabdian yang pantang menyerah, dan pengorbanan yang tulus dari para pendahulu TNI Angkatan Udara untuk kepentingan tanah air. Oleh karena itu, kita sebagai generasi penerus harus memberikan penghormatan dan apresiasi yang setinggi-tingginya serta meneladani nilai-nilai luhur perjuangan yang telah diwariskan oleh para pendahulu TNI Angkatan Udara dalam menjaga dan mengawal Ibu Pertiwi.

Selanjutnya Kasau menyampaikan bahwa,  dimensi ancaman yang kita hadapi saat ini menjadi semakin kompleks. Konsep perang konvensional yang mengerahkan kekuatan militer secara terbuka bergeser menjadi peperangan asimetris, termasuk di antaranya perang proksi yang menggunakan pihak ketiga. Sementara itu, dimensi ancaman nirmiliter seperti bencana alam, membutuhkan dukungan dalam pendistribusian bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana secara cepat. Kondisi tersebut, menuntut kesiapsiagaan Koopsau sebagai salah satu inti dari kekuatan udara. Untuk itu, Koopsau harus mampu menyiapkan kemampuan personel dan alutsista sehingga dapat dioperasikan setiap saat, sesuai dengan eskalasi ancaman yang terjadi.  

Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan tersebut, pimpinan TNI dan TNI Angkatan Udara mengambil langkah-langkah kebijakan strategis. Salah satu langkah tersebut adalah dengan mengembangkan organisasi di wilayah timur Indonesia, seperti pembentukan Koopsau III yang bermarkas di Biak, Papua. Selain itu, TNI Angkatan Udara juga membentuk skadron-skadron udara baru, antara lain Skadron Udara 27 di Lanud Manuhua, Biak dan Skadron Udara 33 di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar. Penambahan organisasi TNI Angkatan Udara tersebut sejalan dengan rencana strategis TNI untuk mewujudkan sinergitas dan interoperabilitas kekuatan yang dimiliki oleh tiga angkatan, sehingga kekuatan-kekuatan tersebut dapat digunakan dengan lebih efektif dan efisien.

Lebih lanjut Kasau menyampaikan bahwa TNI Angkatan Udara selalu berorientasi pada keberhasilan misi dalam mempertahankan keunggulan udara di wilayah yurisdiksi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Misi tersebut merupakan sebuah kehormatan yang diberikan oleh negara dan harus senantiasa dilaksanakan dengan sempurna. Namun, saya ingatkan kembali bahwa tidak ada alasan untuk memaksakan misi yang berpotensi mengakibatkan kerugian personel dan alutsista, khususnya pada masa damai. Dengan melaksanakan risk assessment, bukan berarti kita takut untuk melaksanakan tugas, tetapi hal tersebut merupakan wujud profesionalisme dalam melaksanakan tugas. Lebih baik mundur satu langkah ke belakang, untuk melompat jauh ke depan. Lebih baik kita menyiapkan segala sesuatunya dengan baik sehingga dapat melaksanakan setiap misi dengan aman dan lancar. Oleh karena itu, saya menekankan kepada seluruh Panglima dan Komandan Satuan untuk melaksanakan supervisi secara ketat dalam setiap misi dan kegiatan, sehingga kita dapat senantiasa mempertahankan kondisi Zero Accident yang menjadi program prioritas TNI Angkatan Udara.

Kasau juga menyampaikan bahwa, Menyikapi kompleksitas penugasan yang diemban oleh Koopsau, saya harap seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil di jajaran Koopsau dapat bekerja secara profesional, militan, dan inovatif, serta senantiasa memperluas wawasan, pengetahuan, dan keterampilan melalui program latihan terintegrasi yang dilaksanakan secara berjenjang, bertingkat, berlanjut, dan terukur. Saya percaya dengan semangat Abhibhuti Antarikshe yang berarti keunggulan di udara menjadi tujuan utama, merupakan bentuk tekad dan komitmen yang kuat dari seluruh personel jajaran Koopsau, guna menghadapi tantangan tugas sampai paripurna. Hal tersebut sesuai dengan tema peringatan Hari Ulang Tahun ke-68 Komando Operasi TNI Angkatan Udara, yaitu: “Berlandaskan jiwa Profesional, Militan, dan Inovatif, Koopsau siap mengemban tugas TNI Angkatan Udara dalam rangka mendukung Tugas Pokok TNI”.

Diakhir sambutannya Kasau menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada segenap prajurit dan Pegawai Negeri Sipil Koopsau dimana pun saudara berada dan bertugas, atas dedikasi, integritas, dan pengabdian yang telah ditunjukkan selama ini. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada para sesepuh dan purnawirawan keluarga besar Koopsau atas dukungan yang telah diberikan selama ini, sehingga Koopsau dapat terus melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan Negara.




Red/Kabar 24Jam

Jual Vixion Curian Sama Pegasus, Vander Saragih di Ringkus

By On Juni 17, 2019
















KABAR 24JAM, POLRESTABES


Tim Pegasus unit Pidana Umum Satreskrim Polrestabes Medan berhasil menangkap satu orang pelaku pencurian sepeda motor dan memburu dua pelaku lainya.

Kejadian pencurian ini terjadi pada saat Masril ( saksi ) pulang kerumah pelapor bernama Siti Aminah Sitepu warga jalan Sei Kera hilir II nomor 236 Kecamatan Medan Perjuangan dengan mengendarai sepeda motor Vixion warna merah BK 3172 AFB milik pelapor. Setibanya di rumah, sepeda motor tersebut oleh saksi diparkirkan didepan rumah, beberapa waktu berselang selanjutnya Masril kembali keluar namun saat itu ia tak melihat lagi sepeda motor yang dipinjamnya dari Siti Aminah sudah tak lagi berada ditempat semula. Iapun berusaha melakukan pencarian kesana-kemari namun sia-sia. Kamis ( 13/6/2019) jam 20:00 WIB.



Selanjutnya Masril bersama korban ( Siti Aminah ) langsung membuat pengaduan ke Polrestabes Medan di jalan HM.Said Medan.

Sehari setelah kejadian pencurian itu, tepatnya pada tanggal ( 14/6) Polisi mendapat kabar bahwa ada seseorang yang ingin menjual sepeda motor dengan ciri-ciri persis dengan milik korban Tampa dilengkapi dokumen yang sudah.


Selanjutnya tim Pegasus Polrestabes Medan melakukan penyamaran dengan men
coba bertransaksi, seolah-olah ingin membeli sepeda motor tersebut, saat dipastikan bahwa benar sepeda motor tersebut adalah milik korban yang hilang, tim Pegasus langsung mengamankan seorang pelaku yang belakangan diketahui bernama Vander Saragih (18) warga jalan Elang ujung no 13 Perumnas Mandala.

" Jadi saat di intrograsi Tersangka Vander mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian sepeda motor milik korban bersama dua orang pelaku lainya bernama Locot (DPO) dan Erwin ( DPO) dan selain itu Vander CS ini telah banyak melakukan kejahatan serupa dibeberapa tempat antara lain dijalan Sutrisno, jalan Wahidin, jalan Asia, jalan Aksara, jalan Letda Sujono, jalan Denai, jalan HM.Yamin, jalan Sutomo, jalan Sutrisno ujung dan banyak lagi lokasi pencurian yang mereka lakukan," ucap Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira pada awak media.

Lanjutnya lagi, tersangka Vander CS telah melakukan pencurian sepeda motor, menurut informasi yang diperoleh dari mulut tersangka sudah sebanyak 23 kali dengan hasil curian sepeda motor berbagai merk dan jenis.



Red / Kabar 24 Jam

Kasum TNI Cek Kesiapan 450 Prajurit Satgas Pamtas RI-Malaysia

By On Juni 16, 2019













KABAR 24JAM, BALIKPAPAN



Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto mengecek dan memeriksa kesiapan operasi 450 prajurit pada gelar Pasukan Satgas Yonif Raider 600 Modang dalam rangka tugas Ops Pamtas RI-Malaysia di Mako Batalyon 600 Raider Modang, Manggar, Balikpapan. Sabtu 15 Juni 2019.

Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto dan Pejabat terkait lainnya dari Mabes TNI beserta Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Subiyanto dan pejabat Kodam VI/Mlw tiba sekitar pukul 09.33 Wita di Markas Batalyon Raider 600 Modang dan langsung menuju ruangan yang telah disiapkan untuk menerima paparan kesiapan pelaksanaan tugas oleh Danyonif Raider 600 Modang Mayor Inf Ronald Wahyudi, SE., M.Tr. Han. Usai menerima paparan, Kasum TNI dan Pangdam VI/Mlw  beserta seluruh rombongan langsung menuju aula batalyon.

Pada pengarahannya dihadapan para prajurit Satgas Pamtas Yonif R 600 Modang, Kasum TNI Letjen TNI Joni Supryianto menyampaikan, menyikapi perkembangan demokrasi saat ini, maka sebagai prajurit yang profesional harus tetap memegang teguh netralitas TNI.

Kemudian berkaitan dengan perkembangan peradaban dan teknologi, seperti media sosial  maka seluruhnya harus bijak, cerdas dan dewasa. Jangan sampai terpancing dengan situasi dan kondisi perkembangan yang berlangsung.

Prajurit TNI sebagai garda terdepan dan benteng terakhir NKRI. TNI adalah Bagian dari penyelenggara negara, oleh karena itu harus tetap berkomitmen membangun soliditas dengan instansi dan masyarakat demi utuhnya dan tegaknya NKRI."Tutur Letjen TNI Joni Supriyanto.

Pada kesempatan itu juga disampaikan beberapa penekanan antara lain, tingkatkan iman dan taqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam setiap pelaksanaan tugas.

Tugas operasi adalah kehormatan dan kehormatan adalah segala-galanya maka seluruh parajurit yang bertugas harus menjaga kehormatan dan kepercayaan negara sebaik-baiknya.

Tegakkan wibawa negara ciptakan suasana yang baik, menjadi pengayom masyarakat dalam rangka menjaga tugas perbatasan negara, memberikan pemahaman tentang batas negara kepada masyarakat setempat.

Jangan terlibat dengan kegiatan yang negatif, seluruh prajurit agar melaksanakan tugas sesuai dengan tugas pokok dan selalu koordinasikan dengan instansi yang berwenang bila menemukan adanya tindakan illegal logging atau narkoba dan hal-hal menonjol lainnya.

Memegang teguh komitmen untuk selalu menjaga kehormatan diri dan kontrol diri agar menjauhi sikap arogan tidak membanggakan diri dalam pergaulan dengan masyarakat. Bersikap yang wajar dan baik serta sopan santun, jalin
Komunikasi sosial yang baik, dialogis dan persuasif."Tegas Letjen TNI Joni Supriyanto

Diakhir pengarahannya juga disampaikan tentang tingkat kepercayaan publik pada TNI sangat tinggi yaitu 95 persen, masyarakat sangat percaya pada TNI, karena  benar-benar terwujud secara nyata dalam melaksanakan tugas sesuai pengabdian.

Oleh karena itu tetaplah jaga kehormatan dan kepercayaan yang telah diberikan tersebut demi utuh dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai bersama ini."Tutup Letjen Joni Supriyanto.

Selanjutnya Kasum TNI dan Rombongan memeriksa  berbagai peralatan pendukung, mulai dari peralatan tempur, pengobatan, alat-alat pertanian dan lainnya dalam rangka tugas operasi.

Sementara itu Kapendam VI/Mulawarman, Kolonel Kav. Dino Martino Mengatakan prajurit yang dikirim di perbatasan RI - Malaysia tersebut nantinya terlibat dalam Satuan Tugas pengamanan perbatasan yang 
memiliki tugas melaksanakan pengecekan patok perbatasan, mencegah penyeludupan barang illegal dari daerah perbatasan.

Selain itu juga akan terlibat dalam berbagai kegiatan Bakti TNI dengan menjadi guru bantu untuk mengajar dan memberi bantuan terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan termasuk memberikan penyuluhan pertanian.

Sebelum dinyatakan siap berangkat tugas,  para prajurit ini terlebih dahulu menjalani pembekalan serta sejumlah pelatihan dalam Pratugas yang diberikan oleh berbagai instansi yang berwenang.



Red/Kabar 24Jam

Dispenau Berikan Penerangan di Lanud Soedirman

By On Juni 16, 2019











KABAR 24Jam, PURBALINGGA


Sesdispenau Kolonel Adm Bejo Suprapto, S.T., didampingi Kasubdispenpas Letkol Pnb Ali Sudibyo dan Kasipensung Subdispenpas Letkol Sus Yuto Nugroho melaksanakan kunjungan kerja ke Lanud J.B. Soedirman, Kamis (13/06). Kedatangan tim Penerangan Langsung Dispenau ini disambut langsung oleh Komandan Lanud J.B. Soedirman Letkol Pnb Putu Sucahyadi  S,AP., M.Sc., M.M., dan para Kadis.

Pada kunjungan tersebut tim Penerangan Langsung Dispenau berkesempatan bertatap muka dengan seluruh Personel Lanud J.B. Soedirman dan Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 8 / D I Lanud J.B. Soedirman beserta pengurus, untuk memberikan materi ceramah tentang media sosial dan pengamanan informasi bagi seluruh personel Lanud J.B. Soedirman beserta keluarganya.

Komandan Lanud J.B. Soedirman dalam sambutannya, sangat mengapresiasi kegiatan kunjungan kerja tim Penerangan Langsung Dispenau ini. Dikatakannya, saat ini teknologi informasi mengalami perkembangan yang cukup pesat. Semakin berkembangnya teknologi Informasi media sosial yang dapat di akses dengan cukup mudah, menjadikannya ibarat pisau tajam yang bermata dua, yang dapat memberikan banyak manfaat positif dan disisi lain juga dapat berdampak negatif, bahkan dapat mengakibatkan seseorang terjerat Hukum.

Lebih lanjut Danlanud mengatakan, dengan dilaksanakannya kegiatan penerangan Langsung Dispenau ini merupakan momen yang penting, selain sebagai sarana menyampaikan informasi dan kebijakan pimpinan TNI AU kepada warga Lanud J.B. Soedirman, juga diharapkan akan dapat menambah wawasan dan menggugah kesadaran diri warga Lanud J.B. Soedirman untuk lebih bijak serta memperhatikan etika dalam menggunakan media sosial, sehingga dapat terhindar dari penyalahgunaan media sosial serta terjaganya kehormatan institusi TNI AU.

Sementara itu Kepala Dinas Penerangan (Kadispenau) Marsma TNI Fajar Adriyanto, M.Si. (Han) dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sesdispenau Kolonel Adm Bejo Suprapto, S.T., mengatakan, saat ini, tentu sudah tidak asing lagi bila di perangkat gadget yang kita pegang sudah tersedia aplikasi media sosial. Sesungguhnya teknologi media sosial tersebut tidak lebih adalah perangkat komunikasi yang merubah budaya manusia dalam beraktifitas dan berinteraksi. Namun dengan menimbang kejadian-kejadian yang muncul dan mengakibatkan ketidaknyamanan, perlu diperhatikan pula etika penggunaan media sosial terutama bagi prajurit TNI AU dan keluarga sehingga dapat menggunakannya secara bijak.

“Oleh karena itu, Penerangan Langsung kali ini akan diisi dengan materi yang disesuaikan dengan situasi kondisi tersebut sehingga dapat meminimalisir penyalahgunaan media sosial serta terbentuknya pemahaman tentang pengamanan informasi bagi seluruh prajurit TNI AU dan keluarganya”. Jelas Kadispen

Kegiatan ceramah Penerangan Langsung Dispenau ini yang pertama diisi oleh penceramah Kasipensung Subdispenpas Letkol Sus Yuto Nugroho dan kedua oleh Kasubdispenpas Letkol Pnb Ali Sudibyo,  kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diselingi dengan mebagikan hadiah doorprize kepada anggota yang bertanya dan diakhiri dengan pemberiaan cindramata dari Sesdispenau kepada Danlanud JBS, demikan sebaliknya serta ditutup dengan sesi foto bersama.


Red/ Kabar 24jam

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *