HEADLINE NEWS

WARTAWAN KESULITAN MENDAPAT INFORMASI DARI POLSEK KUALUH HILIR

By On Januari 28, 2020



Kabar 24jam
Selasa 28/01/2020
Labura

Kurangnya keterbukaan atas informasi membuat sejumlah Media Mengeluhkan terhadap Kapolsek Kualuh Hilir AKP P. Simarmata , awak Media yang bertugas Labura khususnya dikecamatan kualuh hilir/Leidong kabupaten Labuhanbatu Utara.
Bebera hari yang lalu awak media Kabar24jam.com menjumpai Kanit Reskrim Ipda M Samosir melakukan konfirmasi Terkait penangkapan Curanmor yang diduga pelakunya dua orang dan barang bukti diamankan di polsek kualuh hilir , beliau mengatakan kalau datanya tidak ada sama aku ,Karna aku Mau pindah coba langsung sama Kapoksek , Lalu awak media menghubungi Kapolsek melalui pesan Whatsapp namun tidak ada jawaban lalu mencoba menghubungi melalui telepon seluler jawabnya"Iya nanti dikasih.

Namun Sampai saat ini sudah 5 hari belum juga ada jawaban dan balasan.
Beberapa wartawan yang bertugas dilabura kususnya di kecamatan kualuh ledong mencoba mendatangi Kantor Polsek Kualuh Hilir  dan mau menjumpai Kapolsek AKP P .Simarmata yang terkesan tertutup kepada awak Media atau wartawan, tapi sangat disayangkan, kedatangan beberapa wartawan berbuah sia-sia, karna beliau tidak ada dikantornya,artinya selain komonikasi susah awak media sangat sulit juga mendapat informasi,padahal kapolsek sebelumnya sangat terbuka terhadap media,dan memberi akses seluas luasnya,ucap M Parulian Panjaitan yang juga Rekan media Online.
Masih Lian" Kalaupun Kapolsek sibuk  belum bisa mengasih data dan informasi paling tidak ada yang mewakili memberi data dan informasi ke media.

Abu sofyan, dari Media Online dan cetak meminta kepada kapolres Labuhan Batu AKBP Agus Darajad S I K. MSI, agar menegur kapolsek kualuh hilir AKP P. Simarmata yang agak tertutup terhadap media atas informasi sebab polisi dan wartawan adalah mitra dan informasi itu sangat perlu untuk di terbitkan ke hadapan masyarakat”,kata sopyan.

Terpisah, sebelumnya dari informasi yang di dapat wartawan polsek kualuh hilir mengamankan dua orang tersangka terduga pencuri sepeda motor warga desa sei apung kecamatan kualuh hilir.kab labura dan kedua tersangka di amankan di ruang tahanan polsek kualuh hilir, dan barang bukti yang di amankan satu unit sepeda motor supra X 125 warna hitam merah berserta salah satu alat membongkar kunci sepeda motor dan menurut infomasi dua orang tersangka, satu orang diduga sudah ada yang dilepaskan.
Kapolsek AKP P.Simarmata belum juga memberikan jawaban atas konfirmasi awak media terkait penangkapan curanmor tersebut walaupun pesan Aplikasi WHatApp sudah masuk dan dibaca(contreng biru) hingga berita ini sampai kemeja Redaksi.(heri s).

Wabah Virus Corona yang Bikin Warga Dunia Panik

By On Januari 28, 2020


Kabar 24Jam.Com
Selasa28/01/2020
Medan- Setelah wabah SARS-CoV (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus) yang merebak pertama kali di China tahun 2002, dunia kembali digemparkan dengan wabah MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus) yang dideteksi pertama kali di Timur Tengah tahun 2012. 

Dunia kembali gempar menjelang perayaan Imlek tahun 2020 yaitu Novel Coronavirus (2019-nCov) atau virus corona.

Laporan Badan Kesehatan Sedunia PBB (WHO-World Health Organization) menyebutkan pada tanggal 31 Desember 2019, WHO menerima kabar tentang beberapa kasus pneumonia di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.

/// 1. Virus Ketiga setelah SARS-CoV dan MERS-CoV

Penemuan virus (baru) itu pun membuat panik karena hasil laboratorium menunjukkan virus ini tidak cocok dengan virus lain yang sudah dikenal secara medis. Kepanikan terjadi karena tidak diketahui bagaimana virus baru ini menginfeksi manusia.

Sampai saat ini sudah 14 negara yang melaporkan kasus 2019-nCov dengan jumlah korban 41 meninggal dunia. Sedangkan di China sendiri sudah dilaporkan 2.300 kasus dengan 80 kematian. 

Dilaporkan pula 35 penderita virus corona China dikabarkan bepergian ke luar China. Negara-negara yang melaporkan virus corona yaitu: Amerika Serikat, Australia, Hongkong,Jepang, Kanada, Korea Selatan, Malaysia, Makau, Nepal, Perancis, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

Infeksi 2019-nCov menunjukkan gejala umum pada orang-orang yang terinfeksi, seperti demam, batuk, kelelahan, sakit tenggorokan, sakit kepala, hemoptisis, dan diare.

Pada tanggal 7 Januari 2020 atau sepekan setelah dilaporkan ke WHO, otoritas China mengabarkan bahwa mereka telah berhasil mengidentifikasi virus baru tsb. yaitu coronavirus. Virus ini termasuk keluarga virus yang mencakup flu biasa, dan virus seperti SARS dan MERS. Untuk sementara China menyebut virus baru ini dengan nama 2019-nCoV.

WHO menggalang kerja sama dengan otoritas China dan pakar-pakar terkait secara global untuk mempelajari virus baru tsb. Yang perlu diketahui, tentu saja secara medis, adalah bagaimana virus berpindah dari penderita ke orang lain dan apa yang bisa dilakukan negara-negara lain untuk menghadapi penyebaran virus tsb.

Sebagai perbandingan berikut ini gambaran tiga virus terkait dengan infeksi pernapasan tsb. yang ditemukan pertama kali di China tahun 2002 jadi penyakit infeksi pernapasan yang paling menakutkan di dunia pada tahun 2002-2003. 

Dilaporkan 8.000-an kasus SARAS-CoV dengan 700-an kematian. Gejala penyakit ini terjadi secara umum yaitu demam, menggigil, batuk kering dan di bagian dada. Tingkat kematian penyakit ini 10 persen.
MERS-CoV ditemukan tahun 2012 di kawasan Timur Tengah.

Dari enam kasus terkait MERS-CoV yaitu gejala gagal pernapasan dua di antaranya meninggal. Jika dibandingkan dengan SARS-CoV tingkat kematian penderita MERS-CoV jauh lebih besar yaitu 37 persen, sedangkan SARS-CoV sebesar 10 persen. Selain itu dilaporkan 22 meninggal dari 44 kasus yang dilaporkan di Arab Saudi.

/// 2. Masih Banyak yang Belum Diketahui Tentang Virus Corona

Selain kasus di China tanggal 29 Januari 2020 Korsel melaporkan kasus 2019-nCov pada seorang perempuan berumur 35 tahun WN China yang tinggal di Wuhan, Provinsi Hubei, China. Ketika tiba di Bandara Incheon wanita itu terdeteksi demam tinggi dengan suhu badan 38,3 derajat Celcius. Wanita itu dirujuk ke rumah sakit untuk diisolasi.

Sebelumnya tanggal 15 Januari 2020 Kementerian Kesehatan Jepang melaporkan kasus 2019-nCoV pada seorang pria berumur antara 30-39 tahun yang tinggal di Jepang yang baru pulang dari Wuhan. 

Pria ini pergi ke Wuhan akhir Desember 2019. Pria ini tidak mengunjungi pasar hewan hidup di Wuhan, tapi terindikasi berhubungan dekat dengan seorang penderita pneumonia.

Tanggal 6 Januari 2020 pria itu kembali ke Jepang. Hasil tes influenza negatif. Tapi, tanggal 10 Januari 2020 pria itu demam dengan gejala batuk dan sakit tenggorokan. 

Dia dirawat di rumah sakit. Tanggal 14 Januari 2020 dokter yang merawat melaporkan ke otoritas kesehatan setempat bahwa pasien tsb. diawasi untuk “Penyakit Menular Serius yang Tidak Dikenali”.

Tanggal 13 Januari 2020 Kementerian Kesehatan Masyarakat (MoPH) Thailand melaporkan kasus corona virus pertama. Kasus terdeteksi pada seorang perempuan WN China berumur 61 tahun penduduk Wuhan. 

Perempuan itu melancong ke Thailand kemudian dirawat di rumah sakit. Penyelidikan terkait dengan riwayat pasien ini menunjukkan dia sering berkunjung ke pasar satwa segar di Wuhan sebelum ada gejala penyakitnya pada tanggal 5 Januari 2020.

WHO menyebut bahwa masih banyak yang harus dipahami tentang virus corona yang baru ini karena pengetahuan tidak hanya terbatas pada bagaimana virus ditularkan, sejauh mana virus bisa menyebar dan alat-alat kesehatan apa yang bisa dipakai. Selain itu sumber virus belum diketahui.Penyebaran virus MERS-CoV (Sumber: who)

Untuk itulah WHO mendorong semua negara untuk tetap siaga menghadap virus corona. WHO sendiri sudah menerbitkan informasi tentang cara memantau kasus, mengobati pasien, mencegah penularan di sarana kesehatan, dll. 

Informasi yang diterbitkan WHO termasuk cara menjaga kebersihan tangan dan pernapasan serta menjaga higiene makanan di pasar.


///3. Saran WHO Mencegah Virus Corona

WHO mengingatkan bahwa perlu menyebarluaskan informasi ke masyarakat berupa prinsip-prinsip dasar untuk mengurangi risiko penularan virus yang menyebabkan infeksi pernapasan akut tsb., yaitu:

*Menghindari kontak fisik dekat dengan orang yang menderita infeksi pernapasan akut;

*Sering mencuci tangan, terutama setelah kontak langsung dengan orang yang sakit atau lingkungan mereka;

*Menghindari kontak langsung tanpa perlindungan dengan hewan di peternakan atau hewan liar;

*Orang dengan gejala infeksi pernapasan akut harus berlatih etika batuk (menjaga jarak,

*menutupi batuk dan bersin dengan tisu atau pakaian sekali pakai, dan mencuci tangan);

Dalam fasilitas pelayanan kesehatan, tingkatkan praktik pencegahan dan pengendalian infeksi standar di rumah sakit, terutama di unit gawat darurat (Bahan-bahan dari: WHO dan sumber-sumber lain). (@)

Sumber Tagar.id

Virus Corona, Menkes Pastikan Kondisi 243 WNI Sehat

By On Januari 28, 2020

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto usai melakukan pertemuan dengan pelaku industri farmasi dan alat kesehatan di Kementerian Kesehatan Jakarta, Senin, 25 November 2019. (Foto: Antara/Aditya Ramadhan)


Kabar24Jam.Com
Selasa28/01/2020
Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto memastikan 243 warga negara Indonesia (WNI) di Kota Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, China dalam kondisi sehat. 

"Mereka berada di pusat kejadiannya di Wuhan, mereka semua sehat," ucapnya dalam rakor membahas upaya pencegahan virus corona di Indonesia, di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin, 27 Januari 2020.

Terawan mengatakan kesehatan masyarakat Indonesia dalam kondisi baik karena daya tahun tubuh cukup tinggi. Hal ini membuat virus tidak mudah terkontak langsung dengan WNI di sana. 

"Mereka sehat itu artinya tidak semua orang bisa terkontak begitu saja. Saya malah menjadi senang itu bukti bahwa mereka  tetap sehat, di tengah yang lain sakit kita tetap sehat, ini menunjukkan imunitas orang-orang indonesia ini memang baik," jelas dia.

Menkes berharap masyarakat untuk tetap tenang dan menghimbau agar masyarakat menjaga imunitas masing-masing. “Saya ingin mengimbau ke masyarakat untuk menjaga hidup sehat agar imunitasnya dapat terjaga dengan baik,” kata Terawan.


///Belum ada larangan wisatawan asal China masuk ke Indonesia kecuali dari Kota Wuhan.

Terawan juga memastikan saat ini pemerintah Indonesia bertanggungjawab penuh untuk mengantisipasi masuknya Novel Coronavirus (2019-nCov) atau virus corona baru ke Indonesia. 

Pemerintah China sendiri bertangung jawab untuk memastikan orang yang keluar dan masuk ke negaranya dalam kondisi sehat.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama mengungkapkan, belum ada kebijakan pelarangan wisatawan asal China masuk ke Indonesia kecuali dari Kota Wuhan.

“Kementerian Luar Negeri secara umum mengeluarkan status (travel advice) kuning di China untuk memperingatkan para WNI yang akan pergi ke China. Tapi untuk Wuhan itu statusnya merah atau dilarang, ” katanya seperti dikutip dari laman dephub.go.id.


///Yang kami tutup adalah penerbangan dari Wuhan saja.

Sebagai informasi, terdapat tujuh kota di Indonesia yang terhubung dengan rute penerbangan ke kota-kota di China yaitu Jakarta, Denpasar, Manado, Batam, Semarang, Solo, dan Surabaya. 

Sedangkan untuk penerbangan ke Wuhan dari Indonesia adalah dari Denpasar dengan frekuensi empat kali penerbangan setiap minggu dengan kapasitas penumpang per minggu sebanyak 1.720 penumpang selama periode Winter 2019.

Hal sama juga dikatakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Menurutnya, hingga saat ini belum ada pelarangan penerbangan dari dan ke Kota di China, selain kota Wuhan. 

“Jadi yang kami tutup adalah penerbangan yang dari Wuhan saja, sementara dari kota di China lainnya belum ada pelarangan. Pertimbangannya belum ada pernyataan kebahayaan dari WHO,”katanya.

Namun demikian, menurut Budi, ada prosedur-prosedur tertentu yang diterapkan kepada penumpang dan awak pesawat dari penerbangan internasional , termasuk dari negeri China yang datang ke Indonesia.

Menhub juga telah meminta seluruh stakeholder transportasi untuk melakukan upaya-upaya antisipasi pencegahan masuknya Virus Corona ke Indonesia melalui bandara dan pelabuhan. 

Uapaya yang dilakukan yaitu melakukan pemantauan dan pemeriksaan penumpang dan kru yang lebih intensif untuk penerbangan internasional termasuk dari China, melakukan koordinasi intensif dengan kantor kesehatan pelabuhan (KKP) yang ada di bandara dan pelabuhan, dan meminta para petugas di bandara dan pelabuhan internasional menggunakan masker.

WHO: 1320 Orang Terjangkit Virus Corona di 10 Negara

By On Januari 28, 2020


Kabar24Jam.Com
Selasa28/01/2020
Jakarta - Penyebaran virus corona menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per 25 Januari 2020, sudah mencapai 1.320 kasus yang terjadi di 10 negara, termasuk di Amerika dan Prancis dan menyebar di beberapa negara Asia.

Berdasarkan laporan situasi terkini, penyebaran novel coronavirus (nCov) atau virus corona, sudah dinaikkan statusnya menjadi kejadian luar biasa (KLB). 

Dari total 1.320 kasus, sebanyak 1.297 orang terjangkit berada di China dan telah mengakibatkan 41 orang meninggal dunia karena terserang penyakit tersebut. 

Beberapa negara yang melaporkan ada manusia terdampak virus corona adalah Thailand sebanyak empat kasus, Jepang tiga kasus, Singapura tiga kasus, Australia tiga kasus, Prancis tiga kasus, Korea Selatan dua kasus, Vietnam dua kasus.

Kemudian di Hong Kong lima kasus, Macau dua kasus, dan Taipei tiga kasus, Amerika Serikat dua kasus, dan Nepal satu kasus.

Kasus penyakit ini melonjak 474 kejadian dibandingkan hari sebelumnya, dan jumlah kematian karena corona melonjak hampir dua kali lipat dari laporan per Jumat 24 Januari 2020, sebanyak 25 orang meninggal. 

Kasus virus corona di China terjadi di 20 provinsi, dan kabupaten-kota di luar Hong Kong, Macau, dan Taipei. Dari 1.287 kasus virus corona yang terjadi di China, sebanyak 237 penderitanya dilaporkan mengalami gangguan kesehatan yang sangat serius. 

Sebanyak 21 orang dari 23 penderita virus corona yang terjadi di luar China, memiliki riwayat bepergian ke Kota Wuhan di Provinsi Hubei, Tiongkok. 

Sementara, satu kasus virus corona yang terjadi di Australia memiliki riwayat kontak langsung dengan orang yang positif terinfeksi virus corona di Wuhan saat berada di China.

Sedangkan satu orang yang positif terkena virus corona di Vietnam tidak memiliki riwayat bepergian ke China. 
Baca juga: WNA Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

Namun, orang yang dirahasiakan identitasnya itu sempat tinggal bersama anggota keluarga yang terjangkit penyakit tersebut setelah berkunjung ke Wuhan. 

Kasus tersebut merujuk bahwa penyakit virus corona ini dapat menular dari manusia ke manusia. 
WHO menyebut status risiko virus corona ini sangat berisiko tinggi untuk di wilayah China, berisiko tinggi untuk wilayah regional Asia, dan risiko sedang untuk skala global (@) 

Sumber Tagar.id

Kasus Dugaan Korupsi, TRB &TSS Madina, Tiga Terdakwa Kesenangan Dibebeskan Hakim

By On Januari 27, 2020


Kabar24Jam.Com
Senin 27/01/2020
Medan- Tiga terdakwa kasus dugaan korupsi Taman Raja Batu (TRB)
dan Tapian Siri-siri Syariah (TSS) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kesenangan di bebaskan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU)

Pasalnyan Majelis hakim diketuai Irwan Effendi menyatakan tidak dapat menerima penuntutan  terhadap tiga terdakwa kasus korupsi Taman Raja Batu (TRB) dan Tapian Siri-siri Syariah (TSS) di Kab. Mandailing Natal (Madina).

Adapun ķetiga terdakwa itu yakni Plt.Kadis Perkim Kab. Madina  Rahmadsyah Lubis, Khairul Akhyar Rangkuti dan Edy Djunaedi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). 

Hakim menyatakan penuntutan jaksa terhadap ketiga terdakwa tidak dapat diterima karena pengajuan berkas perkara para terdakwa dianggap prematur.

"Seharusnya sebelum berkas dlimpahkan, terlebih dahulu ada kajian apakah diperbolehkan atau tidak membangun di aliran sungai Aek Singolot. Ini kan tidak ada," kata Hakim Irwan Effendi usai sidang, Senin (27/1).

Atas tidak diterimanya penuntutan, hakim Irwan Effendi juga memerintahkan agar para terdakwa segera dikeluarkan dari tahanan. Amar putusan hakim Irwan Effendi senada denga hakim anggota Mian Munthe.

Namun berbeda dengan hakim anggota Deni Iskandar. Ia berpendapat, dalam kasus korupsi TRB dan TSS telah terjadi penyelewengan kewenangan yang dilakukan ketiga terdakwa.

Sementara pantauan awak media. 
mendeñgar Majelis Hakim memerintahkan agar para terdakwa segera dikeluarkan dari tahanan, spontan ketiga terdakwa kesenangan dan ketiganya langsung menyalami ketiga majelis hakim sembari menyampaikan rasa terima kasih. “Terimakasih Pak Hakim,” kata ketiga terdakwa secara bergantian menyalami majelis hakim.

Sebelumnya,  Jaksa penuntut umum (JPU) Polim Siregar menuntut Plt. Kepala Dinas (Kadis) Perkim Kab. Madina Rahmadsyah Lubis, dengan hukuman 2 tahun penjara. Ia dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam pengerjaan proyek objek wisata TRB dan TSS di Kab. Madina.

Selain pidana penjara, terdakwa Rahmadsyah Lubis,  juga dibebankan denda sebesar Rp50 juta subsider 6 bulan kurungan. Sementara dua terdakwa lain, Khairul Akhyar Rangkuti dan Edy Djunaedi dituntut jaksa masing-masing dengan hukuman 1 tahun dan 6 bulan penjara dan denda masing-masing Rp50 juta subsider 6 bulan kurungan. 

Perbuatan terdakwa diancam pidana Pasal 3 jo Pasal 18 dari Undang-undang No 31 Tahun 1999 jo. Undang-undang No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-undang No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Para terdakwa, dinilai telah menyalahgunakan kewenangan, sehingga menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp1,6 miliar lebih dalam proyek pembangunan kedua obyek wisata yang bersumber dari APBD tahun 2017 tersebut. (Red)

Gunakan Ganja, Rambo Terdiam Tak Bisa Berkilah Dijadikan Tersangka Kasus Narkoba

By On Januari 27, 2020


Kabar24Jam.Com
Senin27/01/2020
Medan- Rahman Setia als Rambo (26) 
warga Jalan  Garu II B Gang, Jagung Kelurahan Harjosari I Kecamatan, Medan Amplas terdiam dan tak bisa berkilah setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian Sektor Patumbak terkait penggunaan narkotika jenis daun ganja kering. 

"Tersangka sudah kita lakukan tes urin diketahui hasilnyan positif menggunakan narkoba jenis daun ganja kering," kata Kapolsek Patumbak Kompol Arfin Fachreza SH SIK, melalui Kanit Reskrim Kanit Reskrim Iptu Manurung SH, di dampingi Panit Reskrim Ipda Darman Lumba Raja Senin (27/01) sore, 

Disebutkanya penangkapan tersangka berawal dari adanya informasi masyarakat tentang adanya pengedar narkoba jenis ganja di salah satu rumah di Jalan. Garu II B Gang Jagung Kelurahan Harjosari I Kecamatan Medan Amplas,Rabu (22/01) sekira Jam 11.45 Wib

Kemudian kata Gindo, Tim Opsnal dipimpin Kanit Reskrim Iptu Gindo Manurung, SH di dampingi Panit Ipda Darman Lumban Raja, SH melakukan penyelidikan dan langsung turun ke lokasi dan selanjutnya melakukan penggeledahan, di dalam kamar tersangka

"Dari hasil penggeledahan, diatas meja TV di dalam kamar tersangka kita temukan satu bungkus plastik bening daun ganja, kemudian setelah diinterogasi pelaku mengakui barang tersebut miliknya dan akan digunakan sendiri "sebut Gindo 

Selanjutnya untuk mempertanggung jawabkan perbuatanmyan tersangka dan barang bukti  diboyong ke komando untuk dilakukan pemeriksaan lebih selanjut.

"Tersangka tindak pidana 
narkotika jenis daun ganja kering 
ini kita persangkakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 yo 111 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,"tandas Gindo.(Red)

Air Mata Penyesalan Kurir Sabu Jalan Garu I Medan Amplas Ketika Ditangkap Polisi

By On Januari 27, 2020


Kabar24Jam.Com
Senin27/01/2020
Medan- Khusairi Matondang meringis di lantai ruang penyedik Mapolsek Patumbak, sambil menitikkan air mata. Sesekali, pemuda (29) tahun ini yang terlibat peredaran narkoba jenis sabu memegang kepala akibat menyesali perbuatannya.

Matondang, warga Jalan Garu I Gang Cempedak No72 Kelurahan Harjosari I Kematan, Medan Amplas ini, awalnya saat diciduk Tim Reskrim Polsek Patumbak mau berkilah karna takut menjadi penghuni baru sel Mapolsek Patumbak

Namun tak lama kemudian, Matondang terlihat melunak. Dia menyebut kalau barang haram itu miliknya untuk dijual kembali dan belinya kepada seseorang bandar bernama Rambo,

"Tersangka akhirnya ngomong dan mengakui satu plastik bening ukuran sedang berisi Narkoba jenis sabu yang ditemukan digenggaman tangan kirinya,"sebut Kanit Reskrim Iptu Gindo Manurung, SH didampingi Panit Ipda Darman Lumban Raja, SH pada Wartawan  Senin (27/01) sore

Lebih lanjut Gindo menuturkan kronologi penangkapan tersangka, yang berawal pada Rabu (22/01) sekitar pukul 11.00 wib dimana pihaknya ada mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya seorang laki-laki sebagai kurir narkoba jenis sabu-sabu, di Jalan Garu II B Gang Jagung Kelurahan Harjosari 1 Kecamatan Medan Amplas

Mendapat informasi tersebut kemudian tim Tim Opsnal dipimpin Kanit Reskrim Iptu Gindo Manurung, SH bersama Panit Ipda Darman Lumban Raja, SH melakukan penyelidikan dan langsung cek ke tempat kejadian perkara (TKP)

Dikatakan Gindo, dari pantauan
ditempat kejadian perkara (TKP) pihaknya melihat seorang laki-laki sesuai dengan ciri-ciri yang maksud, lalu tim melakukan penangkapan setelah penggeledahan badan dari genggaman tangan kiri
tersangka di temukan narkoba
jenis sabu.

"Untuk mempertang jawabkan perbuatannya, tersangka dan barang bukti diboyong ke komando guna proses penyidikan lebih lanjut, dan tersangka diganjar melanggar Pasal 114 yo 112 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,"
pungkasnya.

Terpisah, Khusairi Matondang menceritakan, awal dirinya tergiur menjadi kurir narkoba karena kesulitan ekonomi. Dia berjanji tak ingin mengulang peruntungan hingga akhirnya tergiur dengan upah besar

Dikatakannya, ia nekat menjadi kurir sabu karna berharapan punya uang banyak dan terlepas dari kesulitan ekonomi

"Karena kesulitan ekonomo, saya terpaksa jadi kurir sabu. Ini pelajaran besar pastinya saya menyesal lah bang," ucap Khusairi Matondang dengan suara parau menahan tangis.(Red)

Satres Narkoba Polres Pelabuhan Belawan Bekuk Shabu di Medan Utara

By On Januari 27, 2020


Belawan.Kabar24jam.com, SatNarkoba Polres Pelabuhan Belawan bersungguh - sungguh menumpas segala bentuk peredaran dan penyalahgunaan narkoba, akhirnya terjawab juga.

Terbukti, M.Faisal, (34) warga Jalan Platina VII B No. 21 Lingkungan XI Kelurahan Titi Papan Kecamatan Medan Deli berhasil diringkus personil Satres Narkoba Polres Pelabuhan Belawan.

Informasi diterima kru Job jurnalis Online bersatu dari keterangan tertulis Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Belawan AKP Juriadi Sembiring,SH via WhatsApp menerangkan penangkapan pelaku merupakan hasil pengungkapan kasus Narkotika jenis sabu - sabu oleh Satres Narkoba Polres Pelabuhan Belawan.

Masih menurut mantan Kasat Resnarkoba polres Deli Serdang itu, pelaku berhasil ditangkap saat berada di jalan Platina VII C, Lingkungan II, Kelurahan Titi Papan Kecamatan Medan Deli, Kamis (23/1/2020) sekira pukul 11.00 Wib.


        Sejumlah barang bukti narkoba yang berhasil disita petugas Satres Narkoba dari tangan pelaku (foto,Ist)


Lanjutnya, selain berhasil menangkap pelaku, petugas Satres Narkoba juga berhasil menyita sejumlah barang bukti dari tangan pelaku berupa 9 paket sabu - sabu dengan berat bruto 2.3 gram,12 plastik klip kosong, 1 buah sekop, 1 hp Nokia hitam.

Lebih kongkrit Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Belawan menerangkan kronologis awal penangkapan pelaku pada hari Kamis, 23 Januaru 2020 sekira pukul 11.00 Wib personil Satres Narkoba Polres Pelabuhan Belawan melakukan penyamaran dengan melakukan transaksi kepada pelaku Faisal.

"Setelah barang bukti jenis sabu - sabu terlihat dari tangan pelaku, petugas langsung mengamankan pelaku, dan melakukan pengeledahan badan. Berikutnya, ditemukan barang bukti jenis sabu - sabu sebanyak 9 paket yang didapat dari kantong celana pelaku sebelah kanan bagian depan," imbuhnya.

Sesaat kemudian, petugas melakukan introgasi awal dan pelaku mengakui kepemilikan barang bukti tersebut yang di perolehnya dari seorang laki - laki berinisial A.

Terakhir perwira dengan tiga balok emas itu menjelaskan, selanjutnya petugas Satres Narkoba Polres Pelabuhan Belawan melakukan pengembangan namun belum berhasil mengungkap jaringan narkoba yang dilakoni pelaku Faisal.

"Akhirnya, pelaku M Faisal dan barang bukti dibawa ke Satres Narkoba Polres Pelabuhan guna proses lanjut," tutup AKP Juriadi dalam keterangan tertulisnya.

(Red/Wilmar)

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP.DR.R.Dayan SH.MH Paparkan 4 Kasus Curat dan Curanmor

By On Januari 27, 2020

Belawan.Kabar24jam.com – Dalam sepekan ini jajaran Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan dan.Polsek Medan Labuhan dipimpin Kapolres AKBP.DR.R.Dayan SH.MH berhasil empat kasus besar dalam tindak pidana pencurian dengan alat (Curat ) dan Pencurian kenderaan bermotor (Curanmor) dengan 8 tersangka.

Keberhasilan.p3ngungkapan kasus ini dipaparkan Kapolres Pelabuhan Belawan didampingi Kasat Reskrim AKP.Jerico Lavian Chandra SH dan Kapolsek Medan Labuhan AKP.Edy Safari SH di Aula Mapolres Pelabuhan Belawan Senin (27/01/2020).

Kapolres memaparkan, dari pengungkapan empat kasus tersebut yakni 1 kasus Curanmor dan 3 kasus Curat yakni bajing loncat dan penbobolan rumah, dari seluruh kasus ada 8 tersangka yang diamankan.

Adapun barang bukti yang diamankan petugas yakni 1 kunci T, 1 kunci L, 1 pisau, 1 besi panjang, 2 helm, 1 unut sepeda motor Yamaha Mio J tanpa plat, 1 unit sepeda motor yamaha tanpa No.polisi, 1 pipa besi, 1 besi H, 1 besi siku dan 1 unit mesin cuci.

“Dari seluruh pengungkapan kasus itu ada 23 laporan polisi,” terang Kapolres Pelabuhan Belawan pada awak media.

Lebih lanjut disampaikan, kedelapan tersangka yang ditangkap polisi diantaranya ada yang terpaksa ditembak kakinya karena mengancam jiwa petugas masing- masing Edi Agus Susanto alias Jontor (E AS alias J) (22) warga jln.Marelan pasar 7 pasar 1 tenggah Gg.Rasmi Kel.Tanah600 Kec.Medan Marelan, Mhd.Effendi alias Fendi (31) warga Lik.33 Kebun Rambung Kel Rengas Pulau Marelan.Kedua tersangka kasus 363 KUHP ini sudah ada 20 kali melakukan pencurian sepeda motor.

Kasus Curanmor juga dengan tersangka Mhd.Ali Syahputra (37) warga Komplek Pelindo Jln.Pulau Seribu Kel.Pekan Labuhan Kec.MedanLabuhan sedangkan seorang tersangka atasnama Syafrizal Effendi (32) warga jalan Yosudarao Simpang KIM Kel.Mabar Kec.Medan Deli merupakan tersangka kasus Curat bajing loncat.

Sementara 4 tersangka lainnya yakni kasus Curat pencurian dalam rumah dengan barang bukti 1 unit mesin cuci masing – masing Amdani Pulungan alias Dani (35) warga jalan.Marelan Raya Pasar 3 Barat Lk 12.Kel.Rengas Pulau Kec.Medan Marelan.

Tersangka kedua yakniEko Purwanto alias JM (29) warga jln.Marelan Raya Pasar 3 barat Lik.12 Kel.Rengas Pulau Kec.Medan Marelan, Sosialis Sembiring (31) warga Lik.33 Kebun Rambung Kel.Rengas Pulau Kec.Medan Marelan dan Mhd.Rialdi Andian alias Andi Eem warga Marelan Raya Pasar 3 barat Kel.Rengas Pulau Marelan.

(Red/Wilmar)

Terkait Plank Pakir, Kapolres Batubara Ajak Masyarakat Kerukunan Umat Beragama

By On Januari 27, 2020

Batubara.Matalensa.co.id - Terkait polemik plang parkir di areal mesjid Jamik AL Ridho yang di klaim oleh orang tak di kenal, Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis SH. MH langsung turun ke lapangan dan mengajak kenajiran mesjid Jamik Al. Ridho untuk turut membenahi dan mengambil solusi terbaik terkait kerukunan umat beragama. Senin (27/1/2020).

Dengan berkordinasi dengan muspika daerah dan para kenajiran mesjid Jamik Al. Ridho, Kapolres Batubara AKBP Ikhwan SH.MH mengajak perwakilan dari kenajiran mesjid Jamik Al. Ridho, Kemenag, Kasat Intel, dan perwakilan dari Gereja HKBP Lima Puluh Kota untuk membenahinya agar tidak ada lagi polemik sarah di wilayah hukumnya terkait isu plang Farkir yang beredar di media sosial (Medsos) belakangan ini.

Kapolres Batu bara AKBP Ikhwan Lubis SH.MH mengatakan, agar kita saling menghormati antar umat beragama, dengan masalah kecil ini jangan lah kita jadikan selisih paham dan agar tidak di besar besarkan seperti membuat stagment yang membuat kerukunan beragama kita di Kabupaten Batubara ini menjadi viral dan membesar.

Semua bisa kita selesaikan dengan adanya kordinasi dengan pihak pihak terkait yang berhubungan dengan person masyarakat yang ada. Kami akan berusaha melakukan yang terbaik untuk masyarakat agar dapat beribadah dengan rasa aman dan nyaman. Bebernya.

Sambungnya, terkait plang parkir yang berbahasa parkir khusus Muslim akan kita ganti dengan bahasa yang lebih santun dan lebih bersahabat antar kerukunan umat beragama. Untuk tidak menjadi polemik antar umat beragama. Terangnya.

Ikhwan menambahkan, sudah cukup lama kerukunan umat beragama yang ada di wilayah Kabupaten Batubara ini terjalin, bahkan area rumah ibadah yang ada tampak berdampingan atau bertetangga satu sama lain. Jadi, saya berharap agar jangan lah memprovokasi keadaan yang menjadikan keretakan atau kegaduhan di media sosial karena selama ini Kab. Batubara sangat erat persaudaraannya, baik itu suku etnis dan agamanya. Tandasnya.

(Red/Wilmar)

Johny Indo Wafat di usia 72 Tahun, Telah Bertobat, Jauhi dari Perilaku Pachinko

By On Januari 27, 2020

                

Kabar 24Jam.Com
Senin 27/01/2020
Jakarta - Kabar duka datang dari Johny Indo. Artis Indonesia yang dahulu tersohor lantaran tergabung dalam kelompok perampok toko emas Pachinko (Pasukan China Kota) di era-70an ini wafat di usia 72 tahun.

Berita duka itu diuarakan cucu Johny Indo, Santa. Pria bernama Johanes Hubertus Eijkenboom itu meninggal Minggu pagi 26 Januari 2020. "Meninggal pada hari ini pukul 07.42," kata Santa kepada Tagar pada Minggu, 26 Januari 2020.

Johny Indo menghembuskan napas terakhir setelah bertobat dan mengalami sakit-sakitan di usia senja. Setelah operasi hernia, sosok yang pindah agama ke Islam dan memiliki nama Umar Billah ini memiliki kondisi kesehatan tidak stabil.

"Sempat sakit-sakit dan menjalani operasi hernia, dari situ enggak bisa bangun sakit," katanya.

Masa lalu Johny Indo kelam. Dia bersama Pachinko sempat melakukan perampokan toko emas berkali-kali. Yang tersohor, ketika merampok toko emas pada siang bolong di Cikini, Jakarta Pusat, pada 1979.

Namun, yang menjadi catatan. Setelah melakukan perampokan Johny Indo tak hanya menikmati hasil curian bersama kelompoknya. Dia membagikan sejumlah hasilnya kepada masyarakat tak mampu. 

Sebab itu dia mengantongi julukan Robon Hood Indonesia kala itu.
Menjadi orang paling dicari polisi karena aksinya, Johny Indo akhirnya ditangkap setelah kelompoknya Pachinko dibekuk. 

Atas perilakunya dia dijatuhi hukuman 14 tahun penjara di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Tiga bulan di pesakitan, Johny Indo dan kelompoknya yang berjumlah 34 orang lari dari penjara. Namun, pelariannya itu tak bertahan lama. Selama 13 hari hidup tak menentu, Johny Indo dan kelompoknya diringkus kembali.

Di era 80-an akhir, Johny Indo yang mulai bangkit dari jurang hitam diajak main film. Sejumlah film pernah diperankannya, salah satunya ketika membintangi dirinya sendiri dalam film yang mengisahkan kejahatannya.

Di akhir hidupnya, Johny Indo bertaubat. Dia menjadi mualaf dan berkepribadian santun serta lembut. Kesibukannya diisi dengan dakwah jauh dari perilaku ketika di Pachinko. 

Dalam beberapa dakwahnya, dia menceritakan kisahnya kepada masyarakat agar tidak ikut terjerumus dalam dunia hitam.(Red) 

Sumber Tagar.id

"Satu Pipet" Dengan Pacar, Nenek Muda Nangis Divonis 4 Tahun 6 Bulan Penjara

By On Januari 27, 2020


Kabar 24 Jam.Com
Senin 27/01/2020
Medan- Rusdiana (40), Warga Jalan Delitua Gang Tanjung, Kota Medan ini menangis tak henti dihadapan majelis hakim untuk meminta keringanan putusan hukuman yang dijatuhi kepada dirinya. 

Pasalnya Mejelis Hakim PN Medan memvonis seorang nenek muda ini dengan hukuman 4 tahun 6 bulan penjara dengan denda Rp800 juta dan subsider 3 bulan kurungan, karna terbukti menggunakan narkotika jenis sabu dengan pacarnya satu pipit di kos-kosan. 

"Pak Hakim, tolonglah saya. Saya ini janda, memliki cucu," pinta Rusdiana pada Majelis Hakim sambil menangis. 

Mendengar permohonan dari Rusdiana dan tangisannya, Hakim Ketua Sapril Batubara menanggapinya dengan celotehan lucu.

"Janganlah menangis, ga sanggup saya melihat orang menangis, nanti saya bisa menangis juga," canda hakim. 

Majelis juga mengingatkan kepada terdakwa untuk tidak menggunakan narkoba lagi karena sudah memiliki cucu. 

"Kaukan yang nenek-nenek yang makai sabu sama pacarmu di Kos-kosan itukan. Kau itu udah nenek-nenek, ga malu kau di lihat cucumu? Wedok kok nyabu," tutur Hakim. 

Sebelumnya, Rusdina tertangkap basah saat menggunakan sabu dengan sang pacar (Bandi) di kos-kosan milik Rusdiana, di Jalan Krakatau Gang Mandor, Gelugur Kecamatan Medan Timur. 

Ia didapati sedang menggunakan sabu, dengan alat bukti satu buah botol minyak angin, dan pipet plastik yang tertancap diatasnya. Terdapat empat bungkus sabu yang siap edar yang masing-masing plastik berisi 0,98 gram. 

Dari keterangan, Rusdiana juga mengaku selain mengkonsumsi, Ia dan pacarnya juga mengedarkan barang haram tersebut. 

"Ia pak Hakim, bandi hendak mengedarkan bingkisan tersebut," ujarnya. 

Diketahui, putusan majelis hakim lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum, yang menuntut Rusdina dengan kurungan 5 Tahun penjara dengan denda Rp800 Juta dan subsider 3 bulan kurungan. 

Namun, Hakim Ketua Sapril Batubara hanya memberikan hukuman 4 Tahun 6 bulan dengan denda Rp800 juta dan subsider 3 bulan kurungan. 

"Terdakwa Rusdiana dihukum selama 4 Tahun 6 bulan penjara dengan denda denda Rp800 juta dan subsider 3 bulan kurungan," ucap Hakim.

Majelis Hakim berpendapat bahwa terdakwa telah melanggar Pasal 112 ayat 1 Jo Pasal 132 1 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 

Usai pembacaan putusan, terdakwa pun menerima putusan yang diberikan hakim dan menyatakan menyesal dengan perbuatan.

"Saya menyesal pak hakim dan saya berjanji tidak mengulanginya lagi," katanya. 

Setelah mendengar penyesalan itu, Hakim Ketua menutup persidangan dengan ketukan palu.(Red)

Ditipu Kenalan di Facebook, Janda Anak 4 Asal Hamparan Perak Nangis Kehilangan Motor

By On Januari 27, 2020


Kabar 24Jam.Com
Senin 27/01/2020
Medan- Nasib sial dialami Erlina Susander (42) warga Komp Perumahan Yuki Haparan Perak Deli Serdang.Janda anak empat telah bercerai 8 bulan ini menangis dan linglung menjadi korban penipuan oleh teman lelakinya, yang baru 15 hari kenalan di Facebook.

Korban kehilangan motot
Yamaha Vino warna merah setelah
dibawa kabur oleh teman lelakinya bernama Merianto (42) yang mengaku warga Perbaungan Serdang Bedagai yang diduga sudah terencanakan. Kejadian tersebut terjadi di depan SPBU Jalan SM.Raja Amplas, Sabtu (25/01) sekira Jam 21.00 Wib

Dikatakannya, saat meraka jalan-jalan memang yang bawa kereta itu taman laki-lakinya, takut ada polisi pelaku minta agar STNK dia yang pengang. Tapi setalah malam tiba teman laki-lakinya minta di antarkan ke Amplas tepatnya SPBU

"Saat itu saya dan dia  baru habis jalan-jalan, dia minta antar mau pulang ke Perbaungan, sebelum pisah kami singgah di SPBU, saat itu saya mau cucu muka di kamar mandi SPBU tersebut,"ujar Lina

Tapi setelah selesai cucu muka dan keluar dari kamar mandi, teman laki-lakinya bersama kereta korban sudah tidak ada lagi. Setelah ditunggu-tunggu ternyata pelaku tidak kembali lagi, dan hape serta WAnya sudah tidak aktif lagi.

Lina mengaku, bahwa dirinya kenalan di Facebook baru 15 hari yang lalu. Setelah berkenalan pelaku pun meminta jumpa, dan pelaku pun datang kerumah korban, selanjutnya hubungan keduanyapun berlanjut. Hingga akhirnya motor Linapun raib di larikan teman laki-laki itu.

Lina menjelaskan, pelaku kenalan di Facebook  menggunakan akun dengan nama Merianto, dan mengaku orang Perbaungan.

“Kita pun sering berkomunikasi via FB dan Whatsapp hingga dia menawarkan untuk menikah, dan menyuruh mengurus surat cerai dan mantan suami saya.Hingga hari ini (Sabtu.red) saya ketemu dengan dia, namun ternyata dia malah membawa motor milik saya," tuturnya.

Ditanya ciri-ciri  pelaku  yang 
membawa kendaraannya itu, Lina malah menangis tak mau menjawab dan begitu juga saat ditanya nomor plat Nopol (BK) keretanya Lina hanya mengeleng gelengkan kepalanya sembari menangis lagi.

Sementara informasi diperoleh kalau Lina Jam 21.00 telah terduduk  lemas tak tau mau kemana di salah satu mini market Amplas.Untung ada Warga yang melihat peristiwa tersebut merasa kasihan, kemudian oleh warga korban penipuan ini diajak ke Polsek Patumbak untuk mengadukan nasibnya.

Laporan korban telah kita terima, namun lebih lanjutnya kita minta korban datang lagi membawa bukti kepemilikan kenderaannya yang dilarikan teman laki-lakinya itu,"kata petugas Sentra Pelayanan Polisi (SPK) Polsek Patumbak.(Red)

Miris! Puluhan OTK Serang Rumah Boru Lubis di Jalan Alfalah Suka Maju Medan Johor.

By On Januari 27, 2020


Kabar 24 Jam.Com
Senin 27/01/2020
Medan- Puluhan orang tak dikenal (OTK) menyerang sebuah rumah milik
Sahara Boru Lubis (52) di Jalan alfalah No.58 Kelurahan Suka Maju Kec Medan Johor tepatmya di depan Mesjid Al.Ma'sum Medan Minggu (26/01) sekira Jam 02.00 Wib

Pantauan dilokasi terlihat,
suasana tegang serta ketakutan
masih menyelimuti penghuni rumah
mewah itu. Peristiwa penyerangan tersebut diketahui pemilik rumah sekitar  Jam 02.00 Wib

Penyerangan oleh orang tidak kenal (OTK) membuat sejumlah kaca rumah pada bagian depan dan samping kiri pecah dan hancur berantakan akibat lemparan benda keras

Tak hanya itu di lokasi kejadian juga  terlihat gembok pagar patah,pintu pagar terbuat dari besi terbuka lebar  batu-batu koral dan pecahan kaca berserekan, baik diluar maupun di dalam rumah.

Sementara personil polisi dari Polsek Patumbak di Pimpin Kanit Reskrim Iptu Gindo Manurung SH yang mendapat informasi langsung meluncur kelokasi kejadian perkara (TKP), dan hal ini membuat penghuni rumah itu terlihat lega.

"Ibu tenang dan ibu bersama keluarga sudah aman. Jangan takut lagi, walaupun kejadian ini di wilayah hukum Polsek Delitua, tapi karna kami dari Polsek Patumbak dekat kelokasi rumah ibu, maka kami yang diluan sampai dan sebentara lagi personil dari Polsek Delitua akan datang,"ujar Gindo menjelaskan kepada pemilik rumah yang terlihat masih shock.

Tak lama berselang beberapa orang pria datang, satu diantaranya memakai baju kaos putih memegang Hate yang belakangan di ketahui Kanit Ranmor Polrestabes Medan, berikutnya personil Polsek Delitua, dan Poldasu juga datang kelokasi kejadian langsung melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP).

Informasi dihimpun kru Media ini,
menyebutkan penyerangan itu terjadi
ketika pemilik rumah sedang terlelap tidur di dalam kamarnya masing-masing dan terbangun setelah mendengar suara kaca pecah.

Hanan (30) salah seoran anak pemilik rumah ketika di wawancarai kru Media ini mengatakan, kejadian penyerangan itu yang sangat menakutkan seisi rumah dan kejadian itu benar-benar mencekam

"Mendengar ada suara kaca pecah dan berisik suara orang, Saya sempat keluar kamar untuk melihat apa yang terjadi, namun dikarnakan takut terluka Hanan kembali kedalam kamarnya,"ujar Hanan ibu dua anak yang mengaku takut dan shock

Dikatakannya kalau dirinya melihat kaca berpecahan akibat dilempar,  tak hanya itu Hanan juga melihat kalau para peluku masuk sambil melempari kaca dengan batu.

Masih kata Hanan menjelaskan, para laku ada yang depan dan ada juga di samping dan sebagian di pinggir jalan, melihat hal itu Hanan memutuskan untuk kembali masuk kedalam kamar.

Bahkan katanya lagi, kalau ia dan ibunya serta dua adiknya mendengar suara kaki berjalan sambil berbisik-bisik disamping sembari menarik-narik jendela kamarnya.

"Kejadian itu sangat menakutkan. Apa lagi kami di dalam rumah semuanya prempuan, cuma empat orang kami dirumah. Saya, ibu dan dua adik perempun saya, serta dua orang anak saya yang masih kecil,"
jelas Hanan yang wajahnya tampak masih kalut dan shock karna ketakutan.

Hanan menambahkan, sepintas ia melihat kalau para OTK yang datang mengenderai kereta, sebelum masuk kehalaman rumah, mereka terlebih dahulu merusak gembok pintu pagar, selanjutnya melempari kaca rumah hingga pecah diperkirakan masih berusia remaja. 

"Kayaknya yang saya lihat
sepintas dan mendengar
suara berbisik-bisik disamping
rumah sambil menarik-narik
jendela OTK yang menyerang
dan menghancurkan kaca-kaca
ini diperkirakan mereka masih
berusia remaja,"sebut Hanan menambahkan.

Tapi setelah mereka mendengar suara tangisan anaknya para OTK langsung pergi menuju Jalan Simpang STM, sedangkan sebelum anaknya nangis, ia dan ibunya serta kedua adiknya tidak berani bersuara.

"Mereka langsung pergi meninggalkan rumah ini menuju Jalan Simpang STM, setelah anak saya menangis,"beber Hanan heran.

Ditanya apa penyebab rumahnya diserang para OTK, Hanan mengaku tidak tau. Dan bahkan ketika kembali ditanya apakah keluarganya ada punya musuh atau masalah, Hanan juga menjawab, kalau keluarganya tidak pernah punya musuh baik itu kepada jiran tetangga maupun diluar. 

" Setahu saya keluarga kami tidak punya musuh, baik itu kepada jiran tetangga maupun diluar," ucapnya.

Sayangnya ketika saat akan ditanya lebih jauh lagi, Hanan keburu pergi meninggalkan awak media ini, dan terlihat Hanan memberi keterangan pada Polisi dan saat itu jarum jam telah menunjukkan angka 03.30 Wib.

Sementara dari kejadian ini Hanan dan Ibunya Sahara Boru Lubis belum mengetahui apa penyebab rumahnya di serang orang tak dikenal itu.

Sedangkan pantauan terakhir personil polisi terlihat sudah mengambil keterangan pemilik rumah. Sementara kanit Ranmor Polrestabes Medan mengatakan kalau dirinya malam itu lagi tugas pawas “Tadi kita tahu ada kejadian karna malam ini saya lagi pawas," bilangnya sembari bertanya dari mana dan setelah di jawab sang Kanit lalu tersenyum dan menganggukkan kepalanya (Red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *