HEADLINE NEWS

Hakordia 2019 sebagai Momentum yang tepat untuk Pemberantasan Korupsi

By On Desember 11, 2019

Jakarta.Kabar24jam.com.Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2019 sebagai momentum refleksi dalam ikhtiar pemberantasan korupsi
.
Momentum ini dipilih karena pada tahun ini banyak terjadi perubahan dan akan mempengaruhi pelaksanaan tugas KPK dalam pemberantasan korupsi
.
Serangkaian acara KPK gelar untuk merayakan Hakordia sekaligus untuk melakukan evaluasi dalam kerja KPK selama ini. Bertepatan dengan Hakordia, KPK mengundang seluruh pemangku kepentingan. Sebanyak 12 menteri, 15 kepala lembaga negara, dan 106 kepala daerah hadir dalam acara Hakordia 2019 di Gedung Merah Putih KPK. Selain itu hadir pula pimpnan BUMN/BUMD dan tokoh partai politik
.
“Hakordia harus jadi momentum penyadaran bahwa pemberantasan korupsi adalah kerja bersama. Selain itu, publik harus sadar bahaya rasuah menjadi persoalan krusial di negara kita. Korupsi kejahatan yang sistemik dan menjadi masalah serius bagi pembangunan di Indonesia karena menghambat mobilisasi dan alokasi sumber daya pembangunan,” ujar Wakil Presiden Ma’aruf Amin
.
Pernyataan Wakil Presiden sejalan dengan tema KPK dalam Hakordia 2019: “Bersama Melawan Korupsi Mewujudkan Indonesia Maju”. Artinya, perlawanan terhadap korupsi dan memajukan Indonesia tidak bisa dilakukan sendirian. Selamat Hari Antikorupsi!

(Red)

Banjir di Kecamatan Sitio-tio,Bupati Samosir sidak ke Lokasi

By On Desember 10, 2019

Samosir.Kabar24jam.com.PANGURURAN - Pasca Bencana Banjir Bandang yang terjadi di kecamatan Sitio-tio hari Senin 9/12/19 sekira pukul 02.00 Wib pagi dini hari.

Pemerintah Samosir langsung di pimpin Bupati Samosir yang didampingi OPD terkait, Camat Sitio-Tio, Kades Holbung, Selasa (10/12) meninjau banjir besar di Desa Holbung Kec. Sitio - Tio.  Pemerintah Kabupaten Samosir akan merehabiitasi sejumlah fasiitas umum yang terkena banjir serta akan menormalisasi sungai gok yang tersumbat oleh bebatuan dan material lainnya yang mengakibatkan air sungai meluap.

Bupati Samosir menghimbau kepada warga untuk tetap waspada terhadap bencana alam yang datangnya tidak terduga untuk menghindari korban jiwa.

(Red/ML)

Pertama dalam sejarah Mendagri kunker ke Pulau Nias

By On Desember 09, 2019

Nias.Matalensa.co.id - Pertama kalinya dalam sejarah, Menteri Dalam Negeri melakukan kunjungan kerja ke Nias, Provinsi Sumatera Utara.

Menteri Dalam Negeri Prof. H.M. Tito Karnavian, Ph.D disambut Pemerintah Daerah, Forkopimda, dan Tokoh masyarakat se-Pulau Nias di Bandara Binaka Nias, Senin, (09/12/2019).

Tanpa menunggu lama, Mendagri langsung berdialog dan mendengarkan aspirasi dari masyarakat di Pulau Nias. Dalam kesempatan tersebut, Mendagri membangkitkan rasa optimisme masyarakat Nias untuk melakukan pembangunan dan mensejahterakan masyarakatnya. Terlebih, potensi SDA dan SDM Nias dinilainya mumpuni untuk dikembangkan menjadi sebuah wilayah yang lebih maju.

"Memang ada suara pesimisme tadi 'kami daerah tertinggal', jujur, saya sedih dengarnya. Masih banyak negara yang terbatas SDA-nya tapi mampu maju dan sejahtera, apalagi Nias yang SDA dan SDM nya mumpuni. Tinggal bagaimana mengelolanya," kata Mendagri.

Melihat potensi SDM tersebut, Mendagri menekankan adanya program-program pendidikan dan kesehatan yang dapat menyentuh langsung dan dapat dirasakan masyarakat ketimbang hanya formalitas sebuah program.

"Tolong diperhatikan anak-anak dan pemuda yang akan menjadi potensi bonus demografi untuk diperhatikan pendidikan formal maupun keterampilannya. Kalau buat program untuk Pendidikan dan Kesehatan, bukan hanya nomenklaturnya saja, tapi betul-betul dirasakan masyarakat," ujarnya.

Tak hanya itu, Mendagri juga meminta Pemda setempat melakukan penganggaran untuk pengembangan potensi wisata Pulau Nias.

"Kita minta juga kepada Pemda, tolong anggarkan selain pendidikan dan kesehatan, juga anggaran-anggaran untuk mengembangkan potensi alam, budaya dan kelautan ini. Ini harus masuk dalam anggaran, jangan sampai anggaran dalam APBD hanya fokus pada belanja pegawai saja sedangkan masyarakatnya tidak merasakan apa-apa," tukasnya.

Ia juga meminta kepala daerah untuk memiliki jiwa kewirausahaan untuk cekatan dan mampu memanfaatkan potensi yang dimiliki daerah sebagai sumber pendapatan daerah.

"Setiap kepala daerah harus memiliki entrepreneurship, kemampuan kewirausahaan, dia bisa menangkap peluang apa yang ada di wilayah itu dan bisa dikembangkan. Dia bisa menangkap sumber daya modal, dia permudah investasi masuk, mohon digenjot disitu (investasi), kami akan siap mendobrak untuk kepentingan Nias," ucap Mendagri.

Untuk melakukan pembangunan yang dapat dirasakan masyarakat, diperlukan kolaborasi antar seluruh stakeholder, utamanya untuk bersinergi menyatukan visi bersama dalam membangun Nias.

"Saya minta Bapak Bupati, tokoh masyarakat, bangun komunikasi dan kekompakkan, itu modal untuk mempercepat pembangunan," pungkasnya.

Puspen Kemendagri

(Red)

Kasus Penganiayaan Ibu Hamil Tak Kunjung P21  Kapolrestabes Diminta Evaluasi Kinerja Kanit Reskrim Polsek Helvetia

By On Desember 08, 2019


KABAR 24JAM-Korban penganiayaan, NM (30) malah dilaporkan balik oleh pasangan suami istri (pasutri) yakni seorang dosen berinisial BS (37) dan istrinya LS (35) yang sudah ditetapkan sebagai tersangka karena telah menganiaya korban. Bahkan walaupun korban sudah berjuang demi tegaknya hukum dari mulai membuat laporan, visum hingga menghadirkan 2 saksi dan mengikuti prosedur lainnya, akan tetapi hingga sekarang pasutri tersebut tak kunjung ditahan, kedua tersangka juga terkesan diistimewakan hanya sebatas wajib lapor saja ke Polsek Helvetia.

Untuk itu, korban meminta keadilan dalam kasus yang dialaminya. Apalagi, saat kedua tersangka meminta berdamai, korban sempat membuka pintu perdamaian. Namun, alangkah terkejutnya NM yang jelas sedang hamil dianiaya kedua tersangka malah dilaporkan balik ke Polrestabes Medan dengan tuduhan telah menganiaya tersangka.

Diketahui, korban akan dipanggil untuk dimintai keterangannya ke Gedung Sat Reskrim Polrestabes Medan, Senin (9/12) sebagai saksi dalam kasus yang dituduhkan kepadanya.

"Walaupun saya lagi hamil begini saya sebagai warga negara yang taat hukum siap hadir memberikan keterangan karena saya benar dan memang menjadi korban penganiayaan pasangan suami istri yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polsek Helvetia. Saya yang korban kenapa saya pula yang dilaporkan menganiaya mereka. Allah tidak tidur," tegas korban saat diwawancarai, Sabtu (7/12/2019).

Sementara itu, Sumantri yang merupakan suami korban meminta pihak kepolisian bersifat fair dengan slogan Polri yang promoter.

"Jadi saya  sudah cukup lama menunggu kasus ini oleh Polsek Helvetia untuk diproses dan saya juga sudah cukup lama menunggu kinerja dari Polsek tersebut," kata Sumantri, suami korban kepada wartawan, Sabtu (7/12).

Dikatakannya, dirinya memohon dan meminta kepada Kapoldasu Irjen Agus Andrianto melalui Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Dadang Hartanto untuk mengevaluasi kinerja Kanit Reskrim Polsek Helvetia Iptu Suyanto Usman karena kasus yang dialami istrinya sudah dilaporkan begitu lama dan sampai hari ini pun berkasnya belum dilimpahkan ke  kejaksaan.

"Kasus ini masih tergantung-gantung gitu dan belum ada kejelasannya. Saya berharap kepada Bapak Kapoldasu dan Bapak Kapolrestabes Medan untuk mengevaluasi kinerja Kanit Reskrim Polsek Helvetia, Iptu Suyanto Usman karena dinilai sangat lamban dalam menangani dan melimpahkan berkas kasus penganiayaan istri saya kepada pihak kejaksaan. Kasus ini masih mengambang, walaupun kedua pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan atas penilaian penyidik bahwa para pelakunya tidak dilakukan penahanan, saya harap kasus yang menimpa istri saya bisa dengan segera selesai hingga azas persamaan di mata hukum bisa dirasakan oleh masyarakat dan bisa diterapkan secara profesrsional dengan tidak berpihak kepada siapapun," harapnya.

"Saya percaya polisi akan bekerja dan menilai kasus yang ada dengan baik dan adil sehingga warga menjadi nyaman dengan meminta bantuan ke kepolisian
sesuai dengan keadilan yang diberikan kepada hak warga negara Indonesia," pintanya.

Masih kata Sumantri, saat dirinya meminta kejelasan SPDP dari penyidik yang menangani kasus, Bripda Olivia Manullang mengatakan berkas kasus tersebut sudah diserahkan ke kejaksaan.

"Penyidiknya bilang akan dilimpahkan ke JPU. Sudah saya kirim (ke JPU) judulnya belum limpah karena belum P21," kata suami korban menirukan ucapan penyidik yang saat itu ditelfonnya.

Saat disinggung apakah berkas tersebut masih P19, Bripda Olivia mengaku berkas belum sampai juga P19. Jangankan P21, P19 saja belum terselesaikam penyidik.

"Oh belum, P19 pun belum, (berkasnya) masih diteliti sama jaksanya. Berkasnya masih di kejaksaan masih diteliti," katanya.

Kemudian, ketika korban meminta identitas jaksa peneliti yang memeriksa berkas korban, Bripda Olivia tidak memberikannya karena mengaku tidak boleh sembarangan memberitahu identitas jaksa peneliti.

"Dia (penyidik) bilang ke saya nanti saya izin dulu sama jaksanya yah nggak bisa sembarangan, kalau dia nggak berkenan nggak boleh. Namanya saya kan bukan satu instansi dengan mereka (kejaksaan) jadi kami (polisi) saling menghargai," kata Sumantri mengulangi perkataan penyidik.

Sumantri juga mengaku heran kenapa istirnya yang menjadi korban tidak boleh mengetahui siapa jaksanya. Sementara penyidik terkesan memberikan 'angin surga' kepada korban. Sumantri mengatakan bahwa penyidik menjelaskan berkas kasus istrinya sudah seminggu yang lalu diserahkan ke kejaksaan, masuk melalui ke sekretariat lalu disposisi ke jaksa yang memeriksa, sampai di jaksa baru diteliti lagi.

"Kenapa lama sekali berkasnya dilimpahkan ? Kalau begini saya kecewa dengan kinerja Polsek Helvetia," ungkapnya.

Namun sampai sekarang berkas tersebut seakan jalan di tempat dengan berbagai alibi dari penyidik.

Menanggapi kinerja Polsek Helvetia dalam kasus ini membuat praktisi hukum Zulheri Sinaga angkat bicara. Dirinya mengatakan bahwa setiap orang berhak untuk melaporkan seseorang kalau memang diduga melakukan tindak pidana.

"Persoalannyakan sekarang penyidik harus fair. Logis nggak seorang ibu hamil yang usia kandungan pada saat kejadian sudah 5 bulan bisa menganiaya seorang pria dewasa dan seorang wanita dewasa secara bersamaan, kan agak lucu itu," katanya.

"Jangankan polisi sebagai penyidik, kita masyarakat awam saja menilai kejadian itu riskan sekali. Kita mendukung proses hukum bagi setiap warga negara karena setiap warga negara harus taat pada hukum karena Indonesia ini adalah negara hukum dan penegak hukum itu tidak boleh berat sebelah, tidak boleh ada keberpihakan dan harus independen," tegasnya.

Sebab, lanjut dikatakannya, polisi sebagai pelayan dan pelindung masyarakat, siapapun dia, polisi harus memberikan perlindungan hukum.

Dirinya juga terheran-heran dan seakan terkejut saat korban malah dilaporkan balik dituduh menganiaya kedua tersangka ke Polrestabes Medan. Menurutnya, kasus tersebut terasa ganjil dimana korban dianiaya pada 23 Oktober 2019 sekira pukul 19.00 Wib dan telah dilaporkan ke Polsek Helvetia di hari yang sama dengan bukti LP/760/X/2019/SU/ Polrestabes Medan/ Sek. Medan Helvetia. Sementara kedua tersangka baru melaporkan korban ke Polrestabes Medan dengan LP/2502/K/XI/2019/ SPKT Restabes Medan, tanggal 2 November 2019.

"Aduh, aku kalau Senin ini tak keluar kota, aku mau mendampingi korban. Geram kali aku kalau dengar kasus kayak gini. Udah jadi korban penganiayaan secara bersama-sama malah dilaporkan pula lagi (korban) ke Polrestabes Medan," ucapnya.

Zulheri juga menilai kalau kedua pasutri pelaku penganiayaan itu sudah ditetapkan sebagai tersangka harus segera ditangkap, lengkapi berkasnya dan segera mungkin limpahkan ke kejaksaan.

"Seseorang itu yang dijadikan tersangka dilakukan penahanan ada 3 alasan, alasan pertama apabila penyidik khawatir tersangka melarikan diri, yang kedua mengulangi perbuatannya dan yang ketiga menghilangkan barang bukti. Nah kalau orang hamil dianiaya, bukti sudah cukup namun tersangka tidak ditahan, saya pikir ini penyidiknya perlu dipertanyakan kredibilitasnya sebagai penyidik dan saya rasa perlu juga dievaluasi Kanit Reskrimnya, berarti kan tidak ada kontrol dia pada anak buahnya," katanya.

"Masa kasus begitu saja tak selesai-selesai. Kenapa tak kunjung P21 ? Saya rasa wajar saja bila Kapolrestabes Medan mengevaluasi kinerja Kanit Reskrimnya," pungkasnya.

Sebelumnya, pasangan suami istri BS dan LS tega menganiaya tetangganya sendiri hanya persoalan anjing menggonggong di Komplek Perumahan Mega Town House, Jl. Bakti Luhur, Medan Helvetia, Rabu (23/10) lalu. Dimana setelah korban dianiaya tersangka LS lalu datang suaminya BS malah ikut memukul dan membanting korban. (Red/737 )

Brigjen TNI Yulius Selvanus resmi jadi Danrem 181/PVT

By On Desember 07, 2019

Sorong.Kabar24jam.com Kasuari18-tniad.mil.id - Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Yulius Selvanus menempati pos jabatan baru sebagai Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 181/Praja Vira Tama (PVT) jajaran Komando Daerah Militer (Kodam) XVIII/Kasuari, menggantikan Brigjen TNI  Ignatius Yogo Triyono, M.A. yang akan menempati jabatan baru sebagai Wak├Čl Komandan (Wadan) Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) di Jakarta.

Serah terima jabatan kedua pejabat Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) itu digelar dalam suatu upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) pejabat Danrem 181/PVT, yang berlangsung pada Jumat (6/12/2019) di Markas Korem 181/PVT, Remu Utara, Distrik Sorong Kota, Provinsi Papua Barat.

Pergantian unsur pimpinan di lingkungan Kodam XVIII/Kasuari pada dasarnya adalah hal biasa dalam konteks manajemen organisasi modern. Hal tersebut mengacu kepada prinsip yang saling berkaitan, yaitu pengembangan personel dan organisasi. Dengan berdasarkan kedua prinsip tersebut, tentunya pelaksanaan serah terima jabatan tidak membuat kebijakan dan tugas pokok satuan menjadi berubah meskipun pimpinannya berganti.

Hal tersebut disampaikan oleh Panglima Kodam (Pangdam) XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau dalam amanatnya, saat bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) pada upacara  Sertijab Danrem 181/PVT.

Kepada pejabat Danrem 181/PVT yang baru, Brigjen TNI Yulius, Pangdam XVIII/Kasuari menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas di Kodam XVIII/Kasuari di wilayah Provinsi Papua Barat.

Pangdam XVIII/Kasuari berharap, Danrem mampu memelihara dan meningkatkan kemajuan yang telah dirintis dan dicapai oleh para pejabat Danrem sebelumnya.

"Kembangkan inovasi dan kreativitas dalam setiap tugas guna menemukan berbagai terobosan dalam menciptakan situasi wilayah yang aman dan kondusif, serta menjalin sinergitas dengan aparat terkait, baik dengan sesama TNI, Polri, maupun Pemerintah Daerah, yang pada akhirnya mampu memberikan kontribusi positif dalam rangka mendukung tugas pokok Kodam XVIII/Kasuari,” kata  Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau.

Kepada Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Koorcab Rem 181 PD XVIII/Kasuari, Pangdam berpesan agar membina dan membimbing ibu-ibu Persit KCK yang menjadi anggotanya, agar mereka tetap semangat, kompak, dan solid dalam mendukung tugas suami di Korem 181/PVT.

Tidak lupa, Pangdam juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Brigjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A., atas segala dedikasi, loyalitas, dan pengabdian tulus dan ikhlasnya selama memimpin para Prajurit Korem 181/PVT.

"Sekaligus saya ucapkan selamat bertugas dan sukses sebagai Wakil Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat," ujar Mayjen Joppye.

"Juga terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Ny. Natalia Yogo Triyono, yang telah dengan setia mendampingi suaminya selama menjalankan tugas di Korem 181/PVT, sekaligus membina ibu-ibu Persit Korem dengan sangat baik,” sambungnya.

Turut hadir dalam Sertijab Danrem 181/PVT tersebut, antara lain Kepala Staf Koarmada lll Laksamana Pertama TNI Maman Firmansyah, Brigjen TNI Sucipto dari Mabesad, Danlantamal XIV Sorong Brigjen TNI (Mar) Suaf Yanu Hardani, Danpasmar 3 Brigjen TNI (Mar) Amir Faisol S.sos .M.M, Kabinda Papua Barat Brigjen TNI Hardani Lukitanta Adi, Brigjen TNI (Pur) Frans De Wanna, para pejabat Kodam XVII/Kasuari, Kasrem beserta para Staf Korem, Dansat dan Kabalak Aju jajaran Korem 181/PVT,  pejabat Polri dan Sipil Kab/Kota Sorong, serta  para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Adat Kab/Kota Sorong.

(Red)

Ngebut tanpa helm Siswa SMAN 1 Simanindo tewas ditempat

By On Desember 05, 2019

Samosir.Kabar24jam.com.PANGURURAN - Akibat ngebut naik motor tanpa helm, Hotmatua Napitu (17), siswa kelas 12 Mipa, SMAN 1 Simanindo, tewas dalam laka lantas di jalan lintas Nasional, kilometer 01, kawasan desa Unjur Ambarita Kecamatan Simanindo, Samosir pada Rabu, 4 Desember 2019.

Informasi yang dihimpun wartawan, korban rencananya mengikuti ujian di sekolahnya, berangkat dari rumah orangtuanya di Batubatu, desa Marlumba (10 km) dari sekolah dengan mengendarai sepeda motor Motor Yamaha Jupiter  Warna Hitam BB 5684 CA.

Ketika melintas, diduga Hotmatua mengemudi dengan kecepatan tinggi dan pukul 09.50 tabrakan pun terjadi.

Diduga korban yang tewas di TKP setelah terpental menabrak mobil Avanza yang dikemudikan Binjeri Sidabutar (19)
melintas dari arah berlawanan.

Mobil ringsek dibagian depan kanan dan terperosok ke kiri beram jalan, sementara sepeda motor rusak berat di lokasi kejadian.

Beberapa saat kemudian korban Hotmatua langsung dibawa Polisi dengan ambulance ke puskesmas Ambarita sementara pihak Satlantas Polres lakukan olah TKP, supir Avanza yang warga Tomok langsung diamankan ke Polsek Simanindo.

Menurut Kepala SMAN 1 Simanindo, Berti Tumangger, S.Pd yang ditemui di puskesmas Ambarita mengatakan bahwa siswa kelas 12 memang sedang mengikuti ujian sekolah pkl. 11.00 wib.

"Siswa Hotmatua tinggal bersama orangtuanya di Batubatu yang merasa terlambat, minta ijin pada ibunya pulang dari ladang yang sedang menyemprot," ujar Berti.

Korban yang katanya belum fasih berkendara, berusaha mengejar waktu ujian.

Diduga, korban dengan kecepatan tinggi tidak dapat mengedalikan motornya, karena didepannya ada becak dan pickup melintas ke arah yang sama. Kendati dia berusaha mengerem motornya dan melewati becak, tapi tidak terelakkan lagi tiba-tiba dia menabrak Avanza yang datang dari arah berlawanan. Avanza yang sedang membawa orang sakit itupun, tak terkendali supir yang terkejut dan terperosok ke pinggir beram jalan.

Insiden laka lantas ini dibenarkan Kasat Lantas Polres Samosir, AKP. Maju Harahap ketika wartawan hari Rabu, (4/12/2019).

"Benar telah terjadi kecelakaan lalu lintas di Desa Unjur Simanindo dan menewaskan seorang siswa SMAN Simanindo dan kasus nya sudah kita tangani langsung, " tegas Maju Harahap.

Pihak berwenang telah Cek TKP dan membuat Sket lalu mengamankan BB dan Pengemudi Mobil ke Mapolres Samosir serta cek korban di Puskesmas Ambarita.

Korban tewas sudah dibawa keluarga pulang ke desanya, disaksikan pihak guru dan siswa SMAN Simanindo.

(Red/ML)

KAPOLRESTABES MEDAN SHOLAT SUBUH BERJAMAAH DIMASJID AL IKHLAS MEDAN

By On Desember 05, 2019



Kabar24Jam.Com
Kamis 05/12/2019
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,MSi melaksanakan sholat subuh berjamaah di masjid Al Ikhlas  jalan Setia Jadi Kelurahan Tegal Rejo Medan Perjuangan,Kamis 5 Desember 2019.

Kegiatan Sholat Subuh ini Dihadiri oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,MSi,Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin,SH,Bkm Al Ikhlas,Tokoh agama,tokoh masyarakat,Personel Polrestabes Medan dan Personel Polsek Medan Timur serta jamaah masjid Al Ikhlas yang melaksanakan sholat Subuh.

Kegiatan ini Diawali temu ramah dengan 
pengurus Bkm Al Ikhlas,Sholat Subuh
berjamaah dan Foto Bersama

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,MSi mengatakan Kegiatan Sholat Subuh memang rutin kami lakukan setiap hari keliling dari satu masjid ke masjid lainnya.ini hanya semata-mata untuk ibadah yaitu mendekatkan diri kepada Allah swt.itu dilakukan secara konsisten dan terus menerus,ibarat batu diteteskan oleh air maka dia akan membekas.kalau ilmu itu diberikan secara terus menerus dan bertahap itu akan membekas dalam diri dan hati kita.Semoga melalui ilmu yang kita dapat pada pagi hari ini akan membawa kita kepada kebaikan dan tentunya harus disertai dengan doa dan ikhtiar,dimana semua kita lakukan berharap khusnul khotimah mendapatkan akhir yang baik dalam perjalanan hidup yaitu mendapatkan Kebahagian dan kemuliaan.

Saya mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungannya,dimana kita lihat  secara umum situasi kota medan ini Kondusif.Nampak indikatornya semua aktivitas masyarakat berjalan dengan baik seperti beribadah,kesekolah dan bekerja semua berjalan baik.itu semata-mata dilakukan oleh kita semua yang turut serta untuk menjaga lingkungan.

Kedepan perlu kita waspadai yaitu masalah narkoba.ini musuh kita bersama dan harus diberantas dan kita harus berani.Kalau ada informasi,laporkan kepada pihak kepolisian maka kami akan turun dan melakukan penindakan.

Selain itu,Kita harus menyadari bahwa kita hidup dinegara ini yang serba beragam,Bhineka tunggal ika berbagai macam suku bangsa.itu adalah suatu anugerah bagi umat muslim.kita harus Rahmatan lil alamin.kita harus memberikan kebaikan dan kemajuan artinya memberikan rahmat bagi seluruh alam semesta bukan rahmatan muslimin.ini merupakan sangat tepat untuk membangun bangsa kita yang memiliki beragam suku namun lingkungan kita harus kita waspadai ada beberapa kelompok memilki pemahaman yang berbeda apalagi suku,agama dan Ras.kalau kita tidak bisa duduk bersama maka kita selesaikan dan atasi bersama sehingga kelompok semacam ini tidak hadir ditempat justru menimbulkan permasalahan.kita berharap keberadaan kita berdampingan dengan masyarakat lain dapat selalu humanis,saling menghargai sehingga negara kita aman.(Red) 

Kapolsek Medan Helvetia live di RRI Sebagai Halo Polisi

By On Desember 04, 2019

Helvetia.Kabar24jam.com.Kapolsek Medan Helvetia.Akp Sah Udur TM.Sitinjak.SH,SIK,MH, sekira pukul 15.00 wib sampai dengan pukul 16.00 wib, On Air di RRI Medan Jalan Gatot Subroto sebagai Narasumber Halo Polisi.(Rabu).

Dalam acara ini, pihak dari Radio Republik Indonesia Stasiun Medan ada menanyakan beberapa hal kepada Kapolsek terkait dengan persiapan untuk menghadapi Pengamanan Perayaan Natal dan Tahun Baru 2020, serta situasi Kamtibmas di wilayah Hukum Polsek Medan Helvetia.

Kapolsek dengan gamblang dan santai menjawab dan menjelaskan semua kepada pihak RRI Medan terkait pertanyaan yang diajukan atau yang disampaikan oleh pembawa acara kepada Kapolsek.

Kami dari jauh - jauh hari sudah mempersiapkan persiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru 2020, yang mana Kami juga sudah saling berkoordinasi dengan unsur Muspika Helvetia dan Tokoh - tokoh Pemuka Agama seperti Pendeta/Sintua, dan Kami juga besok hari Kamis tanggal 05 Desember 2019, akan mengundang seluruh Pendeta/Sintua yang berada di Helvetia untuk berkoordinasi tentang Pengamanan dan membicarakan mana saja yang akan menjadi titik kerawanan Gereja tersebut saat pelaksanaan Ibadah nantinya.

Dan Kami juga akan membangun pos - pos sementara untuk menghadapi arus balik saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2020 dan Oprasi Lilin dengan kata sandinya, selanjutnya Kami juga akan melakukan himbauan kepada para Pendeta nantinya, bagi warga masyarakat Helvetia yang hendak pulang kampung untuk merayakan Natal dan Tahun Baru 2020 dengan keluarganya di kampung untuk benar - benar memperhatikan barang bawaannya dan rumah yang di tinggalkan benar - benar sudah dalam keadaan terkunci, dan tak lupa juga untuk listrik dan air agar dimatikan, jangan sampai nantinya terjadi sesuatu yang tidak Kita inginkan.

Selanjutnya Kita sering mendengar tentang kenakalan - kenakalan remaja ataupun anak - anak sekolah saat ini, yang seharusnya tidak patut untuk di contoh, dan Kita terkadang sebagai orang tua atau Abang / Kakak lupa untuk saling mengingatkan serta mengontrol keluarga Kita itu.

Seperti kemarin, Kami mendapat informasi dari warga masyarakat, bahwasanya di wilayah Kami yaitu di jalan Gaperta ujung ada salah satu sekolah SMA akan melakukan Tawuran dan akan saling menyerang sesama Siswa, atas informasi tersebut yang Kami terima, langsung anggota Kami Unit Reskrim dan Sabhara serta Intel untuk mentndak lanjuti laporan tersebut, dan anggota Kami langsung ke Tkp, para Siswa - siswa tersebut membubarkan diri.

Setelah Kami melakukan pengembangan informasi dilapangan, yang Kami terima, ternyata hanya dikarenakan masalah sepele, yaitu di sebabkan karena ada dua Siswa salah satu SMA, main permainan Dadu melalui Handphone, dan berselisih paham, langsung berkelahi antara Siswa tersebut, dan saling memanggil temannya.

Atas kejadian itu, unit Bimmas Kami berkoordinasi dengan Kepala sekolah, untuk mencoba membantu memediasi kedua Siswa yang berseteru tersebut, untuk dilakukan Problem Solving atas kejadian itu.

Tadi saat Saya dalam perjalanan menuju kemari, mendapat laporan dari anggota Saya, bahwasanya permasalahan tersebut sudah bisa diselesaikan dan kedua belah siswa tersebut membuat surat pernyataan tertulis tidak akan mengulangi kembali perbuatannya.

Apa harapan Ibu Kapolsek terkait atas kejadian tersubut.
Saya mengharapkan kepada orang tua Murid, yang anaknya saat ini masih duduk dibangku SMP atau SMA, tolong diperhatikan dan kontrol kepada siapa anak Kita itu berteman dan lakukan pendekatan, ajak anak Kita itu bicara baik - baik serta cek Handphone anak Kita itu bagaimana caranya, karena hasil dari apa yang Kami lakukan saat terjadinya tawuran dan Kami lakukan pemeriksaan terhadap anak - anak tersebut, ternyata rata - rata Handphone anak - anak tersebut memiliki group yang namanya group gang motor, mereka berkomunikasi di group tersebut kalau mau melakukan kegiatannya.

Marilah Kita sama - sama menjaga aset Bangsa Kita, karena mereka lah nantinya generasi yang akan datang untuk meneruskan atau menggantikan Kita kedepannya, dan himbauan Saya, mari Kita sama - sama menjaga Medan Helvetia ini Kondusif dan nyaman.

(Red)

Mendagri Tito Karnavian : UAE Perlu Menjadi Model Indonesia dalam Manajemen SDM

By On Desember 03, 2019


Jakarta.Kabar24jam.com - Menteri Dalam Negeri Prof. H.M. Tito Karnavian, Ph.D, menyebut Uni Emirat Arab (United Arab Emirates) perlu menjadi model bagi Indonesia terutama dalam hal manajemen Sumber Daya Manusia. Hal itu diungkapkannya usai menghadiri 48th National Day of The United Arab Emirates di Four Season Hotel, Jakarta, Senin (02/12/2019).

"Kita melihat dalam waktu 40 tahun, UAE ini berkembang dari 'nothing' menjadi 'something' bahkan 'something much' menjadi sangat luar biasa, salah satunya karena me-manage Negara dan memberdayakan SDM, ini yang menjadi model bukan hanya Indonesia tetapi seluruh dunia," kata Mendagri.

Ia juga menilai UAE merupakan federasi yang memiliki kehidupan yang harmonis dan sarat akan toleransi.

"Dari sepuluh juta penduduk UAE ini, lebih kurang sembilan juta warga asing yang tinggal di sana, satu jutanya adalah warga lokal Arab, tapi mereka bisa hidup dalam kedamaian, harmoni, ini karena mengembangkan nilai-nilai toleransi, ini juga yang patut kita tiru, Indonesia juga negara yang sangat beragam, suku, agama, dan ras, mereka hampir 200 kewarganegaraan dunia itu ada di UAE, bayangkan dari sepuluh juta, sembilan jutanya pendatang," ujarnya.

Mendagri menilai, kemajuan tersebut tak hanya ditopang oleh pemberdayaan SDM saja, tetapi dengan nilai-nilai toleransi yang tertanam kuat di setiap masyarakatnya.

"Dikembangkan kehidupan toleransi, dia bisa maju selain adanya SDM, kemampuan untuk mengelola dan mengembangkan nilai-nilai yang toleran dan harmoni di tengah-tengah masyarakat multirasial dari Indonesia dari sudut pandang ras, kalau dari sudut pandang suku ya Indonesia lebih banyak, ini kita perlu belajar," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut ia juga mengucapkan selamat kepada UAE yang telah berhasil melakukan lompatan dalam empat tahun terakhir ini.

"Kehadiran saya disini juga ingin memberikan selamat kepada United Arab Emirates, mereka telah berhasil melompat dalam waktu empat puluh tahun, mudah-mudahan kita juga bisa melompat lagi," kata Mendagri.

2 Desember 1971 negara kaya asal negeri Jazirah Uni Emirate Arab resmi dibentuk. Sebelum bersatu dan mendeklarasikan negaranya Uni Emirate Arab merupakan gabungan dari tujuh emir di kawasan Arab yakni Abu Dhabi, Ajman, Fujairah, Sharjah, Dubai, Umm Al-qaiwain dan Ras Al-khaimah.

Puspen Kemendagri
(Red)

Polres Mandailing Natal Amankan 53 Gram Sabu Beserta Tiga Orang Tersangka

By On Desember 02, 2019



Kabar24Jam.Com
Senin 02/12/2019
Sumut- Madina
Kapolres Mandailing Natal Akbp Irsan Sinuhaji, S.I.K, M.H melalui personil Satuan Reserse Narkotika Polres Mandailing Natal berhasil mengamankan 53,15 gram narkotika jenis sabu dan 120 gram ganja dari sebuah rumah di gang Abadi Kelurahan Kayu Jati Kecamatan Panyabungan.

Dari rumah tersebut selain berhasil mengamankan barang bukti jenis sabu dan ganja petugas juga berhasil mengamankan tiga tersangka.

Ketiga orang tersangka dan barang bukti ini diamankan petugas pada Kamis (28/12) sekira pukul 20.00 WIB.

Kapolres Mandailing Natal melalui Kasat Narkoba, AKP Muhammad Rusli dalam rilisnya kepada Subbag Humas Polres Madina, Sabtu (30/11) menyampaikan, penangkapan ketiga pelaku ini setelah personil Sat Resnarkoba Polres Madina mendapat informasi dari masyarakat bahwa akan terjadi transaksi narkotika jenis shabu di jalan lintas timur, Kayu Jati.

"Menanggapi informasi tersebut petugas langsung bergerak menuju ke lokasi yang berada di Gang Abadi, Kayu Jati tepatnya di rumah MY alias Yusuf," ujarnya.

Dari rumah tersebut petugas melakukan penangkapan terhadap dua orang yakni SN alias Harefa (30 tahun) warga Desa Padang Laru Kecamatan Panyabungan Timur dan IB alias Balekong (38 tahun) warga Desa Huta Bangun Kec. Panyabungan Timur.

Dari kedua kedua orang tersebut petugas menemukan barang bukti satu bungkus sabu dengan berat Brutto 1,06 gram yang dibeli dari MY.

Kemudian, setelah dilakukan pengembangan dari kedua tersangka, dari rumah MY (43 tahun) warga Kelurahan Kayu Jati tersebut petugas berhasil menemukan barang bukti shabu dengan berat bruto 52,09 gram dan ganja seberat 120 gram.

Saat ini ketiga orang tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres Madina untuk di lakukan proses lebih lanjut. (Red. Yogi)

Simpan Sabu Dalam Kotak Rokok Dedi Diciduk Satrekrim Polsek Lingga Bayu

By On Desember 02, 2019



Kabar24Jam.Com
Senin 02/12/2019
- Sumut. Madina
Kapolres Madina Akbp Irsan Sinuhaji, S.I.K, M.H melalui personil Polsek Lingga Bayu dibawah pimpinan Akp Binsar Halomoan Sihotang, SH pada hari Minggu
tanggal 01Desember 2019 sekira pukul 22.30 Wib berhasil menangkap dan  mengamankan seorang laki laki dewasa pelaku tindak pidana Narkotika golongan satu jenis Sabu Di desa Lancat Kec. Linggabayu Kab. Madina tepatnya di bengkel sepeda motor milik Sdt. Alin.

"Adapun inisial dari Pelaku tersebut adalah Deddi Irawan Nasution, 32 thn, Islam, Wiraswasta, Desa Lancat Kec. Linggabayu Kab. Madina" Jelas Kapolsek Lingga Bayu.

"Dari penangkapan tersebut kami berhasil menyita dan mengamankan Barang Bukti berupa 1 (satu) bungkus rokok Magnum, 1 (satu) bungkus besar plastik transparan diduga sabu, 1 (satu) bungkus kecil transparan diduga sabu dan 3 (tiga) buah pipet air mineral serta 2 (dua) unit handphone warna hitam merek nokia dan warna putih merek samsung" ucap Akp Binsar Halomoan Sihotang, SH.

"Kapolsek Lingga Bayu Saat dikonfirmasi mengatakan Kronoligis Kejadian Pada hari Minggu tanggal 01 Desember 2019 sekira pukul 20.00 wib, Kapolsek Linggabayu mendapat informasi dari masyarakat Desa Lancat bahwa akan ada Transaksi Narkotika jenis Sabu di Bengkel Alin, Mendapat Kabar tersebut Kapolsek Linggabayu memerintahkan anggota Polsek Linggabayu untuk menanggapi Informasi tersebut dan sesampainya di Bengkel Alin tersebut Anggota Polsek Linggabayu mendapati 2 orang laki laki dewasa dan langsung di lakukan penggeledahan badan dan sekitar lokasi, selanjutnya Anggota Polsek Linggabayu menemukan satu bungkus rokok magnum berisi di duga sabu di belakang kursi di duga milik pelaku Deddi Irawan Nasution" Pungkas Akp Binsar Halomoan Sihotang, SH.

Selanjutnya tersangka dan barang bukti di amankan sementara di Mapolsek Lingga Bayu kemudian penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut akan dilimpahkan kepada Satuan Reserse Narkoba Polres Mandailing Natal.(Red)

Mendagri Tinjau Persiapan Stadion Papua Bangkit, Tempat Pembukaan dan Penutupan PON 2020

By On Desember 02, 2019



Kabar24Jam.Com
Senin 02/12/2019
Jayapura
- Menteri Dalam Negeri Prof. H.M. Tito Karnavian, Ph.D., meninjau langsung Stadion Papua Bangkit, Jayapura, Papua, tempat akan berlangsungnya pembukaan sekaligus penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) Tahun 2020. Peninjauan dilakukan pada Minggu (01/12/2019).

"Sports Complex ini terpenting saya kira, terutama stadion ini yang terpenting, acara pembukaan dan penutupan semua di sini. Kita cukup optimis lah kalau untuk venue," kata Mendagri.

Meski demikian ia juga memberikan perhatian khusus untuk penginapan baik untuk atlet maupun media yang akan meliput acara.

"Mengenai masalah penginapan, selain atlet, official, pelatih, pendukung, fans, media juga pasti banyak. Nah ini yang perlu dipikirkan di mana tempat mereka, karena jumlah kamar hotel kan relatif tak bisa menampung sebanyak itu, katanya masih dibangun Perumnas, fine seandainya bisa cepat ya flat, karena kita lihat juga pada waktu. Kita lihat pada waktu Asian Games dibikin oleh PUPR sudah termasuk cepat, sederhana tapi cukup, kemudian mungkin pemanfaatan rumah-rumah penduduk, kost segala macam," jelasnya.

Ia juga memberikan saran terkait ketersediaan dan kecukupan kapasitas transportasi yang akan digunakan yang menurutnya dapat melibatkan unsur TNI/Polri.

"Saya kira transportasi, saran saya ya ajak juga dari TNI, Polri, Kodam, Polda, driver-driver-nya banyak," ujarnya.

Terkait dengan keamanan, ia memberikan opsi kemungkinan penambahan pengamanan di luar Regional Papua yang bisa dilibatkan tak hanya untuk pengamanan.

"Masalah security, pengamanan, mungkin tergantung Polda dan Kodam, kalau cukup lokal , kalau tidak ya kita tambah kekuatan dari Markas Besar masing-masing Polda atau Kodam lain, bisa dipakai untuk pengamanan, bisa juga dipakai untuk kegiatan lain," kata Mendagri.

Stadion Papua Bangkit adalah sebuah stadion sepak bola termegah di Indonesia Timur yang terletak di Kampung Harapan, Kelurahan Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua. Menurut rencana, stadion tersebut akan dijadikan tempat untuk Pembukaan sekaligus Penutupan pada perhelatan Pekan Olahraga terbesar di Indonesia, yakni PON 2020.

Puspen Kemendagri

Waspada Dampak Negative Dunia Maya, Satgas Yonif Raider 303/SSM adakan Penyuluhan Hukum (Luhkum) tentang Teknologi Informatika dan Sosial Media di Daerah Perbatasan.

By On Desember 02, 2019



Kabar24Jam.Com
Senin 02/12/2019
-Solo
Teknologi informatika atau Teknologi Informasi adalah suatu   teknik untuk mengumpulkan, menyiapkan, menyimpan, memproses, mengumumkan, menganalisis, dan/atau menyebarkan informasi, informasi dalam hal ini melalui media internet. Dalam era digital ini internet sangat membantu manusia dalam bidang ekonomi, transaksi elektronik, pertukaran informasi, pendidikan dan masih banyak lainnya. Salah satu yang sangat menonjol bagi setiap orang yaitu dalam pertukaran informasi melalui media social yang dapat menghubungkan antar orang satu dengan orang lain tanpa mengenal batasan jarak, ruang dan waktu. Selain dapat memberikan manfaat guna memudahkan pertukaran informasi, teknologi juga bagaikan pedang bermata dua yaitu juga dapat menimbulkan kerugian atau dampak negative bagi pengguna.

Dalam kesempatan kali ini Pakum Satgas Yonif Raider 303/Setia Sampai Mati (SSM) Letda Chk Tunjung Mahardika Hariadi, S.H., mengajak para pemuda calon generasi penerus bangsa agar ‘melek’ teknologi dan dampak-dampak negatifnya. Penuluhan kali ini yang menjadi sasaran yaitu seluruh siswa SMP N 1 Long Bagun, Jum’at (29/11/2019).

Dalam paparannya pakum menjelaskan bahwa “Dalam dunia maya selain kita bisa mendapatkan segala informasi yang kita inginkan, kita juga dapat terkena dampak negatifnya bahkan terlibat dalam kejahatan siber atau yang lebih dikenal dengan CYBER CRIME adalah Tindak kriminal yang dilakukan dengan menggunakan teknologi computer sebagai alat kejahatan utama. Didefinisikan sebagai perbuatan melanggar hukum yang memanfaatkan teknologi computer yang berbasis pada kecanggihan perkembangan teknologi Internet antara lain Cyber Terorrism, cyber pornography, cyber stalking, hacking, carding, phising, cyber fraud, dan masih banyak lagi.”

Salah satu kejahatan siber yang paling sederhana dan dapat menjerat setiap pengguna internet yaitu melalui media social, salah satu contohnya yaitu dengan menyebarkan berita ‘hoax’ maupun membuat suatu informasi atau status yang bermuatan SARA, pencemaran nama baik, pemerasan, perjudian dan kesusilaan.

“Berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-undang  Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE) bahwa dalam beberapa ketentuan pasal dalam undang-undang tersebut pelaku tindak pidana siber dapat dijerat sanksi pidana dengan ketentuan yang berat dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara dan denda maksimal 12 Milyar Rupiah. Salah satu contohnya kejahatan siber yang tanpa disadari dapat menjerat setiap orang yaitu pencemaran nama baik dapat dikenakan sanksi pidana maksimal 4 tahun penjara serta denda paling berat 750 juta rupiah. Selain itu penyebaran berita hoax bahkan menimbulkan kebencian bahkan SARA dapat dikenakan pidana paling lama 6 tahun dan denda paling berat 1 milyar rupiah.” Ujar Letda Chk Tunjung.
Diakhir paparannya, Pakum Satgas selain mengajak para siswa untuk melihat film pendek tentang Cyber Crime, juga membagikan beberapa trik agar terhindar dari kejahatan siber khususnya media sosial antara lain:

1. Ketika emosi, jauhi sosmed
2. Berhati-hati dalam menulis di Sosial media, hindari kata-kata kasar dan SARA serta hindari pornografi
3. Pastikan dalam membagikan postingan didasarkan pada verifikasi fakta dan bukti-bukti pendukung yang valid.
4. berikan masukan berupa solusi apabila ada suatu pemberitaan yang memuat suatu permasalahan yang menarik untuk di bahas.
5. Jangan segan meminta maaf

Dalam kesempatan yang sama, Kepala sekolah SMP 1 N Long Bagun, Ibu Anastasia Nurin, S.Pd., menyambut baik upaya Satgas Pamtas Yonif Raider 303/SSM dalam menanggulangi dampak negative penggunaan internet  khususnya media social bagi siswa-siswa SMP N 1 LONG BAGUN, beliau berharap agar penyuluhan hukum seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin di SMP N 1 Long Bagun.

Sumber Penrem 091/ASN

Polsek Tanjung Duren gelar Apel Siaga Pengamanan munajad dan Maulid Akbar 2019

By On Desember 02, 2019


Kabar24Jam.Com
Senin 02/12/2019
Jakarta
Dalam rangka mengantisipasi dan mengamankan kewilayahan terkait kegiatan Munajat dan Maulid Akbar 2019 dan juga akan diadakan  Reuni Mujahid 212 di Monas, Jakarta Pusat, jajaran personil Polsek Tanjung Duren Jakarta Barat melakukan apel siaga pengamanan di Mapolsek Tanjung Duren, Minggu (01/12/19)


Dalam  arahannya Kompol Lambe mengucapkan terima kasih atas kehadiran dalam pelaksanaan apel siaga pengamanan hari ini, mari laksanakan tugas dengan ikhlas dan penuh rasa tanggung jawab.

"Besok dini hari di silang Monas Jakarta Pusat, berlangsung kegiatan Munajat dan Maulid Akbar 2019, Reuni Mujahid 212. Kita akan memantau giat tersebut dan mengamankan wilayah kita untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," ucapnya.

Dirinya menegaskan, setelah apel ini personil Bhabinkamtibmas, Intelkam dan Polsubsektor agar memonitor kewilayahan, apabila ada warganya yang akan berangkat di berikan himbauan dan segera laporkan ke Duren.

"Untuk Pelaksanaan patroli kewilayahan dan Cipkon tetap berjalan dimana dalam pelaksanaannya haruslah buddy system," tegasnya.

Personil SPK dan jaga tahanan meningkat pemantauan sekitar komando dan pemeriksaan barang bawaan tamu yang masuk komando. Agar tetap waspada dan tetap perketat jaga Mako masih adanya ancaman Terorisme dan Bom.

"Waspadai keadaan sekitar jangan under estimated, Jaga Kesehatan, Keselamatan, Kekompakan dan Kebersamaan personil, jangan bertugas sendiri sendiri (buddy system)," tandasnya.(Red)

Hadapi Aksi Reuni 212,Polres Jakbar Gelar Apel Siaga

By On Desember 02, 2019



Kabar24Jam.Com
Senin 02/12/2019
Jakarta
Sebagai  bentuk antisipasi, Polres Metro Jakarta Barat menggelar apel siaga dalam rangka menghadapi Aksi Reuni 212 yang dilakukan esok hari di Monas Jakarta Pusat.

Kapolres Metro Jakarta Barat melalui Kabag Ops AKBP Wuryantono mengatakan, meski lokasi aksi damai alumni 212 dilaksanakan di wilayah Jakarta Pusat, namun patut diwaspadai potensi terjadinya gangguan kamtibmas di wilayah  Jakarta Barat.

Ia juga meminta para perwira, kabag, kasat ikut melakukan pengawasan terhadap kesiapan anggota agar selama diberlakukannya siaga satu, tidak meninggalkan wilayah hukum Polres Jakarta Barat.

“Semua anggota agar melakukan deteksi dan antisipasi dini terhadap segala bentuk potensi gangguan kamtibmas yang ada di wilkum Polres Jakarta Barat, karena tidak menutup kemungkinan dalam aksi damai tersebut dimanfaatkan oknum-oknum tertentu untuk melakukan aksi yang tidak diinginkan,” kata perwira dengan melati dua dipundaknya ini, Minggu (01/12/19).

Ia menegaskan, untuk rekan - rekan yang tidak melaksanakan tugas agar Propam lakukan pengecekan, dan apabila ada yang datang apelkan kembali nanti malam.

"Kegiatan aksi damai reuni 212 dimulai pada pukul 02.00 WIB. Kegiatan massa akan berdatangan mulai dini hari, Untuk personil yang preman agar Intel berperan dan unuk Ton Gabungan agar mempersiapkan perlengkapan Dalmas

"Berdasarkan informasi untuk daerah Jakarta Barat massa tidak banyak,  namun kita jangan Under estemate dan Pam ini sipatnya pam mako, Suatu saat ada pelaksanaan apel dadakan harus ada di Mapolres," tandasnya.(Red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *