HEADLINE NEWS

Polsek Patumbak Gelar Razia, Warga Ucapkan “Mantap Pak Polisi” .

By On Juli 23, 2019


Kabar24Jam.Com
Selasa 23/07/2019
PATUMBAK JAM 03.30 WIB
Petugas Kepolisian Sektor Patumbak, Minggu dinihari (21/7/), menggelar razia di kawasan Jalan. Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Amplas. Sasaran razia kali ini, tak lain adalah para pelaku kejahatan yang melintas di wilayah hukum Polsek Patumbak.


Di bawah pimpinan Waka Polsek Patumbak, AKP Yunita Restu Widiya SIP,  kegiatan diawali dengan membaris kan para personel yang terdiri dari satuan lalu lintas, patroli dan reskrim.


Kepada wartawan di lokasi razia, AKP Yunita Restu Widiya SIP, mengatakan, patroli dan razia di daerah-daerah yang dianggap rawan tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan
jajarannya. Selain
bertujuan menjaring
pelaku kejahatan C3 (curat, curas dan curanmor), razia juga bertujuan menjaring para pelaku narkoba serta kejahatan lainnya.


Dikatakannya dalam razia ini sebanyak 7 unut kereta yang tidak dilengkapi kelengkapan surat kendaraan dibawa ke Polsek Patumbak, " Sebanyak 7 unit kereta yang tidak dilengkapi kelengkapan surat kendaraan kita dibawa ke Polsek Patumbak.


Disebutkannya, selain menindak pengendara kereta yang bersalah, petugas juga menggeledah kenderaan yang  di hentikan dan termasuk pengemudinya dilakukan pemeriksaan badan.


"Bagi pengendara kereta dan mobil yang tidak dilengkapi kelengkapan surat-suratnya kami tindak tilang. Sedangkan kenderaan yang telah diberhentikan namun dilengkapi kelengkapan surat kendaraannya tetap dilakukan 
penggeledahan,
dan pemeriksaan,"ujar Wakapolsek Patumbak saat memimpin razia.


Selain itu Waka Polsek juga menyabutkan terkait marak aksi begal di pemberitaan media, atensi Kapolrestabes Medan
Kombes Pol Dadang Hartanto melalui Kapolsekta Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi seluruh pawas melaksanakan patroli dan razia untuk mengamankan kamtibmas di seluruh wilayah hukum polsek Patumbak


"Kami pastikan wilayah hukum Polsek Patumbak harus aman dari kejahatan C3 (curat, curas dan curanmor) serta aksi pembegalan," katanya.


Menurut AKP Yunita Restu Widiya
SIP, Kepolisian Sektor Patumbak mengambil langkah-langkah antisipasi dan pencegahan terhadap tindak kriminalitas pencurian kendaraan bermotor, terutama aksi begal.


"Paling tidak patroli dan razia ini dilakukan untuk mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan di jalanan,"bilangnya


Waka Polsek mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Ia juga mengajak warga untuk menjaga keamanan lingkungannya masing-masing.


"Kami berharap masyarakat bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri dan lingkungannya. Menjaga ketertiban dan keamanan adalah tugas bersama," imbaunya.


Pantauan dilapangan, razia dimulai jam 02.00 WIB hingga Jam 04. 00 Wib, Kenderaan yang melintas baik roda dua hingga roda empat tampak disetop dan dilakukan pemeriksaan. Meskipun hanya menjaring 7 unit kenderaan, Namun razia tersebut membuat masyarakat tenang dan nyaman dalam beraktivitas dan tak sedikit pengendera mengucapkan "Mantap Pak Polisi" sembari mengacungkan
 jempolnya (team)

Curi Vario MMTS Diringkus Satpegasus Polsek Medan Helpetia

By On Juli 23, 2019



Kabar24Jam.Com
Selasa 23/07/2019
- Medan
Kanit Reskrim Polsek Medan Helvetia.Iptu.S.Usman Nasution.SH beserta Team Pegasus Polsek Medan Helvetia telah berhasil meringkus pelaku pencurian Sepeda Motor berinsial MMTS yang berusia 40 tahun Alamat Ayahanda gang Pendidikan,pada hari hari Kamis tanggal 18 Juli 2019 sekira pukul 18.00 wib.

Yang mana sebelumnya Kanit Reskrim mendapat info dari korban,bahwasanya Pelaku berada di simpang Gaperta kecamatan Medan Helvetia,selanjutnya Kanit Reskrim dan Team Pegasus bergerak ke lokasi sesuai Info yang di dapat.

Sesampainya di lokasi,Kanit Reskrim dan Team Pegasus dapat mengamankan Pelaku tanpa perlawanan,dan setelah di lakukan pengembangan,Pelaku mengakuinya dan di temukan 1 (satu) unit sepeda Motor Vario dengan nomor Polisi BK 4581 ADQ yang di sembunyikan oleh Pelaku di jalan Sidorejo gang Kertas Ayahanda beserta baju dan alat yang di pakai saat melakukan aksinya,pelaku  selanjutnya di boyong ke Polsek guna di lakukan proses hukum.

Kejadian berawal dari Korban atas nama Hesti Handayani umur 28 tahun,hendak bepergian keluar rumah dengan menggunakan sepeda motornya,selanjutnya korban mengeluarkan sepeda motornya dan di parkirkan di teras rumahnya dengan kunci sepeda motor menempel pada tempat kunci sepeda motor tersebut,saat itu Pelaku sedang melintas dan melihat korban,dengan cepat Pelaku membawa lari sepeda motor korban dan atas kejadian tersebut korban sempat mendengar kalau sepeda motornya seperti ada yang menghidupkan.

Korban sempat keluar dari rumahnya dan melihat kalau sepeda motornya ada yang membawanya,tak kuasa korban berteriak dan mengejar Pelaku,namun apa daya, Pelaku begitu kencang dan lihai membawa sepeda motor hasil curiannya.

Atas kejadian tersebut korban mendatangi Polsek Medan Helvetia guna membuat Laporan Pengaduan.

Dalam hal ini awak media mencoba konfirmasi kepada  Kapolsek Medan Helvetia Kompol.P.Hutahean.SIK, dan Kapolsek membenarkan kejadian dan penangkapan Pelaku tersebut, sesuai dengan Laporan Pengaduan Korban : LP / 439 / VII / 2019 / Polrestabes Medan / Polsek Medan Helvetia,Saat ini Pelaku masih Kita Proses sesuai Prosedur Hukum yang berlaku dan Kami juga masih melakukan pengembangan terkait apa yang di lakukan oleh Pelaku.tutur Kapolsek.

Ungkap Jaringan Malaysia,Kalimantan,Jakarta, Polisi Sita Puluhan Ribu Pil Ekstasi*

By On Juli 23, 2019



Kabar24Jam.com
Selasa 23/07/2019
- Jakarta Barat
Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menangkap seorang tersangka pengedar narkoba berinisial H alias BL (36). Barang buktinya berupa ribuan pil ekstasi dan sabu dari jaringan Malaysia,Kalimantan dan Jakarta pada Minggu (21/7/2019).

Kapolres Metro Jakarta Barat melalui Kasat Narkoba AKBP Erick Frendriz menjelaskan, penangkapan ini dilakukan berawal mendapatkan informasi akan ada transaksi narkoba di sekitar Jalan Daan Mogot Jakarta Barat. Dari hasil penyelidikan, petugas menangkap tersangka H alias BL.

"Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan dua butir pil ekstasi yang disembunyikan di kantong celana tersangka," ujar AKBP Erick, Senin (22/07/19).

Dari hasil interogasi terhadap tersangka, kemudian petugas melakukan pengembangan di sebuah kos-kosan di kawasan Tanjung Duren Grogol Petamburan, dan dapat ditemukan barang bukti narkotika berupa pil ekstasi sebanyak 13 butir dan 11 butir pil H5.

Kemudian petugas terus melakukan interogasi terhadap tersangka dan selanjutnya dilakukan pengembangan di Apartemen Mediterania Jakarta Barat.

"Dalam penggeledahan selanjutnya, ditemukan barang bukti 25.505 butir pil ekstasi, 1 plastik berisi serbuk bahan baku ekstasi, 16 plastik klip berisi sabu seberat 366 gram, 1 buah timbangan elektrik, 1 buah alat pres plastik, 2 unit ponsel, dan 1 buah buku catatan transaksi narkoba," tambah Erick.

Masih dikatakannya, dari penangkapan tersebut, total barang bukti yang disita antaranya 25.516 pil ekstasi, 1 buah plastik berisi  serbuk bahan baku ekstasi seberat 844,68 gram, 16 plastik klip sabu, 1 buah timbangan elektrik, 1 buah alat pres plastik 2 unit ponsel, dan 1 buah buku catatan transaksi narkoba.

Sementara Kanit 2 Narkoba Akp Maulana Mukarom mengatakan Dari pengakuan tersangka bahwa barang haram tersebut dia dapat dari Malaysia yang dikirim melalu jalur Kalimantan dan masuk ke Jakarta.

Dimana dari penangkapan tersebut satuan narkoba polres metro jakarta barat menyelamatkan sebanyak 15000 jiwa, tambahnya.

"Kita masih mengembangkan kasus peredaran narkoba ini. Tersangka kita jerat dengan Pasal 112 ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman Hukuman Minimal 6 th dan maksimal Seumur Hidup dan hukuman Mati," tutupnya.(Red)

KAPOLRESTABES MEDAN PRES RELEASE HASIL OPERASI   TIM PEGASUS 3C & N POLRESTABES MEDAN

By On Juli 22, 2019



Kabar24Jam.Com
Senin 22/07/2019
- Medan
Dalam menekan angka kriminalitas jalanan di Kota Medan, Polrestabes Medan hingga Polsek jajaran, gencar melakukan patroli dan Hunting ke jalanan.Hasilnya, sejak Juni dan Juli 2019, polisi berhasil mengamankan 47 pelaku Curanmor, 56 kendaraan roda dua, dan 2 mobil. Para pelaku dan hasil curian yang di di dapat dari beberapa wilayah, diboyong ke Polrestabes Medan, Senin (22/7) siang.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,MSi didampingi Kasat Reskrim AKBP Putu Yudha Prawira,SIK,MH dan para Kapolsek, serta Kanit Reskrim jajaran menjelaskan, giat patroli hunting dilakukan beberapa kali dilakukan dalam seminggu dan malam hari, guna menekan gangguan Kambtimas dan pelaku 3C & N (Curanmor, Curas, Curat dan Narkoba) yang di kota Medan.
Dalam kegiatan rutin tersebut,tingkat kerawanan pelaku curanmor dalam Kurun setahun ini berkurang drastis.

"Secara umum, dari bulan Januari-Juni 2018 dibanding 2019 sekarang per Januari-Juni, tingkat kejaharan khususnya untuk pencurian kendaraan bermotor, menurun. Tahun lalu itu ada 228 kasus, tahun ini ada 102 kasus. Untuk jumlah tindak pidana ada 1612. Jadi penyampaian per bulan juni sampai 48 persen," ungkap, Kombes Dadang Hartanto

Terbaru, sambung pelaku curanmor  paling menonjol yang bisa diringkus yakni dari kawasan Polsek Medan Baru dan Polsek Patumbak.

Di Medan Baru,Kombes Pol Dr Dadang Hartanto merinci bahwa pihaknya berhasil menemukan 4 kendaraan bermotor. Dari 2 orang tersangka (Dhema Fahrizal Laurenz dan Robianto), yang mana pencurian terakhir dilakukan tersangka pada malam hari tanggal 22 Juni 2019. Dia melakukan pencurian pada malam hari.

"Dari hasil pengembangan, kedua pelaku melakukan pencurian di 30 TKP," katanya.

Sementara hasil pengungkapan Curanmor yang menonjol lainnya di kawasan Polsek Patumbak, polisi berhasil menyikat para pelaku yang terakhir melakukan aksi curanmor pada 23 Juni 2019.

"Di Patumbak ada 10 TKP yang pernah dilakukan pelaku dalam pencurian kendaraan bermotor. Total seluruhnya yang kita pamerkan ada 56 kendaraan bermotor roda 2 dan roda 4 nya ada 2. Para pelaku ini mengambil dari masyarakat," jelasnya.

Atas pengungkapan itu, menegaskan bahwa upaya ekspose dilakukan sebagai sarana pemberitahuan kepada masyarakat yang pernah mengalami kehilangan kendaraaannya untuk bisa mengecek dan melaporkannya ke Polrestabes Medan.(Red)

Rumah Komedian Nunung Digrebek Ditresnarkoba Polda metro jaya, Barbutnya Sabu

By On Juli 20, 2019


KABAR 24 JAM, JAKARTA - Komedian  Nunung, bernama asli Tri Retno Prayudati,  ditangkap terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkotika berjenis sabu, pada Jumat (19/7/2019).

Penangkapan itu di lakukan oleh tim Direktorat Narkotika Metro Jaya. Selain Nunung, polisi juga mengamankan suaminya. Keduanya diamankan di rumahnya di Kawasan Tebet Timur, Jakarta Selatan. Nunung dan sang suami saat digrebek sedang asyik memakai sabu.

Mereka kaget, saat anggota Kepolisian berpakaian lengkap menggedor pintu kamarnya.

Sebuah rekaman video yang beredar, nampak memperlihatkan, Nunung baru saja menggunakan sabu bersama sang suami. Narkotika sebagian telah dibuang ke klosed untuk mengelabuhi polisi. Namun, polisi meminta Nunung untuk menunjukan, tempat Narkotika dibuang. Dia juga memberikan Narkotika jenis sabu seberat 0,36 gram dalam plastik bening kepada polisi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, membenarkan penangkapan dan pengungkapan ini yang dilakukan oleh Tim Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, setelah mendapat informasi masyarakat. Argo menjelaskan pasangan suami-istri tersebut diamankan di rumahnya di kawasan Tebet Timur, Jakarta Selatan.

“Saat ini yang bersangkutan  sedang menjalani proses pemeriksaan oleh penyidik Direktorat narkoba Polda Metro Jaya,” pungkasnya singkat.

Selain ketiga pelaku atas nama Hadi Moheriyanto alias Tabu, warga Jalan Lestari VII/4 RT 01 RW  10 kelurahan Suka Pura Cilincing, July Jan Sambiran ( Suami Nunung ) dan Tri Retno Prayudati alias Nunung, Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya juga mengamankan barang bukti lain berupa : 1 HP nokia, 37 lembar uang pecahan @100.000,- hasil penjualan sabu yang disita dari TKP 1 di Tebet Jaktim, 1 klip sabu seberat 0,36 gram, 2 klip bekas sabu, 3 pcs sedotan sabu, 1 botol plastik larutan cap kaki tiga yang digunakan sebagai bong sabu, dan 4 unit Hp yang disita dari kediaman Nunung dan suaminya. ( Red/Kabar 24Jam )

Polda Jambi Amankan Puluhan Orang  Berikut Barang Bukti Senpi Rakitan dan Puluhan Senjata Tajam, Terkait Masalah Kerusuhan di Tanjung Jabung

By On Juli 20, 2019


KABAR 24JAM, JAMBI -Sekelompok orang yang tergabung dalam Serikat Mandiri Batanghari (SMB) menyerang dan merusak Kantor PT Wira Karya Sakti (WKS) di Distrik Delapan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. 

Massa turut mengeroyok kepala desa beserta tiga anggota TNI dan dua anggota polisi. Saat ini, Polda Jambi tengah mengejar para pelaku.

Aksi penyerangan yang terjadi pada Sabtu (13/7/2019) itu diduga dipicu keributan kelompok SMB dengan pemilik Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman Rakyat (IUPHHK-HTR) di Desa Belanti Jaya, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, Jambi. Sebelumnya massa juga diduga sudah membakar lahan milik WKS yang mencapai 10 H.

Dalam aksinya, massa SMB juga merusak sejumlah kendaraan seperti mobil dan sepeda motor milik Tim Satuan Tugas Monitoring Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang memadamkan kebakaran lahan. Sejumlah penyerang menggunakan senjata api rakitan yang disebut kacepek. Aksi itu sempat direkam dalam video amatir.

Akibat penyerangan tersebut, sejumlah korban luka-luka. Hingga Senin (15/7/2019), kepala desa setempat masih dirawat. Begitu juga tiga orang anggota TNI dan dua orang polisi yang tergabung dalam Satgas Karhutla harus mendapat perawatan medis.

“Ada tiga orang anggota TNI dan dua anggota Polri yang terluka dalam penyerangan itu. Selain itu, ada anggota kita diancam dengan senjata api rakitan, dan ada mobil anggota kita yang dirusak,” kata Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS di Jambi, Senin (15/7/2019).

Kapolda Jambi menegaskan, saat ini pihaknya tengah mengidentifikasi para pelaku penyerangan dan perusakan dari kelompok SMB. Selain itu, polisi mengumpulkan barang bukti dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP). “Kami sedang lakukan mapping terhadap beberapa pelaku. Kami mencoba mengumpulkan data CCTV karena memang saat kami ke sana sudah tidak ada orang lagi, sudah kosong. Jadi, kami harus mencari bukti-bukti dan keterangan saksi-saksi. Korban-korban yang kami identifikasi kami ambil keterangan, termasuk anggota Polri dan anggota TNI,” ucapnya.

Lanjut Kapolda lagi, pasca penyerangan dan pembakaran lahan, Polda Jambi dan Korem 042 Gapu Jambi telah menurunkan 100 anggota TNI dan 230 anggota Polri untuk mengamankan lokasi kebakaran dan penyerangan tersebut.

Sementara itu Karo Humas Polri Brigjen pol Dedi Prasetyo ketikan dikonfirmasi ( 20/7) jam 14:30 WIB melalui pesan watsapp juga membenarkan kejadian ini.

"Ya mas, Sudah ditangani ada 49 orang sudah diamankan berikut puluhan senjata api dan senjata tajam yang telah disita aparat gabungan TNI-Polri," Pungkas Brigjen pol Dedi Prasetyo. ( Red/ Kabar 24Jam )

Forum Ibu Sumut Lestarikan Busana Kebaya Indonesia

By On Juli 20, 2019



Kabar24Jam.Com
Sabtu 20/07/2019
- Sumut
Ade Sandrawati Purba.SH.MH selaku ketua forum Ibu melaksanakan kegiatan cinta budaya indonesia melalui kebaya khas Indonesia di salah satu cafe di Kota Medan dengan setiap anggota menggunakan gaun busana pakaian khas wanita Indonesia Kebaya, membahas tentang pentingnya pelestarian kebaya di Indonesia dan kedepannya Hari kebaya Nasional dapat menjadi hari Nasional di seluruh negara , sehingga kebaya dapat terus dilestarikan hingga mendunia.

Acara tersebut dilaksanakan pada Jumat (19/07/2019), kegiatan ini akan membahas mengenai sejarah, seni, filosofi dan ideologi yang terkandung dalam budaya dari berbusana kebaya.

"Gagasan ini kita sambut dengan sangat baik karena di Kemendikbud memang ada peraturan setiap hari selasa memakai baju daerahnya masing-masing. Gerakan yang berbasis busana ini punya dampak yang lebih jauh dari yang kita kira," Ujar Ade Sandrawati

Ia menyampaikan agar kedepannya kebaya bisa tetap dapat dilestarikan di dunia pendidikan dan kebudayaan demi tercapainya tujuan dijadikan hari kebaya sebagai hari nasional seperti Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober setiap tahunnya.

"Bapak Jokowi dalam pidatonya di Sentul sudah menerangkan kalau Indonesia ini milik semua dan kita harus berjuang atas dasar Bhinneka Tunggal Ika. Indonesia berkebaya ini bisa menumbuhkan kepercayaan diri, kegiatan berbusana juga misi mencapai tujuan tersebut," Ucapnya

Ade Sandrawati Purba.SH.MH juga berharap, kaum perempuan yang mulai sadar harus melestarikan busana khas Indonesia tersebut.

"Gerakan berkebaya sudah ada sejak 2014 dan diterima secara luas. Kebaya menurut kami busana asli yang perlu kita warisi bersama-sama karena memiliki keterlibatan terhadap kemajuan Indonesia dari Sabang sampai Merauke.” harap Ade Purba

Menurut Ade, banyak tugas yang dia emban bersama ibu-ibu berkebaya, mengingat masih banyak orang tidak tahu tentang perbedaan kebaya dan jenis kain lainnya.

"Apa yang perlu disosialisasikan? Banyak, karena ada yang tidak tahu kebaya, baju kurung itu bedanya apa dan memang pakemnya berbeda. Sebenarnya kebaya bukaannya di depan, dan lekukannya membentuk tubuh," tutup Ade Sandrawati Purba.SH.MH mengakhiri pembicaraan.(Ilham)

3 dari 17 Pelaku Becak Hantu Diringkus Pegasus Polrestabes Medan, 2 Diantaranya dihadiahi Timah Panas

By On Juli 18, 2019


KABAR 24JAM, MEDAN - Tim penaganan gangguan khusus ( Pegasus ) Polrestabes Medan berhasil meringkus tiga dari 17 orang pelaku Curanmor yang kerap beraksi di wilayah hukum Polrestabes Medan, dua diantara ketiga pelaku diberikan tindakan tegas terukur dengan menembak kedua kakinya.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto didampingi oleh Kasat Reskrim AKBP Putu Yudha Prawira, dan Kanit Pidana Umum Iptu Said Husein pada saat pemaparan kasus di lobby utama Polrestabes Medan, Kamis ( 18/7/2019) jam 11:30 WIB menjelaskan bahwa pihaknya dari unit pidana umum Satreskrim Polrestabes Medan berhasil menangkap 3 dari 17 orang pelaku pencurian kendaraan bermotor yang kerap beraksi di wilayah hukum Polrestabes Medan terkait kasus pencurian yang viral di Medsos dengan sebutan "becak hantu"  yang mana para pelaku beraksi dengan menggunakan becak bermotor jenis pengangkut barang.

"Awalnya kita dapat informasi dari masyarakat dan beberapa media sosial tenntang maraknya aksi pencurian dengan menggunakan becak bermotor yang disebut becak hantu, lalu dari sini kami melakukan penyelidikan dengan menurunkan serta menyebar petugas berpakaian preman kelokasi yang dianggap berpotensi terjadi tindak pidana pencurian, dan akhirnya kami berhasil menangkap 3 dari 17 pelaku becak Hantu diantaranya yang pertama kali berhasil kami tangkap adalah Parsian Sihotang (22) warga Jalan Elang Ujung  nomor 5 Perumnas Mandala, Parsian kami tangkap dari Jalan Denai dekat jembatan tol (15/7) lalu Natal Perangin-angin (22) Warga Jalan Elang Ujung, kami tangkap dari warung nasi di Jalan Garuda Perumnas Mandala serta Antonius (17) warga Jalan Cendrawasih Elang 2 Perumnas Mandala," ucap Kombespol Dadang Hartanto.

Kata Kapolrestabes  Medan lagi, para pelaku beraksi membentuk beberapa kelompok terdiri dari 3 orang mengendarai becak, mengelilingi kota Medan dengan becak mencari lokasi rumah warga yang akan dicuri.

"Setelah ketiga tersangka ditangkap dan saat ketiganya dibawa petugas untuk pengembangan kasus dan mencari barang bukti, dua tersangka atas nama Parsian Situmorang dan Natal Perangin-angin berusaha melarikan diri dengan melawan petugas, setelah diberikan tembakan peringatan namun tidak diindahkan akhirnya keduanya dilumpuhkan dengan memberikan tindakan tegas terukur dengan menembak kaki keduanya," pungkas Kapolrestabes Medan.

Selain ketiga tersangka yang berhasil ditangkap, Satreskrim Polrestabes berikut nama-nama rekan-rekan pelaku yang masuk dalam daftar pencarian orang ( DPO ) diantaranya, Jimrin, Alex, Markus, Helen, kopral, Ida, Lenta, Toni, Markus, Rendi, Kocu, Justin dan Locot.

Dari ketiga tersangka turut disita barang bukti berupa 4 unit becak bermotor pengangkut barang, 2 sepeda motor merk Honda Vario dan Yamaha Mio, 2 gunting besi, linggis, martil, kunci T, anak kunci, kunci leter L, uang tunai Rp 25.000 ( dua puluh ribu ) dan 1 flash dish berisi rekaman CCTV saat para pelaku beraksi. (Red/ Kabar 24Jam )

Mentoring Instalasi Aplikasi Sister di AMI Medan  Sebagai Bentul Kerja Sama Antar  Institusi

By On Juli 17, 2019




KABAR 24JAm, MEDAN - Kerja sama antar institusi tentunya pasti banyak dilakukan oleh semua Perguruan Tinggi, baik Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta. Universitas Harapan (UnHar) Medan merupakan salah satu Perguruan Tinggi swasta ternama yang ada di kota Medan. Salah satu bentuk kerja sama yang dilakukan Universitas Harapan Medan adalah dengan melakukan Pengabdian Pada Masyarakat dengan Akademi Maritim Indonesia (AMI) Medan. Pada tanggal 18 Mei 3019 yang lalu bertempat di aula pertemuan Akademi Maritim Indonesia, Jalan Pertempuran no. 125, Pulo Brayan Kota Kecamatan Medan Barat.

"Untuk lebih meningkatkan kerja sama dan mempererat tali silaturahmi antar kedua institusi ini maka dari itu dilakukan salah satu proses tri dharma perguruan tinggi yakni Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) yang dilakukan oleh tim PKM Universitas Harapan Medan yang diketuai Oleh Arief Budiman, ST, M.Kom yang beranggotakan 2 orang dosen, Adidtya Perdana, ST, M.Kom dan Yuyun Dwi Lestari, ST, M.Kom dan 2 orang mahasiswa, Indah Monnisa, dan Tomi Hidayat," ucap Arief Budiman pada awak media.

Lanjutnya lagi, adapun kegiatan yang dilaksanakan dalam Pengabdian Pada Masyarakat ini adalah melakukan Mentoring mengenai Instalasi Aplikasi SISTER terhadap operator atau staff IT di AMI Medan agar dapat berjalan pada server yang disediakan oleh AMI Medan. Dalam kegiatan tersebut dijelaskan terlebih dahulu tentang spesifikasi komputer minimum yang digunakan untuk installasi, Langkah-langkah dalam installasi aplikasi SISTER, serta konfigurasi jaringan agar aplikasi SISTER tersebut dapat di akses oleh dosen-dosen yang nantinya ingin memutakhirkan datanya.

"Aplikasi SISTER sendiri merupakan singkatan dari Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi yang dibuat oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti dibawah naungan Kemenristek Dikti. Adapun aplikasi SISTER ini bertujuan untuk memutakhirkan data portofolio dosen dan manajemen data dosen.  Alhamdulillah kegiatan yang dilaksanakan berjalan dengan lancar. Semoga proses kerja sama oleh pihak Universitas Harapan (UnHar) Medan dengan Akademi Maritim Indonesia Medan selalu terjalin dengan baik," pungkas Arief Budiman, S.T.,M.Kom. (Red/Kabar 24Jam )

Diduga Sakit, Pria 56 Tahun Ditemukan Sudah Tak Bernyawa di Atas Becaknya

By On Juli 13, 2019


KABAR 24JAM, MEDAN AREA - Diduga karena sakit, pria 56 Tahun yang berprofesi sebagai penarik becak dayung ditemukan telah meninggal dunia diatas becaknya. Sabtu ( 13/7/2019) jam 12:00 WIB.

Penemuan jenazah Tris Iriansyah Nasution yang tinggal diatas becak ini pertama kali ditemukan oleh warga masyarakat sekitar yang  curiga melihatnya  penarik becak itu hingga siang hari blum juga bangun dari tidurnya, wargapun mencoba membangunkanya namun sayang, begitu tubuhnya digoyang warga dengan maksud agar Tris Iriansyah terbangun, malah warga yang berusaha membangunkanya sontak kaget karena tubuhnya pria tua tersebut telah dingin yang diduga telah meninggal dunia.

Selanjutnya satreskrim Polsek Medan Area yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrimnya Iptu A.L.P. Tambunan yang menerima laporan masyarakat langsung menuju lokasi sembari mengumpukkan keterangan saksi.

"Setelah tiba di lokasi, kami langsung mencari informasi dan keterangan saksi-saksi, menurut rekan seprofesinya bernama Bona Lumban Gaol ( 55 ) warga Jalan Ngalengko no 7 Medan menjelaskan bahwa Tris Iriansyah Nasution (korban ) memiliki riwayat diabetes dan diduga ia meninggal akibat sakit yang dideritanya,"ucap Tambunan.

Selanjutnya kata perwira berpangkat dua balok emas dipundak ini lagi, pihak kepolisian sektor Medan Area langsung berusaha mencari dan menghubungi pihak adik kandung korban yang bernama Zulfikar Suriasyah Nasution.

"Tak ada tanda-tanda kekerasan ditubuh korban hingga akhirnya kami mencari informasi tentang alamat adik kandungnya atas nama Zulfikar, saat jenazah akan kami bawa ke RS Bhayangkara untuk di outopsi untuk lebih memastikan penyebab kematian, namun pihak keluarga tidak mengizinkan dan keberatan, pihak keluargapun langsung membuat surat pernyataan diatas materai sebelum jenazah kami serahkan pada pihak keluarganya. ( Red/ Buchari )

Beraksi di Desa Kolam, 4 dari 6 TSK diringkus, 1 Diantaranya Anggota Polri

By On Juli 11, 2019



KABAR24JAM, SUMUT - Empat dari enam tersangka pelaku pencurian sepeda motor dengan kekerasan dibekuk tekab Polda Sumut yang terjadi dipingir  Desa Kolam Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang, kejadian berawal saat Muhammad Syahfi ) korban )yang berprofesi sebagai tukang parkir, warga Jalan Haji Jalal Gang Tanah Desa Bintang Meriah Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang sedang duduk diatas sepeda motornya, tak berapa lama datang satu unit mobil minibus berwarna silver dan berhenti didekat korban, lalu 6 pria turun dari mobil tersebut mengaku sebagai anggota polisi dan menuduh korban sebagai bandar narkoba dan menondongkan senjata air gun dan salah seorang diantara pelaku langsung menutup kepala korban dengan goni dan membanting korban ketanah, selanjutnya korabanpun dibawa masuk kedalam mobil pelaku dalam keadaan tangan diborgol.
"Korban diborgol, dipukulin, kepala ditutup goni dan harta benda korban berupa 1 unit sepeda motor dan HP dibawa lari oleh para pelaku, sedangkan korban akhirnya dibuang kedaerah lapangan Ladong Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan," ucap Wadir krimum Polda Sumut AKBP Donald Simanjuntak saat paparan kasus di depan gedung Ditkrimum ( 11/7/2019) jam 11:00 WIB.

Selanjutnya tim  anti bandit ( Tekab ) Polda Sumut yang mendapat informasi adanya tindak pidana pencurian dengan kekerasan langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya pada tanggal (2/7) dari kawasan Tembung, Tekab Poldasu berhasil menangkap Andri Syahputra  (30) warga Jalan pelikan Raya no 475 kelurahan Kenangga Kecamatan Percut Sei Tuan yang bertugas menangkap  dan membawa sepeda motor milik korban.

"Setelah Andri ditangkap, anggota dilapangan langsung melakukan pengembangan dan akhirnya berhasil menangkap dua tersangka lainya yang bernama Muda Remaja Parlis (37) warga Jalan Wasono no 2 Kelurahan Perintis Kecamatan Medan Timur, dan Gakroha Satu Sangkapta Manalu ( 37) yang merupakan anggota Polisi warga jalan Kenangan Baru Kecamatan Percut Sei Tuan,"ucap Donald lagi.

Selanjutnya Petugaspun melakukan pengembangan kembali dan berdasarkan hasil intrograsi terhadap Garokha  dan Muda akhirnya kembali reserse anti bandit Polda Sumut berhasil menangkap Muhammad Rahul (26) warga jalan Mayjen Sutoyo Kelurahan Kesawan Kecamatan Medan Barat dari jalan Brigjen Katamso depan istana Maimun," jelas pereira berpangkat dua melati ini.

Lebih lanjut Wadir krimum Polda Sumut mengatakan bahwa selain 4 pelaku polisi juga tengah memburu 2 pelaku lainya yang berinisial S warga Letda Sujono dan B warga pasar 5 Tembung dan telah mengamakankan barang bukti lainya berupa 2 unit air gun, 1 borgol,  1 HP, 1 lembar STNK dan 1 unit sepeda motor Mio BK 2033 MX. ( Red/Kabar 24Jam )




59 Kilo Sabu Berhasil Diamankan, Ditresnarkoba Polda Sumut Berhasil Selamatkan 590 Orang Anak Bangsa

By On Juli 11, 2019



KABAR 24JAM,SUMUT - Lima puluh sembilan kilo gram sabu berhasil diamankan Ditresnarkoba Polda Sumut dari beberapa lokasi penangkapan. Yang mana beberapa tersangka yang merupakan jaringan narkoba Internasional terpaksa diberi tindakan tegas terukur dengan menembak kaki para tersangka ini dengan jalur Malaysia- Medan, Malaysia- Dumai-Medan dan Malaysia-Aceh-Medan. Hal ini membuktikan bahwa kota Medan merupakan target distribusi dari jaringan narkoba dan terhadap para tersangka ini dikenakan pasal 114 ayat (2) , pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) Undang-undang RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika  dengan ancaman pudana mati, atau penjara seumur hidup atau paling singkat 6 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara dan pidana denda paling sedikit 1 Milyard Rupiah dan paling banyak 10 Milyard. Dengan ditangkapnya 59 kilo sabu ini berarti ini dapat menyelamatkan anak bangsa dari pengaruh buruk narkoba sebanyak 590 ( lima ratus sembilan puluh ) orang dengan asumsi 1 gram sabu untuk 10 pengguna. Hal ini dikatakan Kapolda Sumut Irjend Pol Agus Andrianto melalui Waka Poldasu Brigjen Pol Mardiaz khusin Dwihananto yang didampingi para pejabat utama Polda Sumut saat memimpin paparan kasus di depan gedung Ditresnarkoba Polda Sumut. Kamis (11/7/2019) jam 14:09 WIB.

Penangkapan itu diantaranya yang dilakukan oleh unit 1 subdit III Ditresnarkoba Polda Sumut yang mana penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang menyebutkan bahwa pada hari Minggu (27/6/2019 ) sekitar jam 9:00 WIB ada seorang laki-laki yang memiliki narkoba jenis sabu di Jalan Iskandar Muda Kecamatan Medan Petisah, Selanjutnya petugas reserse narkoba dari unit 1 subdit III Ditresnarkoba Polda Sumut langsung melakukan penyelidikan dilokasi. Setelah melakukan penyelidikan dan pull baket sekitar jam 12:00 WIB, reserse narkoba berhasil menagkap tersangka RS dari Jalan Iskandar Muda tepatnya di dekat rumah makan Simpang Raya dengan barbut narkoba seberat 3 kilo gram.



Kasuspun dikembangkan dengan mengintrograsi tersangka RS. Dari mulut RS menyebutkan bahwa ia berangkat dari Tanjung Balai Asahan dengan seorang pria berinisial A dengan menggunakan kreta api, petugaspun langsung memburu dan menangkap A dihotel Transit Jalan Gajah Mada Kecamatan Medan Petisah, saat A dan RS kembali diintrograsi, keduanya mengaku masih menyimpan 7 bungkus sabu lagi di Tanjung Balai.


"Kami langsung menuju ke kota Tanjung Balai Asahan, dan disana petugas kami menemukan 1 tas berwarna biru berisi 7 bungkus sabu dari dalam rumah kosong milik keluarga RS, setelah ditimbang ternyata beratnya 7 kilo gram," ucap Direktur narkoba Polda Sumut Kombes Pol Hendri Marpaung, jadi dari tersangka RS dan A, kami sita 10 kilo gram sabu yang didapat dari pelaku lain berinisial S ( DPO ) dari Bagan Asahan, " ucap Kombes Pol Hendri Marpaung.


Tak puas hanya sampai disitu petugaspun mencoba mencari barang bukti narkoba lainya di kota Tanjung Balai.


"Saat kami melakukan pengembangan kasus untuk mencari barang bukti narkoba lainya, tersangka  RS mencoba kabur dengan melawan petugas hingga terpaksa diberi tembakan dibetis kirinya," jelas perwira berpangkat melati 3 ini.



Lalu unit 4 Subdit II juga melakukan penangkapan terhadap tersangka MMA didalam rumahnya di Jalan Mesjid I Desa Sekip Kecamatan lubuk Pakam Kabupaten Deli Sedang dengan barbut 5 kilo gram dan kepada MMA juga diberikan tembakan di kaki sebelah kanan karena mencoba melarikan diri.


"Dari intrograsi terhadap MMA diperoleh keterangan bahwa ada 1 orang laki-laki di Jalan Iskandar Muda Kecamatan Medan Baru yang memiliki sabu. Lalu unit 2 subdit 2 Ditresnarkoba Polda Sumut di Jalan Iskandar Muda berhasil menangkap R alias T dan J dengan barbut 40 kilo sabu yang dimasukan kedalam 2 goni plastik pada hari Senin tanggal (8/7/2019) Jam 17:00 WIB," ucap Kombes Hendi Marpaung pada saat paparan kasus didepan gedung Ditresnarkoba Polda Sumut. Kamis (11/7).


Dari keterangan R alias T dan J, lalu unit 2 subdit 2 Ditresnarkoba Polda Sumut melakukan penangkapan  terhadap S dan H dijalan Ringroad Gagak Hitam dan dari keduanya didapat sabu seberat 4 kilo gram dan saat dilakukan pengembangan keduanya mencoba kabur dan kepada keduanya diberikan tembakan dikaki sebelah kiri. ( Red/Kabar 24Jam )

Residivis ini Dihadiahi Timah Panas Polisi

By On Juli 11, 2019


Kabar24jam.Com
Kamis 11/07/2019
-Labura

Dedi Kurniawan alias Madong (26) pelaku Pencurian spesialis bongkar rumah berhasil diringkus polisi di Dusun Kampung Limpul, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara , Rabu 10/7/2019 sekitar pukul 03.15 WIB.

Dedi Ditangkap atas Laporan Sumiati 06 tahun warga Dusun VIII Desa sidua-dua Kec. Kualuh Selatan Kab. Labura
kemaren tgl 09 juli 2019 yang mengalami kerugian sekitar  5jt dan melaporkan kepolsek dengan Lp /93/Vll/2019/SU/RES.LB/SEK Kualuh Hulu.

Kaposek Kualuh Hulu AKP.Asmon Bufitra Kepada Kabar24jam.com mengatakan peristiwa tersebut berawal pada Sabtu 06/7/2019 kemarin sekitar pukul 05.30 WIB diketahui setelah korban melihat sejumlah barang berharga miliknya telah raib. Di mana, korban kehilangan 1 unit laptop merk Asus, 1 unit HP merk Samsung, 1 unit HP merk Nokia berwarna putih, dan 1 HP Nokia berwarna hitam.
Dari hasil lidik di lapangan dan interogasi saksi-saksi, diketahui pelakunya adalah Madong, warga Desa lobu Huala.

Selanjutnya Tiem opsnal Reskrim yang dipimpin Kanit Reskrim Ipda Gunawan Sinurat berhasil menangkap Madong di Dusun Kampung Limpul, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Kualuh Selatan.
Namun, saat pengembangan, pelaku mencoba melakukan perlawanan sehingga petugas melakukan tembakan peringatan. Madong tak menggubrisnya dan petugas pun memberikan tindakan tegas terukur hingga pelaku tersungkur dan pelaku sudah dibawa ke Mapolsek setelah mendapatkan tindakan medis di rumah sakit.

Dari pelaku disita barang bukti 1 unit laptop merk Asus, 1 unit HP merk Samsung, 1 unit HP merk Nokia berwarna putih, dan 1 HP Nokia berwarna hitam,”Dari hasil intrograsi tersangka memang residivis dengan kasus yang sama ucapnya(heri.s).

Kompol Faidir Diduga Tangkap Lepas 2 Unit Jackpot, 1 Tersangka Menghilang

By On Juli 11, 2019




KABAR 24JAM, PANCUR  BATU. Dua unit  mesin judi jacpot  diamamankan oleh unit Intelkam Polsek Pancur Batu. Dua Jakppot dan 1 Tersangka diduga menghilang dari Polsek Pancur Batu yang dikomandoi oleh Kompol Faidir Chaniago, belakangan ini menjadi sorotan media.

Selain dugaan ketidak mampuan Kapolsek Pancur Batu Kompol Faidir Chaniago dalam menangani kasus serta dugaan dalam melepaskan barang bukti mobil hasil curian, kali ini kembali lagi soal dugaan tangkap lepas mesin judi Jakpot yang ada di wilayah hukum Polsek Pancur Batu.

Seperti informasi wartawan dari sumber yang bisa dipercaya, bahwa pada tangal 20 Mei 2019 unit Intelkam Polsek Pancur Batu yang menadapatkan informasi adanya peredaran judi jenis mesin jakpot di wilayah Desa Durin Simbelang langsung ke TKP untuk melakukan pengecekan.

Setibanya petugas Intelkam Polsek Pancur Batu di lokasi yang di informasikan oleh sumber, di salah satu warung milik (AR), 3 (tiga) petugas Intelkam langsung melakukan penggerebekan terhadap objek dan pada saat digerebek para pemain langsung melarikan diri.


Namun penggerebekan oleh intelkam tersebut berbuah pahit dikarenakan pemain kabur dan selanjutnya petugas pun melakukan penyisiran diseputaran TKP dan menemukan berupa alat hisap shabu - shabu (bong) dan satu plastik kecil yang diduga berisi barang haram jenis shabu.

Usai melakukan penggerebekan, petugas pun langsung mengamankan pemilik warung yang berinisial (AR) kerena menyediakan lokasi dan tempat perjudian jakpot tersebut.

Ironisnya, beberapa waktu kemudian dikabarkan (AR) pemilik warung di Desa Durin Simbelang tersebut sudah dapat menghirup udara segar.


Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu Iptu Suhaily Amri Hasibuan SH MH saat dikonfirmasi wartawan mengenai hal tersebut, dirinya membantah bahwa Unit Reskrim Polsek Pancur Batu yang di pimpinnya ada melakukan penangkapan terhadap (AR) pemilik warung yang menyediakan perjudian jenis jekpot pada tanggal 20 Mei 2019.

“Saya tegaskan, unit kami tidak ada melakukan penggerebekan maupun menangkap dan mengamankan mesin judi jakpot dan tersangka," kata Iptu Suhily kepada wartawan,  Rabu (10/7/2019), sembari menyarankan wartawan untuk mengecek langsung ke Unit Itelkam Polsek Pancur Batu. Karena tidak ada laporan kepada saya soal penangkapan jakpot tersebut . ( Red/Kabar 24Jam )






Tak Sesuai SOP, Kapolsek Pancur Batu Keluarkan Barbut Mobil Hasil Tindak Pidana

By On Juli 11, 2019


KABAR 24JAM.COM
 PANCUR BATU
- Dituding bertindak tak sesuai standard operasional ( SOP ) karena mengeluarkan barang bukti mobil pick up Mitsubishi BK 8398 XC milik Nurbetti Tarigan Warga Jalan Luku Gang I Sepadan Desa Kwala Berkala yang hilang pada tanggal (15/5/2019 ) dengan imbalan uang Rp. 20 juta dan bukan itu saja peristiwa serupa juga pernah terjadi saat Kanit Intelkam Polsek Pancur Batu Iptu Syahril Siregar berpatroli dikawasan jalan GBKP desa Durin Simbelang Kecamatan Pancur Batu ia menerima laporan dari masyarakat bahwa didesa Durin Simbelang marak peredaran narkoba dan perjudian, lalu ketika dilakukan penyelidikan ternyata benar di warung kopi milik Aris ditemuian 2 unit mesin jacpot dalam keadaan beroperasi dan juga di lokasi ditemukannya alat hisap sabu berserakan di lantai. ( 20/5/2019) Petugaspun langsung berusaha mencari pemilik warung namun tak ditemukan dan akhirnya petugas Intel Polsek Pancur Batu langsung membawa jacpot tersebut ke komando namun setelah beberapa hari tersiar kabar mesin judi jacpot yang diamankan di dalam ruangan Kanit intel telah dikembalikan pada pengelola dengan imbalan uang Rp.10 juta dan saat barang bukti diserahkan pada pemilik tidak dilengkapi dengan LP model A dan surat titip rawat serta pemilik juga tidak di BAP terlebih dahulu, namun hal ini ketika dikonfirmasi oleh awak media (10/7), Kapolsek Pancur Batu Membantah.

"Awalnya kan Kanit Intelkam Polsek Pancur Batu menerima laporan dari masyarakat bahwa di perumahan Griya Permata 2 Desa During Janggak Kecamatan Pancur Batu ada yang menawarkan mobil pick up dengan harga yang sangat murah jauh dibawah harga pasaran, lalu Kanit Intelkam Polsek Pancur Batu bersama anggotanya meluncur ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan saat tiba di lokasi, petugas kami hanya menemukan mobil pickup tersebut dan tak menemui pelaku, lanjut mobil itu di boyong ke komando,"ucap Kompol Faidir Chaniago.

Lanjutnya lagi, nah setelah mobil di boyong ke komando, lalu berselang beberapa lama pemilik mobil datang dan meminta mobilnya agar dikembalikan, nah pada saat kejadian hilangnya mobil tersebut korban ( Nurbetti ) tidak membuat LP, nah setelah mobil ditemukan, mobil langsung di  kembalikan pada pemiliknya.

"Kalau masalah  katanya, saya menerima uang Rp.20 juta, siapa yang bilang, cak tanya sama yang ngomong itu siapa yang menyerahkan dan siapa yang menerima, jangan asal nuduh kan wajar kalau saya kembalikan mobil milik korban yang kami temukan kepada pemilik setelah dicuri kawanan maling," pungkas Faidir Chaniago. ( Red/Kabar 24Jam )

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *